Kamis, 19 Juli 2018 01:13:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 274
Total pengunjung : 406670
Hits hari ini : 2350
Total hits : 3707431
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Fokus Pada Tugas dan Pelayanan Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 13 Mei 2009 00:00:00
Fokus Pada Tugas dan Pelayanan Gereja
PERINTAH AGUNG



MATIUS 28

:18-20 :



Ayat 18 :Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di

bumi.



Ayat 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak

dan Roh Kudus,



Ayat 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.. Dan

ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."





Markus 13 : 10 Tetapi Injil harus

diberitakan dahulu kepada semua bangsa



YOHANES 20 : 21, Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu!

Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."





YOHANES 13 : 13 -15



Ayat

13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.



Ayat 14 Jadi jikalau

Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;



Ayat 15 sebab Aku

telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat

kepadamu.





YOHANES 20 : 21



Ayat 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama

seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."





I KORINTUS 6 : 17



Ayat 17

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.





I KORINTUS 6 : 19 -

20



Ayat 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu

peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?



Ayat 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah

lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!





II KORINTUS 5:17



Ayat 17 Jadi siapa

yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah

datang.





II KORINTUS 5:15



Ayat 15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang

hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk

mereka.





I PETRUS 1 : 18 - 19



Ayat 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu

yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau

emas,



Ayat 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak

bernoda dan tak bercacat.





YAKOBUS 4: 4



Ayat 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah

kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini,

ia menjadikan dirinya musuh Allah.





ROMA 10:17



Ayat 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan

pendengaran oleh firman Kristus.





LUKAS 11:17



Ayat 17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu

berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti

runtuh.





Kesimpulan :



Semua orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat berarti

telah menjadi milik Yesus Sang Penebus dan menjadi pekerja atau pelayan Tuhan, bekerja dan melayani Tuhan bukan hanya sebatas

dalam lingkup gereja seperti jadi : Pendeta, majelis, singer/paduan suara, organis dll. tetapi disemua bidang pekerjaan,

disegala tempat/situasi/kondisi/usaha/pekerjaan/sekolah kita harus bekerja, melayani, berpikir, bertindak, bertutur sesuai

dengan ajaran dan kehendak Yesus Tuhan kita.



Sebelum kita pergi memberitakan Injil, menjadi pekerja dan pelayan

Tuhan maka kita harus belajar, dilatih agar bisa mengerti kehendak Allah, mengerti akan Firman Tuhan, mengerti akan Keteladanan

Yesus. Seorang prajurid yang tangguh harus terus berlatih dan berlatih, belajar dan belajar.



Yesus menitik beratkan

perananNYA sebagai seorang guru, yang memberi pengajaran, didikan, dan keteladanan. Yesus mengetahui bahwa semua umat manusia

memerlukan waktu untuk belajar, ada tahapan atau prosesnya, kita harus mengerti terlebih dahulu baru bisa menerapkannya dalam

kehidupan kita. Oleh sebab itu Yesuspun mengingini kita bisa menjadi guru yang berbicara untuk mendidik, mengarahkan dan

meneladani, tidak ada guru manapun yang bekerja menggunakan doa, mereka harus berhadapan dengan murid, berbicara, mendidik,

mengajar. Bukan malah meminta Tuhan yang mengajar.



Karena kita sebagai orang yang ditebus, dan menerima Yesus

sebagai Tuhan dan Juruslamat maka kita sebagai seorang Pekerja / Pelayan ataupun Utusan hanya patuh pada kehendak Tuannya

yaitu Yesus Tuhan kita. Visi dan misi kita harus sesuai dengan yang digariskan oleh Tuhan Yesus. Kita bertugas atas nama yang

memberi Perintah yaitu Yesus Tuhan kita.



“Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKU”. Disini kita harus berjalan

melakukan sesuatu, Tuhan tidak menyuruh kita “Berdoalah, jadikanlah semua bangsa muridKU”, arti pergi atau diutus adalah kita

harus meninggalkan komunitas kita untuk aktif berbicara, bersaksi, memberi keteladanan, pemikiran kepada orang lain yang belum

mengenal Yesus agar menjadi murid Yesus. Artinya disini ada proses pengenalan, pemuridan, proses pembelajaran dan pengajaran.

Oleh sebab itu Yesus “pergi” dari surga karena diutus “Bapa”nya kebumi untuk meluruskan hal yang salah, untuk mengajarkan

kebenaran, memberi keteladanan dan tindak nyata menyelamatkan.



Gereja harus bisa seperti Lembaga Pendidikan /

Pengajaran yang membekali jemaatnya agar mengerti akan Firman / Kehendak Tuhan dengan benar, Gereja memperlakukan dirinya

seperti sebuah perguruan tinggi yang mendidik, membekali jemaatnya agar dapat jadi pekerja, utusan, pelayan Tuhan dimanapun dan

kapanpun mereka berada.



Gereja harus memperkuat jemaatnya agar keluarga jemaatnya juga kuat sehingga pintu masuk

iblis di hambat. Keluarga yang baik akan menghasilkan komunitas gereja yang baik pula.



Gereja juga membekali

(pelatihan, seminar, ketrampilan) jemaatnya agar mereka bisa bekerja yang menghasilkan uang sehingga mereka tidak jatuh kedalam

perbuatan dosa/ kriminal atau jadi beban jemaat lainnya.



Gereja harus tegas mendidik jemaat agar tidak melakukan

tindak : Penyuapan, Penyogokan, Korupsi, Perselingkuhan karena dimasyarakat hal hal itu sudah menjadi budaya atau sesuatu yang

wajar, jangan sampai gereja malah mengajarkan atau memberi contoh jika ada hambatan maka Uang sogok yang bicara, jika suami

atau istri sakit maka wajar suami / istri selingkuh. Jika control/pengawasan lemah atau tidak ada sanksi maka kita melakukan

korupsi !!. ajarkan bahwa yang bukan hak kita jangan dimiliki, walau uang itu ada diatas meja, walau tidak ada yang melihat,

walau wanita/laki laki itu sangat mengundang…



Sering gereja berbangga sebagai gereja / jemaat yang misioner, apa

benar misi itu sesuai dengan kehendak Yesus Sang Kepala Gereja ? Misi gereja harus sesuai dengan misi Yesus, apakah betul

gereja mempersiapkan atau membekali jemaatnya agar menjadi seorang misioner ? apakah ada bukti bahwa kita punya hasil dalam

mengemban misi itu ? yaitu berapa orang yang tidak mengenal Yesus mau menerima Yesus sebagai Juruslamatnya ? berapa orang yang

sudah mengenal Yesus tapi murtad yang dapat dibawa kedalam Jalan yang Benar ? berapa banyak jemaat yang menghindar atau lari

dari gereja baik bergereja kelain gereja hingga berpindah iman ? jadi Gereja Misioner, Jemaat Misioner terbukti hanya manis

dimulut tapi jauh dari prakteknya, jauh panggang dari api, jauh atau melenceng dari isi perintah Sabda Agung itu. Kita sering

berkutat didalam aktivitas / kegiatan gereja, kita mengira itu adalah hal yang rohani padahal secara tidak langsung kita telah

diselewengkan, disesatkan secara pelan pelan, secara menghanyutkan, itulah cara kerja iblis yang bergerilya ditengah tengah

orang yang matanya buta, telinganya tuli, pikirannya tertutup.. Seorang yang menerima Yesus hidupnya selalu bertumbuh, dia

sangat bertanggung jawab akan kecerdasan yang diberikan Tuhan, dia tidak mudah diselewengkan, nalarnya dan imannya saling

mendukung, inilah yang diekspos oleh Prof Dr. Ir. BJ. Habibie dengan menyatakan tidak cukup hanya IMTAK saja tapi harus

ditambah dengan IMTEK, Iman dan Tagwa, Iman dan Tehnologie. Cerdas disini bukan dalam arti harus sarjana, harus professor,

tapi nalar logikanya akan berjalan dengan baik.



Gereja sering “mendewakan” orang orang kaya termasuk koruptor dan

mereka dianggap sebagai orang yang cerdas, yang pintar padahal kecerdasan, kepintaran tidak selalu selaras dengan kekayaan

mereka, orang bodohpun bisa kaya, orang cerdaspun bisa miskin, wanita jelek dan cacat bisa bersuamikan laki laki ganteng,

wanita cantik bisa tidak dapat jodoh, orang kaya bisa tidak berbahagia, orang miskin ada yang berbahagia. Jika gereja bersikap

seperti ini maka sangat mungkin Visi dan Misi Yesus diganti dengan Visi dan Misi pribadi pribadi ini….



Gereja yang

baik harus melihat jauh kedepan, bagaimana mempersiapkan anak anak PA, PT, GP agar menjadi lascar lascar Kristus yang tangguh

melawan kuasa gelap dan pengaruh dunia. Sangat banyak gereja yang tidak mempersiapkan guru guru PA dengan semestinya, mereka

beranggapan bahwa walaupun gurunya tidak benar pastilah anak anak PA tidak memprotesnya, tidak mengetahuinya, maksudnya walau

dibohongipun anak anak PA akan menganggap itu benar !!! inilah bentuk penyesatan yang dibuat iblis dilingkungan gereja. Anak

anak itu harus digarap secara serius, karena apa yang didengar, diterima, pastilah akan menjadi dasar kehidupan mereka,

kesalahan itu akan diterima sebagai suatu kebenaran, jadi seharusnya para pengajar PA, PT harus benar benar orang yang mampu,

handal agar kita punya kader yang berkualitas, jangan sampai kita terheran heran saat ada Majelis yang mengatakan : “ Saya

mau jadi majelis agar bila saya meninggal maka jasad saya bisa disemayamkan di ruang gereja ! “ apa ada jaminan orang yang

dibawa ke gedung gereja masuk ke surga ? apa gedung gereja itu pasti suci ? jika suci kenapa pengurus pengurus gereja saling

telikung, saling menebarkan dusta dan aroma permusuhan ? bukan suara lemah lembut yang menjadi dominant tapi suara bentak

membentak, ancam mengancam, siapa kamu siapa aku !! hendaknya kita menghargai manusia pada saat dia hidup, bukan saat dia

meninggal, kita bisa memberi manfaat saat kita hidup bukan saat kita meninggal. Ada pula majelis yang berkata : “ Orang sakit /

kena musibah itu karena dosanya !! dosa pada pendeta !!” manusia berdosa karena ADAM dan HAWA telah berbuat dosa, anak balita

seorang pendeta baikpun bisa mengambil, menyembunyikan, mencuri mainan milik temannya, padahal tidak ada yang mengajarinya !!

tapi Kutuk Dosa, Kutuk Mata dibalas Mata, Darah dibalas Darah telah dipatahkan oleh Yesus yang maha kasih di kayu salib.

Sekarang zamannya Allah yang kasih, bukan Allah yang pendendam, Allah yang pemarah, Allah yang pembalas Ketahuilah Yesus

selalu memanggil, mengingatkan, mengasihi kita, dia maha panjang sabar, dosa kita diputihkannya seperti salju, kita bukan

tunduk pada hukum agama, hukum taurat tapi hukum kasih, hukum agama adalah mengajarkan salah dan benar upahnya sorga atau

neraka, tapi hukum KasihYesus yang salah dimaafkan dan dilupakan dan kita diajari oleh Roh Allah untuk dapat hidup yang

benar. Jangan mengajari Allah itu kasih tapi disisi lain dikatakan pula sebagai Allah yang pemberang, pembasmi, pemukul,

pendendam itu adalah ciri ciri pendosa, bukan ciri Allah yang kudus, Kasih, Penyayang, Penyelamat. Apalagi diekspos akan

pembalasan Tuhan yang 77 X dari dosa yang kita lakukan, jika kita mencubit maka orang itu sudah kesakitan, bayangkan jika

kesakitan cubitan itu dibalas 77 X oleh Allah maka dari dahulu kita ini sudah berumur pendek, manusia musnah karena dahsyatnya

hukuman 77 X itu. Petinju handal saja kekuatannya mungkin hanya 5 kali dari kekuatan tinju kita yang tidak terlatih, dan itupun

sudah bisa meretakkan rahang atau mematikan kita, jadi jangan ditanya lagi jika tinju yang 77 X itu. Hancur lebur kita. manusia

musnah karena kita tidak sempat kawin dan punya keturunan. Itulah gunanya pengetahuan, nalar dan hikmat, tidak semua ayat di

Alkitab itu berlaku dimasa kini, lihat zamannya, konteksnya, maksudnya. Jangan hanya karena ingin menakut nakuti jemaat agar

tidak mengkritisi gereja, mengkritisi pendeta maka dibuat tulisan seperti itu, itu adalah bentuk penyesatan !!. kita hidup

dijaman kasih, kita diajari agar menyelesaikan pertikaian sebelum matahari terbit, ditampar pipi kiri kasih pipi kanan…. Allah

tidak akan berkurang setitikpun kehormatanNYA, kekudusanNYA, martabatNYA oleh ulah manusia, sangat lucu jika ada dari kita yang

berteriak saya memukul orang karena membela Tuhan yang dilecehkan !! Tuhan kita maha perkasa, BELIAU lah yang mebela kita bukan

kita….Tuhan berkata Berhati hatilah karena akan banyak nabi nabi palsu, yang bersaksi tentang aku, tapi untuk melihat

kebenarannya bukan dari perkataannya tapi dari perbuatannya, dari buah buah roh, kita diperintahkan untuk jadi “nabi-nabi” yang

menyuarakan kebenaran, menegur yang salah, meluruskan yang bengkok, membawa yang tersesat, mempertobatkan orang, menasehati,

bukannya melemparkan tanggung jawab itu kepada Tuhan dalam doa, kita memerintahkan Tuhan untuk bekerja ? (siapa yang disuruh /

diutus dan siapa yang menyuruh/mengutus ?), kenapa kita berlaku seperti ini ? siapa kita dihadapan Allah ? hal itu kita lakukan

karena :



Kita tidak punya kemampuan (memahami Alkitab suara kebenaran Allah, tidak cerdas, tidak

cakap).



Tidak punya keyakinan, keyakinan akan panggilan, keyakinan akan penyertaan kuasa Roh Kudus.



Cari

selamat. Karena jelas jika kita menegur orang, menasehati orang maka bisa berakibat orang itu tersinggung, marah, kita tidak

berani menghadapi situasi penolakan, dimusuhi, dikucilkan.



Sehingga ayat Alkitab kita pelintir pelintir dengan

mengatakan kita cukup berdoa saja, biar Tuhan yang mengurusinya biar Tuhan yang bekerja, itu tanggung jawab Tuhan, itu tanggung

jawab yang bersangkutan pada Tuhan. Kalimat itu kelihatan sangat rohani tapi inilah bentuk penyesatan !!









Seorang pendekar, ahli ilmu bela diri harus :



Menguasai Ilmu bela diri.

Selalu berlatih dalam

segala kondisi sehingga reaksi refleknya menyerang, menangkis menjadi mendarah daging.

Punya stamina yang

kuat.

Cerdas.

Mental yang berani.

Jika kita tidak punya Ilmu bela diri dan hanya bermodalkan keberanian belaka

maka kita akan mati konyol, mempermalukan diri sendiri.



Jika kita menguasai ilmu bela diri tapi tidak punya

keberanian maka kita jadi penakut sehingga saat bertengkar/berkelahi kita tidak berani melawan.



Jika kita tidak

punya kecerdasan, tidak punya stamina maka kita dapat dilumpuhkan lawan dengan cepat.



Jika kita tidak selalu

berlatih berkelahi, maka saat kita berkelahi maka kita akan canggung, gerak yang lamban, kaku ahirnya jadi bulan bulanan

lawan.







Demikian pula dalam melaksanakan tugas kenabian kita, kita harus menguasai Alkitab, maksud,

sejarah, situasi saat itu dan diterapkan saat ini, kita berlatih menghapal ayat ayat sebagai dasar pemberitaan, dasar argumen

kita, mempelajari cara berkomunikasi yang baik, salesmanship, budaya, watak / tabiat, pemberitaan injil, penggembalaan tidak

bisa dilakukan 1-2 kali pertemuan atau pembicaraan, tapi butuh berkali kali sehingga kita mempersiapkan stamina kita, baik

waktu, tenaga, biaya. Cerdas membaca dan menganalisa situasi, dan berani memikul salib, siap ditolak, dicemoh, dilecehkan,

dimusuhi, tapi tetap berpegang pada misi kita yaitu melayani dengan kasih agar goal pertobatan tercapai.









Dengan melihat kas jemaat yang besar maka kas itu harus digunakan untuk kebesaran, kemuliaan kerajaan Allah bukan

kerajaan gereja apalagi ambisi pribadi kita, banyak gereja yang melakukan kegiatan yang kelihatan rohani tapi melenceng dari

kehendak Allah, oleh sebab itu kita menggunakannya dengan sebaik mungkin misalnya seperti membiayai belajar mengajar kita, kita

panggil pembicara pembicara handal, kita adakan pelatihan pelatihan, anak anak sekolah minggu, PT di setiap sector dicarikan

tempat yang memadai, jikalau perlu dikontrakkan sebuah rumah dan dilengkapi dengan alat alat peraga, perpustakaan, rumah ini

bisa jadi markas para PT, GP berkumpul untuk belajar atau menyalurkan hoby musik dll. atau juga bisa digunakan untuk melakukan

kebaktian keluarga / bidston reboan. Dimana banyak jemaat yang menolak kebaktian diadakan dirumahnya karena rumahnya sempit,

tidak layak, tidak mampu menjamu makanan, jalan depan rumahnya sempit, tetangga yang tidak bersahabat dll.









Kita sering direcoki, ditakut takuti akan kas gereja yang minus, defisit hingga setengah Milyard, ini juga sebagai

bentuk penyesatan, karena anggaran gereja adalah berimbang, berapa dana yang ada itu yang digunakan, jika mengadakan kegiatan

retreat, Natal maka dapat dimintakan partisipasi seluruh Jemaat atau peserta saja, dan terbukti selama ini tidak ada masalah

bahkan hasil yang didapat malah surplus. Kita harus memetakan akan berapa dana bulanan untuk Gaji pendeta, pegawai, dan honor

pelayanan lainnya, listrik, air, telpon, bensin, biaya cetak yang dapat kita sebut sebagai BIAYA TETAP (FIXED COST) dan

kegiatan dan biaya lain (VARIABLE COST) ikut menyesuaikan. Kita melihat sampai ahir anggaran yang baru lalu kita tidak

kehabisan dana bahkan tetap ada saldo yang besar. Jika itu defisit maka diahir anggaran akan tertulis saldo minus alias

terhutang.







Soal Dana Pensiun Pendeta yang dikatakan terhutang 20 Milyard lebih, ini juga penyesatan

atau pembodohan. Jika dilogikakan mana ada pribadi atau lembaga yang mau memberi pinjaman hingga tertunggak selama bertahun

tahun hingga mencapai 20 Milyard lebih tanpa anggunan. Jika pada saat awal Lembaga Pensiun tidak diberi dana oleh Majelis

Sinode maka tidak mungkin Lembaga Dana Pensiun mau memberikan uang pensiun kepada pensiunan pendeta dari dana mereka sendiri !.

Lembaga Dana Pensiun pastilah ingin untung bukan rugi, dimana mereka juga punya kewajiban membayar karyawan mereka, jika mereka

merugi terus apa mau mereka menanggung kerugian sebanyak 20 Milyard lebih tanpa adanya anggunan atau jaminan ? jika kita

mempunyai hutang kredit disebuah bank maka kita harus menyerahkan anggunan baik itu surat tanah maupun BPKB, jika 2-3 kali

tertunggak maka bank akan memberikan peringatan hingga menyita kendaraan atau rumah kita. maka sangat aneh ada lembaga keuangan

/ dana pensiun yang mau merugi terus hingga mencapai 20 Milyar lebih. Jika itu lembaga pemerintah maka para pejabatnya sudah

dipecat dan dikerangkeng karena membiarkan hutang yang tidak dapat dilunasi itu. Lihatlah kasus BLBI. Belum lagi pengumpulan

dana yang memerlukan waktu selama 1 tahun dan disemua gereja tidak serentak, maka uang yang terkumpul akan tidak mampu untuk

menutupi bunga dan denda. Jika rumus bunga per tahun adalah MODAL X PERSEN (misal 15 %) = 20.000.000.000 X 15 % = 3

Milyard per tahun. Jika sebuah gereja dalam setahun rata rata mampu mengumpulkan dana Rp.. 60 juta maka apakah kita sanggup

untuk menutupi bunga sebesar 3 milyard itu ? belum lagi dengan dendanya, artinya cara itu tidak menyelesaikan masalah, hutang

20 Milyard kemungkinan akan membengkak, artinya jemaat tiap tahun harus membiayai dana pensiun itu.. Seorang pendeta

menghimbau jemaatnya untuk mensukseskan pengumpulan dana itu dengan diembel embeli agar pensiunan pendeta bisa tersenyum,

bagaimana tanggung jawab para pendeta sendiri ? apakah mereka mau berkorban menyumbangkan gaji dan pendapatannya sebanyak 50

persen ? kenapa malah dibebankan kepada jemaat ? kenapa mereka melakukan sidang di hotel hotel berbintang ? kenapa mereka tidak

memberi keteladanan dengan memakai Griya Asri atau penginapan murah lainnya seperti tempat tempat retreat ? coba kita klik di

internet, google “Dana Pensiun GPIB” ada yang menyatakan bahwa ini terjadi karena kesalahan manajemen Majelis Sinode, kalau

mereka ugal ugalan kenapa dibebankan ke jemaat ? seakan akan jemaat ini wajib menutupi akan kesalahan yang mereka perbuat !!

sama halnya dengan kesalahan hangusnya uang 61 juta untuk mengurus IMB gereja Bambe, itu adalah uang jemaat, sehingga nantinya

jemaat lah yang menggantinya.







Banyak pendeta yang hidupnya diatas rata rata kehidupan jemaatnya, lihat

saja HP, Laptop, Komputer, apa semua jemaat memilikinya ? mobilnya, kamar ber AC, pembantu, apa semua jemaat juga menikmati hal

itu ? disaat jemaat bekerja dengan keras untuk menyekolahkan anaknya, untuk membiayai keluarganya yang sakit, untuk mendukung

anak atau orang tuanya yang menganggur atau sudah tidak bekerja tanpa uang pensiun dan pesangon, pendeta hanya bisa memberi doa

belaka !! mereka bisa berlibur/ cuti dengan mendapatkan uang cuti selain gaji yang utuh, sedangkan jemaat ada yang jadi kuli

atau pegawai yang dibayar secara harian, jika tidak masuk maka tidak dapat duit !! ada yang bergaji 2-3 juta belum dipotong

biaya transportasi/bensin, Listrik, Telpon, PDAM, tapi pendeta ? biaya itu ditanggung oleh gereja, jika mereka pindah kegereja

lain maka dana tali asihpun didapatkan, sedang jemaat yang terkena PHK hanya merana, itukah gambaran Pelayan Tuhan ? siapa

yang melayani dan siapa yang dilayani ?? hal seperti inilah yang sangat memprihatinkan bagi jemaat yang

mengerti….



Untuk kita renungkan….





Surabaya 13 Mei 2009.



Labih Basar

Jl. Griya

Kebraon Barat VIII / BH-4, Surabaya.

dilihat : 285 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution