Senin, 18 November 2019 13:57:39 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 1444
Total hits : 5089623
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Membangkitkan Solidaritas Kemanusiaan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 04 Oktober 2009 00:00:00
Membangkitkan Solidaritas Kemanusiaan
Lagi, bencana gempa bumi menimpa kita.

Kali ini, gempa bumi berkekuatan 7,6 SR terjadi di Sumatera Barat pada hari Rabu (30/9). Indonesia pun menangis. Dari data yang

terkumpul, hingga Kamis (1/10), jumlah korban meninggal dunia mencapai 529 orang. Belum lagi korban yang belum berhasil

dievakuasi setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Dan upaya pencarian bagi korban yang diperkirakan masih tertimbun bangunan,

terus diupayakan.



Masyarakat disana kini sedang menderita. Mereka yang selamat, harus menghuni tenda-tenda

pengungsian darurat. Mereka pun mendapatkan pertolongan kesehatan dan bantuan logistik seadanya. Keterbatasan sarana dan

prasarana seperti jalan, pelabuhan dan lapangan udara, pendukung untuk pengiriman logistik, diyakini akan turut mengurangi

lancarnya pengiriman bantuan.



Pemerintah pusat maupun daerah, memang telah cepat bertindak. Dengan koordinasi yang

terlaksana dengan singkat, pemerintah telah menyediakan bantuan dan juga anggaran untuk melancarkan agenda tanggap darurat.

Kegiatan tanggap darurat meliputi evakuasi dan pertolongan bagi korban, memperbaiki infrastruktur utama, seperti air dan

listrik, serta bantuan logistik kepada masyarakat.



Kita berharap agar semua upaya pertolongan bagi para korban,

dapat berjalan dengan lancar. Apapun langkah yang hendak dikerjakannya, kiranya bisa dilaksanakan secara maksimal. Pengalaman

dalam menangani bencana-bencana sebelumnya, hendaknya menjadi pelajaran yang amat berharga bagi kita.



Dan bagi

masyarakat luas, satu hal yang dibutuhkan dari kita adalah doa dan uluran tangan untuk membantu mereka yang telah menjadi

korban. Sekecil apa pun, pasti ada yang kita bisa sumbangkan. Artinya, solidaritas kemanusiaan harus digalakkan. Semua harus

ikut menderita. Sebab, masyarakat di sana adalah bahagian dari republik ini. Penderitaan mereka adalah penderitaan seluruh

komponen bangsa ini, penderitaan republik. Untuk itu, gerak cepat lainnya harus tetap diupayakan.



Dengan memakai

naluri kemanusiaan kita, seharusnya melihat malapetaka yang tragis dan dramatis ini, solidaritas harus timbul. Karena itu,

sekaranglah saatnya rakyat Indonesia menunjukkan rasa solidaritas sosial dan rasa kemanusiaan yang sesungguhnya untuk secara

konkret dengan memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan mereka. Jangan lagi ada pengkotak-kotakan yang membatasi jiwa

kemanusiaan kita. Untuk itu, bentuk solidaritas ini bisa diwujudkan dengan banyak cara. Doa, daya dan dana adalah tiga unsur

yang harus disinergikan.



Sekali lagi, bencana ini telah mengetuk hati kita. Bencana yang terjadi ini merupakan

derita kita semua. Derita yang harus kita tanggung bersama pula. Maka, untuk mengatasinya pun, kita harus membangun

kebersamaan. Karena itu, biarlah jiwa kemanusiaan kita yang paling dalam berbicara. Biarlah ia disapa dan disentuh oleh jeritan

tangis para korban. Jangan lagi kita batasi.



Bagi mereka yang terjun langsung di lapangan perlu juga diingatkan,

jangan menambah penderitaan para korban. Bantuan yang ada hendaknya disalurkan dengan tepat sasaran. Bantuan untuk bencana ini

harus dikelola dengan jujur dan transparan. Derita para korban jangan ditambah lagi oleh karena keinginan memuaskan nafsu

serakah.



Melalui bencana ini, marilah kita mengikat persaudaraan kita dengan suatu rasa kebersamaan, kearifan dan

kecerdasan kita dalam merajutnya adalah hal yang sangat penting. Tragedi yang terjadi di Sumatera Barat ini adalah derita kita

bersama. Derita anak bangsa. Karena itu, segala daya, upaya dan pengorbanan harus dimaksimalkan demi meringankan penderitaan

para korban. Ini adalah derita kita bersama. Derita yang harus merangsang rasa kemanusiaan kita untuk berbicara. Marilah kita

bantu dengan ikut meringankan beban mereka.



Oleh karena itu, tak henti-hentinya dihimbau kepada seluruh anak bangsa

untuk sudi kiranya mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada mereka yang kini sangat membutuhkannya. Semoga mereka yang

menderita karena bencana ini dapat diringankan bebannya oleh karena banyak orang yang peduli dengan nasib

mereka.(JJ)





Sumber : http://hariansib.com/?p=94494

dilihat : 445 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution