Senin, 16 September 2019 22:12:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520099
Hits hari ini : 9875
Total hits : 4956653
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -ASI Dapat Cegah Kenakalan Anak






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 22 Agustus 2009 00:00:00
ASI Dapat Cegah Kenakalan Anak
JAKARTA,

KOMPAS.com Pemberian air susu ibu (ASI) tak hanya dapat mencerdaskan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Pemberian ASI

juga dapat mengurangi kenakalan pada anak.



Beberapa penelitian menunjukkan anak yang tidak diberi ASI lebih agresif

dari anak yang diberi ASI. "Saat anak menangis untuk disusui dan ibu memberikannya, maka terjalinlah basic trust. Dari basic

trust itulah anak belajar percaya pada orang lain," kata Prof dr Rulina Suradi SpA (K), IBCLC dari Perhimpunan Perinatologi

Indonesia, kepada kompas.com, saat dihubungi, Sabtu (22/8).



Selain itu, kata dia, basic trust membantu anak tumbuh

sebagai individu yang percaya diri sehingga tidak agresif saat berinteraksi dengan teman sebayanya. Sebaliknya, anak yang tidak

diberi ASI tidak mempunyai basic trust dan kepercayaan diri.



"Anak yang tidak mempunyai kepercayaan diri akan

bersikap agresif. Setiap ada kesempatan pasti ia akan berusaha merebutnya dengan segala cara. Itu juga disebabkan karena ia

tidak percaya pada orang lain," papar dia.



Selanjutnya, Rulina menuturkan, sebuah penelitian yang dilakukan pada

anak-anak jalanan di Amerika menunjukkan, kebanyakan dari mereka tidak mendapat ASI. Anak-anak jalanan tersebut tumbuh menjadi

anak yang nakal dan agresif.



Dikatakannya, pemberian ASI yang paling baik adalah secara ekslusif, yaitu sejak bayi

lahir sampai berumur enam bulan. Setelah itu dianjurkan memberikan makanan yang sesuai sampai dua tahun. "Hanya makanan

pendamping, ASI masih tetap diberikan," ujarnya.



Lantas bagaimana jika seorang ibu tidak dapat memproduksi ASI?

Menurut Rulina, hal tersebut bukanlah suatu permasalahan. Saat ini banyak cara untuk menstimulasi ASI, bisa dengan obat atau

berbagai cara lainnya.



Selain itu, secara teoritis tidak ada ibu yang tidak dapat mengeluarkan ASI. Dari 1.000 ibu,

mungkin hanya satu yang benar-benar bermasalah. Tidak keluarnya ASI dapat disebabkan rasa kurang percaya diri pada sang ibu.

"Kalau bisa hamil dan melahirkan pasti bisa menyusui, itu sudah satu paket. Semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak yang

dihasilkan," urai Rulina.



Meski ASI penting, kata dia, diperlukan cara lain untuk mencegah kenakalan pada anak. Pola

asuh orangtua dan lingkungan juga harus mendukung. "Diperlukan suatu sinergi, dengan begitu tumbuh kembang anak akan semakin

optimal,"

tukasnya.(MW)



sumber:

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/08/22/12521195/ASI.Dapat.Cegah.Kenakalan.Anak

dilihat : 447 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution