Jum'at, 18 Oktober 2019 20:16:25 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520147
Hits hari ini : 1584
Total hits : 5029198
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Terpaksa Bakar Ban untuk Penerangan Tarawih






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 24 Agustus 2009 00:00:00
Terpaksa Bakar Ban untuk Penerangan Tarawih
BENGKULU, KOMPAS.com Krisis BBM di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, semakin parah,

bahkan untuk penerangan saat tarawih masyarakat harus membakar ban di halaman masjid.



"Krisis BBM sangat parah.

Untuk tarawih saja masyarakat harus membakar ban mobil di depan masjid guna mendapat penerangan," kata Koordinator Kepala Adat

Enggano Rafli Zen Kaitora saat dihubungi, Senin (24/8).



Krisis BBM di pulau yang berjarak 90 mil dari Kota

Bengkulu itu sudah terjadi sejak sebulan terakhir karena pasokan BBM terakhir masuk pada 28 Juni 2009. Kondisi ini terjadi

merata di lima desa di pulau tersebut, yakni Desa Kahyapu, Desa Kaana, Desa Malakoni, Desa Meok, dan Desa Banjar Sari.





Pasokan BBM ke Pulau Enggano tersendat sejak kapal Feri Raja Enggano menjalani perawatan rutin di Jakarta. "Kapal mulai

docking di Jakarta sejak 17 Juli 2009. Sampai sekarang belum beroperasi hingga pasokan BBM terhenti," katanya.





Untuk mengantisipasi krisis tersebut, pihaknya berharap agar kapal perintis milik Syahbandar yang melayari Bengkulu-Pulau

Enggano sekali dalam 10 hari mengizinkan pengangkutan BBM ke pulau tersebut.



Apalagi, menghadapi bulan Ramadhan

ini, berbagai aktivitas masyarakat terhambat akibat krisis tersebut, termasuk kebutuhan BBM untuk melaut. Selain itu, pihaknya

berharap agar Syahbandar menambah jadwal pelayaran kapal perintis selama kapal feri Raja Enggano menjalani perbaikan

rutin.



Kebutuhan BBM untuk masyarakat Pulau Enggano sebanyak 15.000 liter per bulan dengan rincian 5.000 liter

bensin, 5.000 liter solar, dan 5.000 liter minyak

tanah.(MW)



sumber:

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/08/24/10342072/Terpaksa.Bakar.Ban.untuk.Penerangan.

Tarawih

dilihat : 447 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution