Sabtu, 10 Desember 2016 19:39:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan pelayanan anda kami liput? silahkan kabari kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Oikoumene
"Oikoumene" sebagai sebuah terminologi khas dalam khazanah Kekristenan sering dipahami sebagai sebuah kondisi atau tujuan akhir akan suatu keadaan ideal yang diinginkan.



Pengunjung hari ini : 1383
Total pengunjung : 55660
Hits hari ini : 9318
Total hits : 707638
Pengunjung Online : 22
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Muhammadiyah: Bukan Nasionalisme Marah-marah




SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 29 Agustus 2009 00:00:00
Muhammadiyah: Bukan Nasionalisme Marah-marah
SURABAYA, KOMPAS.com -

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai emosi berlebihan yang ditunjukan bangsa Indonesia menyikapi klaim

Malaysia terhadap budaya dan daerah Indonesia merupakan bentuk kecemburuan peradaban. Padahal nasionalisme kita seharusnya

bukan nasionalisme marah-marah.



"Kita marah, emosi hingga melakukan hal ekstrem untuk menunjukkan nasionalisme kita.

Tapi itu sebetulnya kecemburuan peradaban," ujar Din ketika membuka acara kajian Ramadhan Muhammadiyah bertema Membangun Visi

dan Karakter Bangsa di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (29/8).



Kecemburuan peradaban, lanjut Din, menunjukkan

sikap kita yang tidak menerima negara lain lebih maju daripada bangsa sendiri. "Padahal tuntutan nasionalisme kita lebih dari

itu, melainkan bagaimana mencari karakter bangsa yang kini mulai memudar di tengah himpitan globalisasi, nodernisme, dan

euforia reformasi," katanya.



Din menyadari sulitnya menemukan kembali ke-Indonesia-an ketika cita-cita nasional

mulai terdistorsi. Atas dasar itu, Muhammadiyah sebagai salah satu elemen bangsa dan gerakan intelektual ikut bertanggungjawab

atas kemunduran bangsa ini.



Muhammadiyah juga harus mengevaluasi diri terutama memasuki abad baru. "Tidak mungkin

Muhammadiyah yang seratus tahun lalu bisa tetap sama dengan yang sekarang," katanya.



Revitalisasi Muhammadiyah

sebagai bagian dari masyarakat madani ini menjadi agenda penting bagi Muhammadiyah yang akan melaksanakan Mukatamar ke-46 di DI

Yogyakarta, Juli 2010. Acara itu juga menjadi abad baru bagi Muhammadiyah yang genap berusia 100 tahun pada tahun

ini.



Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim, Prof Syafiq Mughni juga menilai Muktamar yang digelar tahun depan

merupakan yang paling strategis daripada muktamar-muktamar tahun sebelumnya. "Relevansi Muhammadiyah sebagai gerakan dakawah

dan intelektual di tangah persoalan politik dan budaya akan kian dipertanyakan,"

ujarnya.(MW)



sumber:

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/29/18483634/Muhammadiyah.Bukan.Nasionalisme.Ma

rah-marah

dilihat : 225 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution