Sabtu, 19 Oktober 2019 08:42:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520149
Hits hari ini : 457
Total hits : 5030050
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Massa FPI Geruduk Kantor Jawa Pos






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 04 September 2009 00:00:00
Massa FPI Geruduk Kantor Jawa Pos
SEKITAR 150 orang yang mengaku anggota

Front Anti Komunis mendatangi kantor redaksi Jawa Pos di gedung Graha Pena, Surabaya, kemarin. Pengunjuk rasa, sebagian besar

memakai atribut putih-hitam bersimbol Front Pembela Islam (FPI), mendesak pemilik Grup Jawa Pos, Dahlan Iskan, meminta maaf

kepada umat Islam dan bangsa Indonesia.



"Dahlan Iskan menulis opini sepihak dari Soemarsono," kata Muhammad Ibrohim,

Ketua Gerakan Nasional Patriot Indonesia Jawa Timur, yang juga koordinator aksi. "Padahal kita tahu, Soemarsono itu mantan

gubernurnya PKI (Partai Komunis Indonesia)."



Ketua Front Pembela Islam Jawa Timur, Moch. Haidar, mengatakan Jawa Pos

telah mengebiri kepentingan umat Islam dengan menurunkan tulisan mengenai pemikiran Soemarsono. "Karena itu, Dahlan harus

meminta maaf," kata dia.



Saat unjuk rasa, massa membentangkan berbagai spanduk, antara lain bertulisan "Soemarsono

PKI". Massa juga membakar koran Jawa Pos dan buku Revolusi Agustus yang ditulis Soemarsono.



Dahlan membuat tulisan

berjudul "Soemarsono, Tokoh Kunci dalam Pertempuran Surabaya". Tulisan dimuat secara berseri di harian Jawa Pos berdasarkan

hasil wawancara dengan Soemarsono, yang kini bermukim di Sydney, Australia.



Dalam tulisannya, Dahlan menyebut

Soemarsono sebagai tokoh utama pertempuran Surabaya (1945) yang masih hidup. Dia dianggap berjasa menjadikan Surabaya sebagai

Kota Pahlawan.



Disebutkan pula, Soemarsono adalah tokoh utama Peristiwa Madiun 1948. Jabatannya dalam struktur

pemerintahan yang dipimpin Muso dan Amir Syarifudin itu adalah gubernur militer.



Selain mengutuk tulisan Jawa Pos,

para demonstran menyayangkan upaya Dahlan mendatangkan Soemarsono ke Indonesia. Mereka pun tidak bisa menerima upaya Dahlan

mengantarkan Soemarsono ke daerah Takeran, Madiun, untuk meminta maaf kepada para korban konflik 1948. Sebagian anggota

keluarga Dahlan juga korban peristiwa berdarah itu.



Pemimpin Redaksi Jawa Pos Leak Kustia dan Ketua Dewan Redaksi

Muhammad Elman menolak meminta maaf sebagaimana dituntut oleh pengunjuk rasa. Jawa Pos memilih menyediakan halaman khusus untuk

menampilkan pendapat koordinator aksi. "Silakan saja, kami akan wawancara tokohnya agar berimbang," kata

Leak.(MW)



sumber:

http://www.perisai.net/serbaserbi/massa_fpi_geruduk_kantor_jawa_pos

dilihat : 450 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution