Rabu, 18 Juli 2018 15:47:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 166
Total pengunjung : 406560
Hits hari ini : 1297
Total hits : 3706378
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gerejaku Sayang Gerejaku Malang






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 21 Juli 2009 00:00:00
Gerejaku Sayang Gerejaku Malang
Gedung Gereja HKBP Waru-Sidoarjo tidak dapat digunakan untuk beribadah



Setiap orang pasti menginginkan yang

terbaik dalam hidupnya, baik secara lahir maupun batin, demikian juga dengan ruas (jemaat) HKBP Waru-Sidoarjo, kami

menginginkan agar dapat beribadah dengan tenang dan aman, tapi sampai saat ini kami belum bisa merasakan hal tersebut walaupun

kami telah memiliki gedung Gereja yang berlokasi di daerah desa Tambak Sawah, Rt 4/2 Kec. Waru, Sidoarjo. Entah kapan keingin

kami ini dapat terwujud.



Kendala dari HKBP Sidoarjo adalah perijinan yang sampai saat ini belum dapat dari pemkab

sidoarjo. Sudah tak terhitung usaha yang telah ditempuh oleh para panitia pembangunan gereja, bekerjasama dengan pendeta dan

majelis gereja demi mendapatkan ijin tersebut.



Setelah beberapa tahun belum mendapatkan ijin, akhirnya diputuskan

bahwa jemaat Sidoarjo akan tetap memasuki gereja tersebut pada hari Minggu, 21 April 2008.



Pagi itu cuaca sangat

cerah, seolah-olah ikut merasakan suasana hati kami yang sedang riang gembira. Saya sendiri membayangkan bahwa inilah saatnya

kami memulai babak baru, kami akan bisa beribadah dengan tenang, tanpa harus berpindah-pindah (menyewa) dari satu tempat ke

tempat lain, tapi apa daya, belum sampai di dalam gereja, saya dan keluarga melihat sudah banyak warga berkumpul yang tidak

tahu dari mana asalnya, walaupun mereka mengatasnamakan penduduk sekitar.



Pada saat itu, suasana sangat mencekam

karena banyaknya teriakan yang menghujat, bahkan ada yang berteriak-teriak bakar....bakar....bakar, teriakan tersebut sangat

membuat kami ketakutan, karena saat itu juga banyak anak sekolah minggu yang tidak tahu apa-apa menangis melihat kebringasan

warga. Melihat hal ini dada terasa sangat sesak menahan kepedihan hati, atas perbuatan mereka saat itu, apalagi saya perhatikan

aparat yang menjamin bahwa kami bisa memasuki gereja kami tersebut, tidak berbuat banyak, bahkan ketua panitia pembangunan

gereja yang kami sangat hormatipun, didorong-dorong oleh pendemo yang notabene adalah suruhan orang tertentu yang tidak

menginginkan kami beribadah disana. Tanpa ada perlawanan, jemaatpun meninggalkan tempat itu, dengan hati yang gundah gulana,

tanpa kata yang terucap, hanya tetesan airmata.



Bila dilihat dari tata letak gereja HKBP Waru-Sidoarjo, kami merasa

bahwa kami tidak mengganggu warga sekitar, karena greja kami tersebut agak terpencil dan "MEWAH" alias mepet sawah, kita

memandang ke kiri, kanan dan ke belakang yang terlihat adalah sawah, apalagi dimalam hari hanya suara jangkrik dan kodok yang

bersahut-sahutan terdengar disana.



Setelah kami tidak diperbolehkan untuk mempergunakan gedung gereja kami tersebut

untuk ibadah, maka dengan kekecewaan kamipun kembali ke Gedung Pramuka Kompleks TNI-AL (yang kondisinya sudah sangat

memprihatinkan) yang berlokasi di desa pulungan, Juanda yang biasa dipakai untuk tempat perkemahan

pramuka.





Setelah satu tahun berlalu, atas keputusan bersama antara pengurus gereja, jemaat dan pihak-pihak

terkait, pada Minggu, 19 April 2009, kami mencoba kembali untuk memasuki gereja kami dan akan mengadakan kebaktian minggu,

pukul 09:00, tapi apa daya, usaha kedua inipun juga gagal lagi. Kapolres Sidoarjo juga telah memprakarsai pertemuan Pengurus

Gereja HKBP dengan Muspida. Walaupun sampai saat ini belum ada kepastian. Namun kamipun tetap setia dalam beribadah pada ibadah

Minggu, pukul 9:00 di Gedung Pramuka Juanda. Koor ibu-ibu dan Koor bapak-bapak tetap setia melantunkan pujian demi kemuliaan

namaNya. Kegiatan sekolah minggupun tetap berjalan seperti biasa. Mereka tetap bernyanyi, bersukacita, walaupun mereka duduk

beralaskan tikar di gedung lain yang kondisinya lebih parah dari gedung yang kami pakai untuk ibadah minggu (Gedung Pramuka

Juanda).



Terus terang, ada sebagian jemaat yang kesetiaannya telah luntur, dan hal itu saya rasa sangatlah wajar,

karena setiap orang memiliki titik jenuh, namun demikian masih banyak yang tetap setia berharap dan berusaha, menanti dan

berdoa, memohon kepastian yang sampai saat ini belum jelas.



Entah kapan kami bisa menempati gereja kami tersebut,

dan entah apa tindakan selanjutnya dari pemerintah kabupaten sidoarjo yang menjanjikan akan merelokasi tempat peribadahan kami.

Kami hanya menyerahkan kepada Dia, Yesus Juruslamat dan penolong kita yang selalu setia. Akhir kata saya tuliskan disini, mohon

dukungan doa dari siapapun yang membaca tulisan ini, agar Tuhan memberi yang terbaik buat kami, Jemaat HKBP Waru,

Sidoarjo.



Dikirim Oleh : Revianna Dairi Manullang

dilihat : 280 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution