Minggu, 16 Desember 2018 02:08:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 32
Total pengunjung : 450857
Hits hari ini : 117
Total hits : 4153302
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mudik Pembawa Maut






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 25 September 2009 00:00:00
Mudik Pembawa Maut
KEMATIAN telah menjadi fenomena tidak terpisahkan bersamaan dengan ritus

mudik Lebaran. Ratusan hingga ribuan nyawa melayang di jalan raya setahun sekali tatkala warga Jakarta pulang ke kampung

halaman atau saat mereka kembali ke Ibu Kota.



Hingga Lebaran H+2 awal pekan ini, tercatat lebih dari 373 jiwa

melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Bila dilihat dari perbandingan antara jumlah pemudik jutaan orang dan kematian yang

mencapai ratusan, rasionya memang masih tergolong rendah. Akan tetapi, alasan di balik kematian itulah yang sulit dipahami.

Karena hal itu sesungguhnya tidak perlu terjadi dan sekaligus merupakan cermin dari buruknya pelayanan negara.



Fakta

bahwa infrastruktur jalan raya menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan dan kematian sungguh tidak bisa ditepiskan. Begitu

gencar pemberitaan tentang belum siapnya beberapa ruas jalan untuk mudik menunjukkan bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah

memiliki andil dalam terjadinya kecelakaan maut itu.



Kerusakan jalan yang dibiarkan adalah bentuk lain dari buruknya

pelayanan negara atas rakyatnya. Kerusakan itu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan yang

merenggut jiwa.



Disiplin dalam berlalu lintas dari pengendara lalu lintas juga sebuah kenyataan sehari-hari. Siapa

yang tak kenal tabiat buruk rata-rata warga kita dalam berkendara? Bukankah pelanggaran rambu dan aturan dalam berlalu lintas

telah menjadi kelaziman di negeri ini?



Di negara maju, lampu kuning di persimpangan jalan adalah pertanda bagi

pengendara untuk memperlambat kendaraan. Di negeri kita, lampu kuning menjadi saat untuk menancap gas sebelum lampu merah

keburu menyala. Itulah cermin buruknya disiplin yang terjadi sehari-hari. Dan, itu semakin menjadi-jadi dalam masa mudik

Lebaran yang dibayar sangat mahal, yaitu dengan nyawa.



Yang paling banyak menjadi korban dalam kecelakaan maut

adalah para pengendara sepeda motor. Angka kematian pemudik sepeda motor yang merupakan 50% lebih dari jumlah kematian total

pemudik menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat keliru tengah berlangsung.



Sepeda motor adalah alat transportasi jarak

pendek. Ia tidak layak dipergunakan untuk menempuh jarak yang semestinya hanya boleh ditempuh mobil, kereta api, kapal laut,

dan bahkan pesawat terbang. Mengapa pemudik nekat mengendarai sepeda motor ke kampung halaman?



Salah satunya karena

harga tiket angkutan umum yang cenderung naik berlipat-lipat menjelang Lebaran. Alasan lain naik motor, yakni membuat urusan di

kampung halaman menjadi gampang. Bukankah semua sanak saudara dapat dikunjungi dengan murah dan meriah?



Akan tetapi,

ada alasan yang kiranya lebih berpengaruh, yaitu citra sosial. Mudik naik sepeda motor dapat menunjukkan kepada orang sekampung

bahwa ada kemajuan ekonomi. Ada aset yang dapat dipamerkan. Dan, semua yang tidak disarankan pun berkembang menjadi sesuatu

yang tidak terhindarkan.



Ironisnya, fenomena ini tumbuh dalam deret ukur. Melarang orang mudik tentu tidak

realistis. Karena itu, lebih baik pemerintah menjadikan pemberantasan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik, dan perbaikan

disiplin berkendara sebagai program

prioritas.(MW)



sumber:

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/09/09/97088/70/13/Mudik-Pembawa-Maut-

dilihat : 230 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution