Jum'at, 18 Oktober 2019 21:41:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520147
Hits hari ini : 1868
Total hits : 5029482
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Netralitas Polisi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 30 September 2009 00:00:00
Netralitas Polisi
POLISI sebagai bayangkara negara

sedang diuji. Diuji kesetiaannya sebagai pengawal kepentingan negara atau terjerumus menjadi pengawal individu

tertentu.



Sebagai bayangkara negara, semestinya polisi bersikap netral. Netralitas itu amat penting karena polisi

melakukan fungsi penyidikan, penahanan, dan pemberkasan perkara. Jika mudah diintervensi atau melakukan penyidikan atas dasar

pesanan, kredibilitas dan integritas polisi akan hancur berantakan.



Peringatan ini perlu kita ke tengahkan karena

polisi sedang disorot. Di satu pihak polisi menyidik dan telah menetapkan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit

Samad Rianto dan Chandra Hamzah sebagai tersangka, tetapi di pihak lain KPK pun sedang menyelidik kasus Bank Century yang

disebut-sebut melibatkan pula Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji.



Bibit dan Chandra telah dinonaktifkan dari KPK.

Malahan kini sedang dicarikan pengganti mereka melalui tim seleksi yang dibentuk Presiden Susilo Bambang

Yudhoyono.



Kita prihatin karena banyak suara miring kini dialamatkan ke polisi. Suara minor itu justru

mempertanyakan netralitas polisi dalam memeriksa kasus pimpinan KPK. Selama Susno Duadji masih menjabat Kabareskrim, amat

beralasan publik meragukan objektivitas polisi. Alasannya Susno Duadji diduga terlibat perkara yang tengah diperiksa

KPK.



Gencarnya desakan agar Kapolri menonaktifkan Komjen Susno Duadji adalah ekspresi kecintaan masyarakat terhadap

polisi. Publik sedang respek terhadap polisi setelah polisi mencatat prestasi gemilang menumpas kawanan teroris. Jangan sampai

polisi tergelincir kemudian diumpat karena dinilai tidak objektif, tidak kredibel, dan tidak netral menangani perkara pimpinan

KPK.



Permintaan agar Kapolri menonaktifkan Komjen Susno Duadji adalah permintaan yang logis dan wajar. Rumor tentang

dugaan keterlibatan perwira tinggi polisi bintang tiga itu dalam kasus Bank Century berhembus amat kencang. Ini yang perlu

diklarifikasi, baik oleh internal polisi melalui Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) maupun oleh Komisi Kepolisian Nasional

(Kompolnas) atau bahkan KPK.



Jika kelak Susno Duadji terbebaskan dari berbagai dugaan dan tuduhan, dia berhak atas

rehabilitasi namanya dan dikembalikan ke posisinya sebagai Kabareskrim Polri.



Kita tahu Susno Duadji telah

menjelaskan posisinya dalam kasus Bank Century. Dia tidak menerima uang. Tapi penjelasan melalui pers bukanlah klarifikasi

hukum karena hukum memiliki postulat sendiri.



Bibit dan Chandra telah berulang kali menjelaskan alasan KPK

menerbitkan dan mencabut cekal terhadap Anggoro Wijaya dan Djoko Tjandra, tetapi mereka tetap dijadikan tersangka

penyalahgunaan wewenang. Artinya, penjelasan melalui pers bukanlah absolusi atau pengampunan seseorang dari kasus

hukum.



Dengan tetap menjunjung tinggi praduga tak bersalah, kita berharap pimpinan Polri tidak mempertaruhkan

kredibilitas dan integritas polisi hanya untuk melindungi kepentingan orang-orang tertentu.(Jj)





Sumber :

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/09/09/97634/70/13/Netralitas-Polisi

dilihat : 447 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution