Sabtu, 24 Agustus 2019 02:55:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 290
Total hits : 4896400
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Indeks Pembangunan Manusia NTT Memprihatinkan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 03 Oktober 2009 00:00:00
Indeks Pembangunan Manusia NTT Memprihatinkan
Sebagai warga NTT, kita rupanya

belum bisa berbangga diri. Dari perhitungan resmi soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT tahun 2008 yang dikeluarkan Badan

Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Kamis kemarin (1/10), NTT masih berada di peringkat 31, di atas Provinsi Nusa Tenggara

Barat dan Maluku Utara. Kendati pun secara umum, indeks pembangunan manusia di NTT terus mengalami peningkatan dari 62,7 pada

tahun 2004, menjadi 66,15 di tahun 2008 lalu, namun indikator angka harapan hidup, masalah kesehatan dan pengetahuan, masih

terbilang bobrok.



Selama tiga tahun terakhir, reduksi shortfall NTT berfluktuasi. Pada periode 2007-2008, capaian

peningkatan kualitas penduduk menunjukkan percepatan dibandingkan periode 2006-2007. Menurut Poltak Siahaan, kepala BPS NTT

dalam keterangan persnya di kantornya siang kemarin, pencapaian itu akibat terjadinya peningkatan komponen

IPM.



Disebutkan Poltak, rata-rata nilai IPM Provinsi NTT pada tahun 2008 sebesar 66,15, dengan perbedaan pencapaian

antara IPM tertinggi dan terendah sekira 16,57 poin, dengan rentang 76,58 untuk Kota Kupang, dan 59,01 untuk Kabupaten Sumbah

Tengah. "Tingginya IPM di Kota Kupang dikarenakan sarana kesehatan, pendidikan dan perekonomian, lebih baik dan lebih banyak,

dibandingkan kabupaten-kabupaten lainnya.



Sehingga penduduknya lebih mudah mengakses fasilitas-fasilitas tersebut

untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sebaliknya, dengan kabupaten-kabupaten pemekaran, seperti Sumbah Tengah dan Sumbah Barat

Daya yang umumnya sarana yang memiliki masih minim, membuat penduduknya terbatas mengakses fasilitas-fasilitas tersebut, untuk

meningkatkan kualitas hidupnya," terang Poltak.



Dikatakan, ada delapan kabupaten/kota di NTT yang memiliki IPM lebih

tinggi, dibandingkan IPM rata-rata provinsi. Kabupaten itu yakni, Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara, Lembata, Sikka,

Flores Timur, Alor, Ngada dan Kota Kupang. Sedangkan 12 kabupaten lainnya memiliki IPM lebih rendah dari rata-rata provinsi.

Diungkapkan Poltak, penentuan besaran kontribusi setiap komponen IPM terhadap besaran angka IPM, digunakan analisis

regresi.



Berdasarkan hasil regresi, diketahui komponen IPM yang mempunyai kontribusi terbesar, adalah rata-rata

lamanya sekolah. Karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk, pemerintah daerah harus mendongkrak tingkat partisipasi

sekolah untuk semua kelompok umur, menjadi prioritas utama dalam pembangunan.



"Hal ini selaras dengan kenyataan yang

menunjukan, bahwa pendidikan berhubungan dengan komponen lainnya, sehingga dengan meningkatkan pendidikan akan meningkatkan

kualitas pembangunan manusia," pungkas Poltak.



Sekedar tahu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau human development

indeks (HDI), merupakan suatu ukuran standar yang ditetapkan PBB untuk mengetahui tingkat kualitas hidup di suatu daerah, yang

dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan sehat, pengatahuan dan kehidupan yang layak.



Dimensi umur

panjang dan sehat direpresentasikan oleh angka harapan hidup; dimensi pengetahuan direpresentasikan angka melek huruf dan

rata-rata lamanya sekolah, dan dimensi kehidupan yang layak direpresentasikan oleh pengeluaran per- kapita "Riil"

(adjustment).(JJ)





Sumber : http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=36863

dilihat : 436 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution