Rabu, 19 Desember 2018 15:13:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 246
Total pengunjung : 452016
Hits hari ini : 1816
Total hits : 4162323
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mimpi, Bahasa Sandi Tuhan?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 08 September 2009 00:00:00
Mimpi, Bahasa Sandi Tuhan?
Betulkah mimpi merupakan bahasa sandi dari Tuhan yang berkehendak untuk

berkomunikasi dengan manusia? Jika demikian, apakah semua mimpi memiliki makna tertentu?



Banyak ragam pandangan

orang mengenai mimpi. Ada yang mengatakan mimpi itu bunga tidur, mimpi dianggap sebagai harapan yang tidak kesampaian, bahkan

ada yang beranggapan bahwa mimpi tidak memiliki arti. Ada pula yang menyatakan bahwa mimpi merupakan jalan utama atau jalan

emas untuk memasuki dunia batin atau hati nurani kita.



Sejarah menemukan bahwa buku tafsir mimpi tertua telah

ditulis tahun 1100 SM. Untungnya sebagian ilmuwan memiliki ketertarikan mengenai mimpi, sehingga antara lain berdiri Institut

Carl Gustav Jung di Zurich, Swiss, yang mempelajari mimpi sehingga dapat dipahami secara ilmiah.



Menurut Wolfgang

Bock, SJ, yang pernah belajar di Institut Jung tersebut, salah satu fungsi mimpi adalah mengangkat pikiran, khayalan,dan hasrat

hati manusia yang dalam hidup sadar kurang diperhatikan. Karena itu, mimpi juga memiliki motif menyeimbangkan kondisi pribadi

supaya kepribadian seseorang tidak tumbuh pincang.



"Suka atau tidak suka, mimpi itu mengingatkan Anda, supaya Anda

mau melihat kebenaran. Kadang kebenaran itu ditayangkan dengan cara amat mengejutkan, supaya diperhatikan," tulis Bock dalam

bukunya, Menafsir Mimpi, Bahasa Sandi Tuhan.



Mimpi juga menambah pengetahuan vital, agar kita dapat memperbaiki

sikap terhadap seluruh kehidupan dan situasi nyata yang dihadapi, ungkap Bock lagi. Melalui mimpi, bawah sadar kita akan

memainkan tugas membimbing dan merencanakan, guna memberi arah lebih baik kepada sikap dan pendirian pikiran alam

sadar.



Alam pikiran sadar kita seringkali tidak mau atau tidak ingin memahami persoalan apa adanya. Namun, melalui

mimpi, kemampuan kita untuk menipu diri dan berpura-pura akan dijungkir balikkan, sehingga kita dihadapkan pada keadaan yang

sebenarnya.



Tepat apa yang dituliskan Pastor J. Darminta, Si, mimpi bisa mengungkapkan alam spriritual kita,

kerinduan dan perjumpaan kita dengan Allah, alam kejiwaan kita dengan segala pergulatan-pergulatan hidup, serta peristiwa dan

tindakan hidup kita sehari-hari.



Perlu dipahami, mimpi merupakan salah satu bentuk bahasa hidup, seperti halnya

bahasa rasa, bahasa hati, bahasa budi, bahasa rohani, bahasa tubuh, dan sebagainya. Sejak zaman para nabi dulu mimpi telah

diyakini sebagai salah satu cara Tuhan menyampai pesan.



Melalui mimpi, menurut Bock, Allah hendak bergaul dengan

manusia dan menuangkan nilai-nilai baru, kekuatan, dan kasih sayang yang berlimpah ke dalam hati kita.



Perhatikan

waktunya

Mengutip Darminta, SJ, ada tiga macam mimpi berdasarkan waktu menurut orang Jawa, yaitu:



1. Titi onyi

(21.00-24.00).

Mimpi pada jam ini dapat dipahami tidak memiliki arti khusus, kecuali menunjuk pada pengaruh pengalaman

hidup sebelum tidur. Biasanya isi mimpi berkaitan dengan peristiwa hidup yang terjadi sebelumnya atau sisa masalah ketika masih

terjaga.



2. Gondo onyi (24.00-03.00).

Mimpi pada jam ini menunjuk pada kualitas kejiwaan kita dalam mengarungi

kehidupan, menyingkapkan apa yang tersembunyi di dalam diri kita agar diketahui, diterima, diolah. Jika diketahui sebagai

gangguan hendaknya segera dapat disingkirkan, namun jika dirasakan sebagai dukungan sebaiknya diterapkan dalam

kehidupan.



3. Puspa tajam (03.00-06.00).

Mimpi pada jam ini diyakini mengungkapkan adanya keterlibatan Allah,

dan kita ditantang untuk mengenal suara, ajakan, dan pesan kehadiran Allah.



Mendoakan mimpi

Karena mimpi

merupakan bahasa simbol dari Tuhan, saran Wolfgang Bode, sebaiknya kita meresponnya secara tepat. Caranya:



* Buat

judul.

Pilih kata-kata, biarkan judul itu muncul spontan. Bila perlu, tanya mimpi itu, "Judul mana yang kau

inginkan?"



* Buat tema.

Catatlah teman pokok atau masalah utama yang muncul dalam mimpi Anda. Bila mimpi Anda

memuat lebih dari satu tema, urutkan tema-tema itu menurut bobot yang Anda rasakan.



* Catat perasaan.

Perasaan

manakah yang paling menonjol dan kuat dorongannya dalam mimpi itu? Jika ada beberapa perasaan yang muncul berturut-turut,

catatlah semuanya.



* Panjatkan doa.

Bercakaplah dengan Tuhan mengenai teman dan perasaan Anda berkaitan dengan

mimpi. Mintalah jawaban dari Tuhan mengenai makna dan pesan lewat mimpi tersebut.



* Kesempatan

bersemadi.

Biarkan seluruh mimpi berikut tema, perasaan, dan orang-orang yang tampak di dalam mimpi berada bersama Anda.

Pilih satu kata kunci dan resapkan melalui metode mantra (kata itu dihirup bersama helaan napas).



* Buat

catatan.

Catatlah apa yang Anda alami selama menggumuli mimpi itu dalam suasana doa di hadapan Tuhan. Tuliskan cepat,

tanpa menilai apa yang muncul. Anda dilatih terbuka pada pola baru dalam berpikir dan bertindak, sesuai apa yang

muncul.



* Tinjau kembali.

Malam hari, baca dan tinjau kembali mimpi dan doa serta sahutan Anda terhadap mimpi

itu. Perhatikan bagaimana semua itu membantu Anda menemukan makna dan petunjuk arah yang termuat dalam mimpi, supaya bisa

memilih dan menjalankan pola hidup

Anda.(MW)



sumber:

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/13420323/Mimpi..Bahasa.Sandi.Tuhan

dilihat : 266 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution