Kamis, 20 Juni 2019 07:50:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 108
Total pengunjung : 515096
Hits hari ini : 700
Total hits : 4728101
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gubernur: Tak Ada Penjualan Pulau di Mentawai






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 27 Agustus 2009 00:00:00
Gubernur: Tak Ada Penjualan Pulau di Mentawai
Padang, (tvOne)



Gubernur Sumatra Barat (Sumbar),

Gamawan Fauzi menyatakan tak ada penjualan pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagaimana yang dihebohkan tiga hari

terakhir, hanya pengelola resort yang ingin menjual sahamnya.



"Saya sudah cek ke Bupati Mentawai, bahkan Kamis pagi

Wakil bupati setempat menyampaikan tak ada penjualan pulau di Mentawai, hanya saham resort yang ingin dijual," kata gubernur

kepada wartawan di Padang, Kamis.



Tiga pulau diisukan dijual melalui situs internet itu, meliputi Pulau Macaroni

yang terdapat di Pagai Utara ditawarkan 4 juta dolar dengan luas 14 hektar. Resort Siloinak terdapat di Siberut Selatan

dihargai 1,6 juta dolar luas sektiar 24 hektar, sedangkan resort Kandui juga di Siberut Selatan ditawarkan 8 juta dolar. Pulau

Kandui dengan luas sekitar 26 hektar memiliki tujuh kotek atau sekitar 250-300 wisatawan asing mengunjungi/musim atau selama

tujuh hingga delapan bulan.



Gamawan menjelaskan, pengelolaan resort pada tiga lokasi tersebut, yakni Macaroni,

Kandui dan Siloinak berkerjasama antar pengusaha Asing dengan pengusaha lokal. Namun, yang ingin dijual pengelolanya bukan

bukan pulau tetapi saham resortnya karena di resort Siloinak berdasarkan informasi ada perbedaan pandangan antara pemilik saham

lokal dengan Mr. G warga negara Perancis tersebut.



Menurut Pemda Mentawai, kata Gubernur, sejak setahun terakhir

pengelola resort di Siloinak tak lagi aktif melayani kepentingan-kepentingan resort. Jadi kemungkinan pengelola resort yang ada

ingin untuk mengembalikan saham dan mendapatkan dana untuk menyelesaikan masalah internalnya sehingga ditawarkan resort tetapi

bukan menjual pulau.



Namun, dalam rangka penjualan resort tersebut untuk mendapatkan dana karena kepentingan saham

mereka tetapi dikatakan menjual pulau. "Kalau menjual pulau tak mungkin diberikan apalagi ke orang asing, terkait untuk

mengelola pulau saja ada prosedur dan Undang-undang yang mengatur di antaranya UU nomor 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah

Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil serta ketentuan lainnya," katanya.



Menurut Gamawan, untuk mengelola pulau saja

setidaknya ada enam persyaratan yang harus dipenuhi, selanjutnya baru diajukan ke Menteri Kelautan dan Perikanan

RI.



Makanya kembali ditegaskan, ini hanya sekedar penjual saham untuk resort dan bukan pulau. Soal masuknya asing

dalam pengelolaan pulau di Mentawai tak ada masalah karena ada ketentuannya. "Tak masalah ada pihak asing ikut mengelola karena

masuk investasi PMA (Penanaman Modal Asing) berkerjasama dengan pengusaha lokal sebagaimana prosedurnya,"

katanya.



Menyinggung ketika mereka ingin menjual sahamnya, gubernur menambahkan, boleh saja asal sesuai prosedur dan

tentu kesepakatan antar mereka tetapi bukan menjual pulau.



Terkait penjualan standar dollar serta kurangnya minat

pengusaha dalam negeri bergerak dalam bisnis surfing sehingga wajar ditawarkan melalui situs internet tertentu. "Saya sudah

melaporkan ke Mendagri dan Kamis (27/8) juga akan dibahas dengan Dirjen Kelautan dan Perikanan sehingga akan bisa dijelaskan

secara terang ke masyarakat," katanya.



Lebih lanjut gubernur menjelaskan, mengenai langkah pengawasan merupakan

bagian wilayah pemerinatah lokal Pemkab Mentawai.



Terkait, dua izin pengembangan resort permanen, namun resort

Siloinak baru izin sementara tetapi kalau bermasalah bisa dicabut oleh Pemda setempat. "Mengeluarkan izinnya Pemkab Mentawai

bukan Pemprov, karena terkesan menjual pulau sehingga menjadi heboh dan tentu harus disikapi bersama,"

katanya.



Kesempatan itu gubernur Sumbar juga menjelaskan selain tiga resort yang dikembangkan melibatkan pihak

asing, juga terdapat dua lagi dikelola pengusaha asal Australia dengan pengusaha lokal di Pulau Tua Pejat Mentawai, dan satu di

Pulau Cubadak kawasan Perairan Kabupaten Pesisir

Selatan.(MW)



sumber:

http://www.tvone.co.id/berita/view/21312/2009/08/27/gubernur_tak_ada_penjualan_pulau_di_me

ntawai

dilihat : 434 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution