Sabtu, 15 Desember 2018 17:20:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 174
Total pengunjung : 450777
Hits hari ini : 1148
Total hits : 4152586
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Surat Penggembalaan PGLII Dalam Rangka Pilpres 2009






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 27 Juni 2009 00:00:00
Surat Penggembalaan PGLII Dalam Rangka Pilpres 2009
SURAT

PENGGEMBALAAN



PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA (PGLII)



DALAM RANGKA

PEMILIHAN PRESIDEN RI 2009







Salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus,



Syukur kita panjatkan

ke hadirat Allah dalam Yesus Kristus Juru selamat dunia, yang oleh anugerah-Nya bangsa dan negara kita tetap mengalami pimpinan

dan penyertaan Tuhan dalam mengukir karya ditengah sejarah, khususnya dalam upaya untuk bangkit dan membebaskan diri dari

berbagai krisis yang mendera bangsa sejak beberapa tahun terakhir ini.



Dalam proses demokrasi, kita juga bersyukur

karena pemilu legislatif telah kita lalui dan berjalan relatif aman dalam arti tidak terjadi huru-hara seperti yang

dikhawatirkan banyak orang, walau disana-sini masih banyak masalah dan kontroversi.



Kristalisasi konstelasi politik

dalam Pemilu 2009 mengarah pada Pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli

2009.



Proses perjalanan politik untuk menemukan pasangan capres yang dianggap ideal melalui hiruk-pikuk pembangunan

koalisi yang alot, menegangkan dan mengkhawatirkan akhirnya menghentar tiga (3) pasangan capres dan cawapres yang akan berlaga,

mengadu visi dan misi “Membangun Bangsa 5 Tahun Kedepan” pada pentas Pilpres 2009 menuju RI 1.



Ketiga pasangan sudah

mendeklarasikan pasangannya sebagai pasangan yang terbaik, yang menyatakan siap dan mampu mengemban tugas membangun negeri.

Benarkah? Tentunya kita harus mengujinya dengan seksama dalam masa kampanye yang sedang berjalan dan pastinya mereka akan

berusaha dengan berbagai cara untuk meyakinkan rakyat Indonesia bahwa mereka layak untuk dipilih.



Kelihatannya masa

depan bangsa lima tahun kedepan sudah pasti ada ditangan salah satu pasangan dari mereka. Namun pilihan, sesungguhnya ada

ditangan rakyat dan sejatinya dikembalikan kepada rakyat pemilik kedaulatan yang diharapkan secara maksimal dapat menggunakan

hak pilihnya dengan baik, cerdas dan benar.



PGLII bersama dengan seluruh anggotanya (dan juga Lembaga-lembaga

keagamaan lainnya) yang Tuhan tempatkan di Bumi Indonesia, sangat menyadari akan tugas dan perannya sebagai “penjaga moral

bangsa” yang oleh karenya wajib menyampaikan pesan-pesan moral (suara kenabian) dalam koridor tugas penggembalaan dari seluruh

“domba-domba” Tuhan yang terfragmentasi dalam kepelbagaian di Bumi Indonesia tercinta ini. Pesan-pesan moral yang kami ingin

sampaikan adalah sebagai berikut :



Gereja dan umat Kristen di Indonesia yang merupakan bagian integral dari warga

bangsa adalah juga pemilik kedaulatan. Sejatinya Gereja dan umat Kristen Indonesia;



Harus memiliki kepedulian

terhadap bangsanya dan terlibat kuat dalam menentukan arah dan masa depan bangsa. Karena dalam kehendak-Nya umat Tuhan

ditempatkan Tuhan di Bumi Indonesia untuk maksud mulia, “menjadi Garam dan Terang”, menjadi berkat bagi

bangsanya.



Untuk maksud mulia tersebut umat Tuhan sekaligus menerima dua mandat dari sang Pencipta yaitu Mandat

Ilahi Pembangunan (Mandat Budaya, Fisikal) dan Mandat Ilahi Pembaharuan (Mandat Spiritual). Mandat Pembangunan adalah mandat

dari Allah kepada manusia sebagai warga negara apapun agamanya, untuk menjadikan dunia ini menjadi tempat yang baik untuk

dihuni (Kejadian 1:28, 2:15, 8:15 dan 9:17).



Gereja dan umat Kristen, sebagai warga bangsa dimanapun, dalam posisi

apapun dan dalam jabatan apapun harus bersikap proaktif dalam kehidupan barbangsa dan bernegara untuk mewujudkan karya dan

kemampuan hidup bersama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, seperti yang disampaikan oleh Nabi Yeremiya, “Usahakanlah

kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah

kesejahteraanmu” (Yeremia 29:7).



Dalam rangka Pilpres 8 Juli 2009, warga gereja seyogyanya, tidak boleh Golput

tetapi Harus Menggunakan Hak Pilih Dengan Cerdas dan Benar Karena Pilihan Saudara turut Menentukan Masa Depan

Bangsa.



Pesan Firman Tuhan dalam memilih seorang pemimpin adalah sebagai berikut :



Pilihlah dia, “...yang

berlaku tidak tercela, yang melakukan yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hati” (Mazmur

15:2).



Pilihlah dia, “…yang berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah” (Mikha

6:8).



Pilihlah dia, “…yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan benci kepada pengejaran

suap…” (Keluaran 18:21).



Pilihlah dia, “…yang terpanggil untuk mengelola, memelihara dan melestarikan kehidupan”

(Kejadian 1:26-28).



Berdasarkan pesan-pesan moral tersebut diatas dan mengacu pada Tema Kongres Nasional IX

“Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa” dan Sub Tema, “Menegakkan Kebenaran dan Keadilan untuk Membangun Masyarakat Sejahtera

Yang Demokratis dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila”. Kami menyerukan agar saudara-saudara,

dalam kehendak dan bimbingan-Nya menggunakan Hak Pilih saudara dengan Cerdas dan Benar pada Pilpres 8 Juli

2009:



Pilihlah pemimpin yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :



Memiliki spiritualisme yang tinggi

(Spirit of excellent).



Memiliki intelektualitas yang mampu bersaing.



Memiliki kualitas moral yang

terpuji.



Memiliki ideologi yang teruji.



Memiliki kejujuran dan tanggung jawab.



Pilihlah

pemimpin yang berjuang di jalan yang benar, Benar dalam Berpikir, Benar dalam Berbicara dan Benar dalam

Bertindak:



Memperjuangkan kemajuan bangsa tanpa membedakan agama, suku dan bahasa.



Mendengar, menyuarakan

dan memperdulikan aspirasi rakyat.



Membawa semangat toleransi dan solidaritas untuk semua agama, suku dan

golongan.



Melindungi hak-hak minoritas dan seluruh agama-agama di Indonesia.



Menolak diskriminasi apapun

bagi sesama anak bangsa.



Secara tegas mempertahankan NKRI, Pancasila, UUD 1945, Persatuan dan Kesatuan

Bangsa.



Pilihlah pemimpin yang memberi jaminan:



Terwujudnya kehidupan politik yang makin

demokratis.



Pembangunan yang mensejahterakan seluruh rakyat.



Adanya kepastian hukum dan rasa aman dalam

kehidupan bermasyarkat.



Penegakan dan penghargaan terhadap HAM, Kebebasan dan perlindungan dalam menjalankan ajaran

agama termasuk didalamnya kebebasan dalam mendirikan rumah ibadah.



Pilihlah pemimpin yang secara jelas dan tegas

mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 sebagai Falsafah dan Dasar Negara (bukan ideologi lain).



Pilihlah pemimpin,

yang secara tegas mempertahankan dan memperjuangkan konstitusi negara (UUD 1945) serta menolak Undang-undang dan Perda-perda

diskriminatif yang bertentangan dengan konstitusi dan perundang-undangan diatasnya. (Memiliki komitmen yang kuat untuk

melakukan perubahan selaras dengan konstitusi).



Akhirnya kami menyerukan dan mengajak seluruh warga gereja khususnya

kaum Injili di Indonesia, berdoa bagi bangsa dengan permohonan tulus dan sarat harap, “Tuhan karuniakan kepada bangsa kami,

Pemimpin yang takut akan Tuhan, yang berjuang dijalan yang benar, yang berlaku tidak tercela, yang melakukan apa yang adil dan

mengatakan kebenaran dengan segenap hati” (Mazmur 15:2). Saudara-saudara yang Tuhan Kasihi, hendaklah kita semua teguh dalam

perjuangan, kiranya Tuhan menolong kita (1 Korintus 15:18; 1 Samuel 7:12) agar keadilan dan kebenaran berlaku dalam kehidupan

masyarakat, bangsa dan negara.



Tuhan membimbing saudara-saudara dalam menentukan pilihan yang tepat dan benar bagi

bangsa yang kita cintai ini. Tuhan memberkati.



Jakarta, 25 Juni 2009



Pengurus Pusat Persekutuan

Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PP PGLII)



Pdt. DR. Nus Reimas

Ketua Umum



Pdt.

Drs. Ign. Dachlan Setiawan,MA

Wakil Sekretaris Umum

dilihat : 265 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution