Senin, 16 Juli 2018 23:32:55 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 153
Total pengunjung : 406089
Hits hari ini : 1803
Total hits : 3701473
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jangan Tunggu Bangun dan Berjalanlah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 23 Juni 2009 00:00:00
Jangan Tunggu Bangun dan Berjalanlah
"Percayalah, hai anakku, dosamu sudah diampuni.” Matius 9 :

2b.



Ketika Yesus sedang mengajar, tiba-tiba atap rumah tempat IA mengajar terbuka. Dan dari atas tampaklah 4 orang

menurunkan tilam ke hadapan Yesus. Tilam itu berisi manusia. Ia terbaring lemah tanpa daya. Orang ini lumpuh.



Yesus

memandang mereka. Ia melihat iman yang luar biasa dalam diri mereka. Bagaimana tidak? Untuk menemui Yesus saat itu sangat tidak

mudah. Tempat Yesus mengajar dipenuhi oleh orang-orang yang berkerumun sampai menutup jalan masuk.Bagaimana mungkin menerobos

kerumunan orang sebanyak itu? Tidak ada cara lain selain melalui atap, pikir mereka.Mereka berani mengambil resiko jatuh dari

atap dan dimarahi oleh yang punya tempat, hanya demi menemui Yesus. Demi kesembuhan temannya apapun mereka lakukan. Luar biasa

sekali orang-orang ini.



Apa tindakan Yesus selanjutnya? Tiba-tiba Yesus berkata kepada orang yang lumpuh itu

demikian ”Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni.”



Mereka saling berpandangan. Aneh sekali Yesus ini, pikir

mereka saat itu. Mereka berharap saat itu Yesus berkata, ”Hai anakKu, sembuhlah.” Kok Yesus malah berkata dosamu sudah

diampuni. Kata-kata Yesus itu membingungkan. Seperti Jaka Sembung naik ojek alias nggak nyambung jek.Asli tulalit jreng, begitu

gumam mereka seandainya mereka hidup di jaman ini.



Mengapa jawaban Yesus berbeda dengan harapan mereka? Yesus kan

lihat sendiri bahwa orang itu membutuhkan kesembuhan bukan pengampunan. Kok jadi gini?Mungkin begitu yang berkecamuk di dalam

hati mereka. Mungkin begitu juga sikap kita ketika kita menerima jawaban doa yang berbeda dengan yang kita harapkan. Bingung,

bertanya-tanya dan mungkin bersungut-sungut.



Sebenarnya Yesus bisa saja berkata, ”Sembuhlah!” namun Yesus tahu

kebutuhan terbesar orang yang lumpuh ini adalah pengampunan dosa. Yesus tahu persis bahwa penyebab kelumpuhan orang ini adalah

dosa.



Daud mengakui bahwa dosalah yang membuat ia sakit-sakitan : tidak ada yang sehat pada dagingnya, tidak ada

yang selamat pada tulang-tulangnya dan membuat tulangnya menjadi gemetar. Kepalanya seperti mau pecah karena ditindih oleh

beban yang demikian berat dan merana.



”Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena amarahMu, tidak ada yang

selamat pada tulang-tulangku oleh karena dosaku; sebab oleh kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya seperti beban berat

yang menjadi terlalu berat bagiku.” ( Mazmur : 38 : 4 ).



”Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murkaMu, dan

janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarahMu. Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN. Sebab

tulang-tulangku gemetar.” ( Maz 6 : 2,3 ).



Kembali ke soal jawaban Yesus yang berbeda itu. Apa respon orang itu

mendengar jawaban Yesus? Tidak bergerak. Begitupun dengan teman-teman yang mengantarnya. Tidak ada yang bergerak. Mungkin

mereka saling berpandangan atau sedang memandangi Yesus, menanti 'aksi' Yesus selanjutnya. Tidak ada yang memuliakan Allah

saat itu. Namun ketika Yesus berkata, "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" maka orang yang lumpuh

itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub

lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat." (Markus 2 : 11,12).



Orang itu tidak takjub

ketika Yesus mengampuni dosa orang yang lumpuh itu. Mengapa? Karena buat mereka pengampunan dosa itu bukan hal yang

spektakuler. Hanya ahli Taurat yang menganggap Yesus melakukan dosa yang spektakuler yaitu menghujat Allah dengan mengatakan

demikian.



Markus 2 : 6,7

Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam

hatinya:"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah

sendiri?"



Kita baru takjub dan memuliakan Allah ketika kita mendapatkan jawaban yang spektakuler atau extra ordinary

dalam hidup kita. Kita baru memuliakan Allah ketika kita mendapatkan jawaban doa yang sesuai dengan harapan kita. Tetapi ketika

doa itu terjawab lain, kita cenderung bungkam. Mulut kita terasa berat untuk memuji Allah.Tetapi sesungguhnya di balik jawaban

yang sepertinya tidak mengenakkan di hati kita itu, tersimpan rencanaNya yang demikian indah.



Kita tidak benar-benar

tahu apakah yang kita minta itu benar-benar baik atau tidak, berguna atau tidak, membangun atau tidak. Kita bahkan tidak

benar-benar tahu apakah itu yang benar-benar kita butuhkan atau tidak.



Mari kita belajar bersyukur kepada Tuhan

atas apapun jawaban yang Tuhan berikan atas doa-doa kita. Yakini saja itulah yang paling terbaik untuk kita. Waktu yang akan

membuktikannya. Jangan tunggu Tuhan berkata bangun dan berjalanlah baru kita menjadi takjub karenanya. Tuhan Yesus

memberkati.



Penulis : Triana Eva Christine Rindu.

dilihat : 225 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution