Selasa, 25 September 2018 10:45:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 72
Total pengunjung : 423108
Hits hari ini : 554
Total hits : 3898864
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Suku Leukon di Aceh Kelola Lingkungan Sesuai Sistem Nilai Budaya






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 01 Oktober 2009 00:00:00
Suku Leukon di Aceh Kelola Lingkungan Sesuai Sistem Nilai Budaya
Kelembagaan tradisional orang Leukon telah mengatur

pengelolaan lingkungan dan pemanfaatannya. Suku Leukon tidak menyadari nuansa konservasi ini karena berjalan seirama dengan

sistem nilai budaya.



Demikian salah satu hasil penelitian yang juga diungkapkan dalam disertasi Susi Yuliati,

antropolog UI dan staf pengajar di Fakultas MIPA UI dalam dalam disertasinya berjudul “Perspektif Kultural Pengelolaan

Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati oleh Orang Leukon di Pulau Simeuleu, Nangroe Aceh Darussalam” di Gedung Serba Guna BSM,

Kampus Fakultas MIPA Universitas Indonesia, Depok, Selasa (29/9).



Suku Leukon, yang menjadi subyek penelitian Susi,

merupakan salah satu suku yang mendiami Pulau Simeuleu, salah satu gugusan pulau terluar di Provinsi Nangroe Aceh

Darussalam.



Yang menjadi keunikan dan keaslian dari penelitian ini adalah terdokumentasinya persepsi masyarakat

tentang pengetahuan lingkungan dan sumber daya hayati, konsep-konsep tradisional yang berkaitan dengan pemanfaatan

berkelanjutan, serta berbagai jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh pengetahuan ini merupakan

pemahaman budaya masyarakat terhadap alam lingkungan dan sumber daya hayatinya.



Mengombinasikan dua ilmu yang

berbeda dalam sebuah disertasi adalah satu hal yang sangat menarik untuk diteliti, terlebih kedua ilmu tersebut berbeda satu

dengan lainnya. Penggabungan konsep ilmu antropologi dengan biologi ternyata sangat tepat dijelaskan Susi Yuliati, yang

menyelesaikan studi Antropologi di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.



Dalam disertasi ini diterapkan pendekatan

etnobotani yaitu dengan mengikuti cara kerja para ahli antropologi untuk memahami masyarakat dan kebudayaan melalui observasi

partisipatif serta wawancara bebas.



Sidang disertasi ini dipimpin Dekan Fakultas MIPA UI Dr Adi Basukriadi Msc,

dengan promotor Jatna Supriatna PhD (staf pengajar Departemen Biologi FMIPA UI), dan ko-promotor Prof Dr Mien A Rifai (Akademi

Ilmu Pengetahuan Indonesia)dan Prof Dr Eko Baroto Walujo (Kepala Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi LIPI

Bogor).



Penguji disertasi ini adalah Dr Kuswata Kartawinata (Senior Advisor in Environmental Sciences UNESCO Office

di Jakarta), Prof. Dr. Boedhihartono (Guru Besar Departemen Antropologi FISIP UI, dan Dr. Susiani Purbaningsih, DEA (Staf

Pengajar Departemen Biologi FMIPA UI). (Jj)





Sumber :

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/09/29/21102750/suku.leukon.di.aceh.kelola.lingkungan.sesuai.sistem.nilai.budaya

dilihat : 260 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution