Senin, 24 September 2018 19:14:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 146
Total pengunjung : 422952
Hits hari ini : 1483
Total hits : 3896417
Pengunjung Online : 22
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tugas dan Pelayanan yang bersinggungan dengan otoritas






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 03 Juli 2009 00:00:00
Tugas dan Pelayanan yang bersinggungan dengan otoritas
Dalam Lukas 9:1-9, Lukas memberikan gambaran bagaimana para murid

mendapatkan kuasa dan otoritas dari Yesus Kristus untuk menyatakan Injil Kerajaan Allah dengan meneguhkan setiap pemberitaan

mereka dengan mengadakan banyak tanda dan mujizat. Mereka berjalan dari desa ke desa dengan kuasa dan otoritas Yesus Kristus

Tuhan yang ajaib. Masyarakat bersukacita dan memuji-muji Tuhan karena mereka merasakan lawatan yang luar biasa dalam kehidupan

mereka. Kenyataan yang terjadi akhirnya berita tersebut sampai ke Istana Herodes Antipas di Galilea.



Berita tentang

Injil Kerajaan Allah bergulir cepat, seiring dengan dikirimnya para murid untuk memberitakannya dan menyembuhkan serta mengusir

setan-setan yang menguasai sakit-penyakit, sehingga istana Herodes Antipas menjadi heboh. Kehebohan muncul karena banyak orang

melihat bahwa Yohanes Pembaptis telah muncul dan memberikan pemberitaan- pemberitaan tentang Kerajaan Allah disertai

tanda-tanda yang ajaib. Mereka melihat bahwa pelayanan Yohanes Pembaptis kali ini disebut-sebut ditambahkan dengan kuasa Elia

atau nabi-nabi yang lainnya, karena tanda-tanda dan mujizat yang menyertai.



Kegalauan muncul di istana Raja Herodes

Antipas, karena mereka tengah dikejutkan oleh pemberitaan bahwa Yohanes Pembaptis dengan tanda-tanda dan mujizat yang

menyertainya. Kegalauan ini terlihat karena mereka sudah menghukum Yohanes Pembaptis dengan memenggal kepalanya di suatu pesta

ulang tahun Raja Herodes di mana istrinya – melalui anaknya yang menarik di pandangan raja – telah memperdayai raja dengan

meminta kepala Yohanes Pembaptis untuk dipersembahkan di atas talamnya. Karena sudah mengangkat sumpat dan malu di hadapan

hadirin jamuan pesta yang ada, raja mengambil keputusan untuk melaksanakannya. Dan sekarang muncul Yohanes Pembaptis yang baru

– rumor di umum – dan disertai hal-hal yang besar, membuat hati raja dan para pengikutinya merasa bersalah dan menanggung beban

darah orang tidak bersalah menjadi lebih berat lagi. Maka raja mengutus orang kepercayaan untuk mencari tahu siapa sebenarnya

Yohanes Pembaptis yang baru itu dan bisakah raja bertemu dengannya. Segala upaya dilakukan untuk mendapatkan informasi dan

kesempatan-kesempat an untuk membawa Yesus bertemu dengan raja, karena raja sangat gusar dan ingin bertemu dengan-Nya serta

mencari kejelasan identitas dan menghilangkan kegalauan di istana Herodes Antipas.



Pengerahan orang-orang Herodes,

kekuatan-kekuatan intelejen dikerahkan dengan kekuatan penuh, untuk mencari informasi tentu disertai intimidasi dan upaya-upaya

paksa untuk menghadirkan Yesus ke istana dan menghadapkan Yesus pada Herodes. Upaya-upaya intelejen kerajaan tentu disertai

upaya-upaya paksa, karena keinginan mereka untuk menghilangkan kegusaran raja atas darah orang tidak bersalah yang telah mereka

tumpahkan. Tetapi Yesus, disebutkan oleh Lukas, sering menggunakan strategi dalam pelayanan-Nya, “Hit and Run” (datang dan

pergi), di mana setelah Yesus melayani dan menyembuhkan banyak orang, Dia beserta para murid segera pergi ke tempat-tempat

sunyi untuk berdoa, istirahat dan mengajar secara khusus bagi para murid, sehingga orang-orang raja Herodes Antipas tidak mampu

menjangkau-Nya.



Dalam pandangan Lukas yang demikian lengkap, terlihat dengan jelas bahwa pemberitaan Injuil dan

keberadaan gereja di Indonesia tidak lepas dari tugas dan panggilan gereja untuk membawa keselamatan kepada seluruh umat Tuhan

(Matius 28:19-20; Markus 16:16; 2Petrus 3:9). Tugas dan panggilan gereja untuk menyatakan Injil Kerajaan Allah di dalam Yesus

Kristus Tuhan seringkali diberitakan dengan penyertaan tanda-tanda dan mujizat, sehingga hal-hal yang besar menyertai. Dalam

laporan Sejarah Gereja di Indonesia dilaporkan dengan seksama bagaimana Injil sampai di bumi Nusantara, terlebih awal-awal abad

20, di mana Injil masuk dengan kekuatan-kekuatan yang lebih besar dibandingkan pemberitaan- pemberitaan sebelumnya. kuasa

penyertaan yang lebih besar bermunculan dan gelombang pertobatan masal disertai member diri dibaptis demikian banyak – bahkan

melibatkan satu kampong atau subsuku – dalam masyarakat, sehingga sebuah masyarakat tiba-tiba menerima Yesus Kristus sebagai

Tuhan dan Juruselamat mereka secara pribadi. Daerah-daerah Kristen yang ada sekarng di Indonesia memberikan bukti dengan jelas

bagaimana pemberitaan dan penyertaan kuasa tanda-tanda dan mujizat Allah menyertai mereka.



Di samping

pemberitaan-pemberitaan Injil Kerajaan Allah, masuknya Injil dalam masyarakat Indonesia disertai dengan perubahan-perubahan

kebudayaan yang cukup besar. Diberitakan bahwa daerah-daerah Kristen yang ada di Nusantara seringkali muncul sebagai

daerah-daerah yang memiliki kemajuan di bidang ilmu pengetahuan yang lebih – jika dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain –

karena pemberitaan Injil disertai dengan munculnya gereja serta sekolah yang dibiayai oleh organisasi-organisasi penginjilan

yang ada, sehingga modernisasi bermunculan. Demikian pula di masyarakat Papua dengan masuknya Injil membawa proses

perubahan-perubahan masyarakat sipil yang besar sekali.



Ketika pemberitaan Injil – dibarengi dengan kuasa dan

otoritas dari yang Mahatinggi – memunculkan perubahan-perubahan kea rah pemanusiaan manusia yang sesungguhnya menjadi

bersinggungan dengan kepentingan- kepentingan penguasa atau otoritas lainnya, karena pengaruh dan kepentingan-kepentingan

pribadi yang muncul, Yesus tetap memberitakan Injil dan menyatakan kasih dan kuasa ilahi untuk keselamatan manusia itu sendiri.

Bagi kenyakan orang modern menyebutkan bahwa strategi pelayanan Yesus, “hit and run”, tetapi Yesus tetap memberitakan dengan

kebiasaan yang Dia lakukan, yaitu memberitakan, mengajar, menjamah yang sakit dan melakukan tanda-tanda mujizat, kemudian Dia

bersama dengan para murid menyendiri untuk beristirahat, berdoa dan mengajar secara pribadi kepada para murid. Sesuatu yang

wajar saja, sampai waktu Allah datang, yaitu kematian di kayu salib membawa kesempurnaan pemberitaa Injil dan penebusan itu

sendiri.



Bersinggungan dengan kepentingan-kepentingan penguasa atau pemegang otoritas adalah wajar dan – sepertinya

– diijinkan oleh Allah untuk terjadi akselerasi (percepatan) pemberitaan Injil dan kuasa Allah dinyatakan. Perhatikan bagaimana

Daniel, Yeremia dan Yesus sendiri, sampai pada waktunya, bersinggungandengan otoritas semakin menyebar luaskan pemberitaan

Injil itu sendiri. Mengapa demikian? Karena sumber-sumber kekuasaan, tehnologi dan kemampuan untuk percepatan ada di

pemerintahan atau negara, sehingga sesuatu yang berkaitan dengan politik dan otoritas akan menjadi berita besar. Dan di sini

kekuatan Injil tersebar dengan kuat dan lebih cepat lagi.



Dalam tulisan kali ini, berkaitan dengan mendekatnya

pemilihan presiden 8 Juli 2009 mendatang, harus dipahami bahwa bersinggungan dengan otoritas – karena Injil – dalam sejarah

memberikan catatan tidak mungkin dihindari, karena di sana terletak semua percepatan pemberitaan Injil. Tersinggung atau risau

– seperti raja Herodes Antipas karena legitimasi religio politiknya tergoyahkan karene muncul Yohanes Pembaptis baru – adalah

tanda-tanda yang seringkali diijinkan, sehingga kekuatan kuasa ilahi semakin besar. Pertanyaan untuk renungan dan pergumulan

doa kali adalah apakah gereja – pemimpin dan umat – telah siap menghadapi percepatan dari kuasa ilahi? Sudahkah jemaat dan

keluarga pemimpin siap menghadapi goncangan yang diijinkan Tuhan untuk terbang lebih tinggi lagi?



Dengan kerinduan

yang mendalam, bahwa proses perubahan-perubahan yang demikian cepat terjadi di dunia politik, ekonomi, budaya dan sosial yang

ada akhir-akhir ini, kita harus terus berdoa bahwa perubahan-perubahan yang demikian cepat membawa gereja menyadari bahwa

mereka tidak boleh tinggal diam. Mereka harus memohon dan berseru supaya Roh Kudus bertiup lebih keras lagi, sehingga kuasa dan

kemampuan gereja siap menghadapi tantangan apa pun dan tetap berdiri pada kehendak Tuhan untuk Injil mampu merobah atau

mentransformasi masyarakat. Gereja harus bersiap – mau atau tidak – karena jaman bergerak ke arah yang Tuhan rindukan. Tuhan

memberkati.



Salam transformasi pasti terjadi!



Oleh : Agustinus Telaumbanua.

dilihat : 319 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution