Minggu, 08 Desember 2019 11:25:53 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520269
Hits hari ini : 697
Total hits : 5141867
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mari Memilih Wakil Rakyat yang Tepat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 27 Maret 2009 00:00:00
Mari Memilih Wakil Rakyat yang Tepat
Satu periode keanggotaan DPR dan DPRD kita,

sebentar lagi akan berakhir. Banyak hal yang telah dihasilkan, namun tidak sedikit pula pengungkapan-pengungkapan perilaku

buruk dari para anggotanya, menjadi bahan pembicaraan luas ditengah-tengah masyarakat.



Harus diakui, banyak anggota

DPR RI dan DPRD kita yang bermasalah. Banyak yang tidak bertindak sebagai wakil rakyat, karena cenderung lebih mementingkan

kepentingan partai dan aktif mencari imbalan jasa atas setiap usaha atau kegiatan rapat yang mereka lakukan.



Jadi

jangan heran kalau tidak sedikit anggota DPR dan DPRD periode 2004 - 2009 yang tersangkut masalah hukum, karena mereka memang

benar-benar tidak berniat sebagai wakil rakyat, namun sebagai wakil partai.



Perilaku yang tidak mementingkan rakyat,

masih pula ditambah dengan adanya perilaku amoral dalam diri sejumlah anggota DPR dan DPRD kita, yang suka melakukan tindak

pelecehan kepada kaum perempuan, atau menjadikan kaum perempuan sebagai "insan" melampiaskan nafsu birahi yang tak mampu

ditahan.



Baik buruknya moral seseorang, memang kita tidak tahu. Namun selayaknya kita, sebagai warga negara yang

berhak memilih wakil-wakilnya di DPR, tidak memilih pribadi-pribadi pemimpin yang tidak dapat menjaga sikap dan perilakunya,

karena buruknya perilaku anggota DPR dan DPRD kita, akan berimbas pada kinerja mereka sebagai anggota

legislatif.



Oleh sebab itu, kita harus benar-benar memilih calon anggota legislatif, terutama yang kata-katanya

tidak hanya berisi janji-janji, suka membagi-bagikan uang, atau memilih seorang caleg yang hanya didasarkan pada pertimbangan

bahwa diri mereka berasal dari kaum "putih" yang akan membela rakyat habis-habisan.



Mari kita lihat kenyataan hidup

bahwa sejak mulanya tidak ada seorangpun di tanah darat bumi kita ini, yang benar-benar "putih dan bersih" tanpa bernoda.

Temukanlah nama calon anggota legislatif yang benar-benar bersedia hidup sebagai pengabdi bagi rakyat, bukan bersikap eksklusif

di mata rakyat, apalagi hanya berjuang untuk mementingkan kepentingan satu kelompok atau golongan masyarakat semata.





Artinya, kita memilih calon pemimpin yang benar-benar bersedia dan siap berdiri diatas kepentingan pribadi dan

kelompok. Mayoritas bukan berarti punya hak untuk menekan yang minoritas, karena tanpa kaum minoritas, negara ini tidak

memiliki simbol identitas PERSATUAN dan KESATUAN BANGSA.



Oleh sebab itu, kita harus memilih calon anggota

legislatif yang benar-benar mau mengabdi untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok atau golongan

semata.



Bangsa ini bukan milik sekelompok atau segolongan orang saja. Bangsa ini adalah masyarakat majemuk yang

terdiri dari berbagai komunitas etnis, suku, dan iman kepercayaan. Bangsa ini adalah Bhineka Tunggal Ika sejak dulu

kala.



Pluralisme adalah fakta sejarah bangsa kita dan telah tercipta jauh sebelum negara kita menyatakan diri

sebagai bangsa yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Jadi, janganlah kita memilih calon anggota legislatif yang ingin

"menyangkal" adanya pluralisme dalam kehidupan masyarakat kita, sebab calon anggota legislatif yang ingin "menyangkal" adanya

pluralisme, cepat atau lambat, mereka akan menebar benih-benih perpecahan dalam persatuan dan kesatuan di negara kita dengan

berbagai cara.



Kenapa demikian? Karena mereka akan memaksakan kehendak agar hanya ada satu culture saja di negara

ini, sedangkan negara kita terdiri dari aneka budaya dan suku daerah, yang merupakan karunia Tuhan dan membuat negara ini besar

serta kaya akan ragam kebudayaan daerah.



Tanggal 9 April 2009 nanti, bangsa Indonesia kembali akan mengadakan

pemilu. Salurkanlah aspirasi politik dengan memilih calon anggota legislatif yang dapat menyampaikan suara seluruh anggota

masyarakat, dan bukan segolongan saja.



Kita harus belajar dari situasi yang telah dibangun serta diciptakan oleh

para anggota DPR dan DPRD periode 2004 - 2009, yang banyak menghasilkan produk UU yang tidak aspiratif (cenderung lebih

mengarah pada pemenuhan kepentingan golongan atau kelompok tertentu), dan banyak yang memiliki perilaku seorang koruptor atau

amoral.



Ir. Sarlen Julfree Manurung

dilihat : 450 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution