Sabtu, 18 Agustus 2018 04:01:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 154
Total pengunjung : 414140
Hits hari ini : 2701
Total hits : 3795535
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sampai tanggal 7 April 2009 masa kritis menghantui negeri kita






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 24 Maret 2009 00:00:00
Sampai tanggal 7 April 2009 masa kritis menghantui negeri kita
Pemilu, 9 April 2009, akan

berlangsung dengan persoalan-persoalan logistik dan kebijakan penataan kampanye yang terlihat kurang siap dilaksanakan oleh

KPU, baik pusat maupun daerah, sehingga menimbulkan kecaman-kecaman yang keras dari pihak Partai Politik kontestan Pemilu.

Penindakan-penindak an pelanggaran kampanye yang masih multitafsir, sehingga kurang seragam dan sepakat, sehingga menimbulkan

kecaman dan protes dari para calon legislator yang merasa dirugikan dalam penindakan yang setengah

hati.







Dalam kasus DPT rekayasa, sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi ketidakmampuan manajemen KPU –

karena sejak awal rekuitment mereka diragukan kemampuan mereka – serta munculnya mantan Kapolda Jawa Timur yang mengundurkan

diri serta memberitahukan ke pihak pers, maka bergulir dengan cepat dan mempengaruhi Presiden untuk bersikap. Ini terbukti

dengan kemarin (hari Senin) secara mendadak Presiden memanggil menteri-menteri Polkam dan Hukum serta Kapolri dan BIN untuk

membahas masalh DPT, karena pihak Partai Politik telah melakukan investigasi mereka dan mendapatkn penggelembungan calon suara

yang cukup signifikan – bahkan disebut-sebut mencapai 30% dari suara yang terdaftar di Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek – di mana

reaksi ketua KPU Pusat membangun pernyataan yang kurang elegan karena merasa belum ada laporan yang masuk ke meja KPU.

Tanggapan yang ironis sekali menurut saya, karena isu sudah berkembang sedemikian rupa tetapi pihak KPU dan Depdagri – sebagai

sumber daftar mentah yang digunakan KPU untuk menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT) – seolah-olah itu masalah yang dilancarkan

oleh partai politik untuk kepentingan kampanye mereka semata.







Kita berharap Presiden memberikan perintah

khusus untuk pengusutan lebih cermat dan profesional, sehingga kredibilitas pemerintah sebagai penyelenggara pemilu tidak

dinodai oleh ketidakpercayaan dari partai-partai peserta Pemilu, serta legitimasi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur

terpilih dapat terpelihara. Sebenarnya temuan ini cukup serius, karena legitimasi pengumuman KPU cenderung akan terjadi

perlawanan – bila DPT ini tidak diusut dengan tuntas sebelum pelaksanaan Pemilu 9 April 2009 mendatang – karena aka nada

perlawanan baik di bidang hukum maupun protes – mungkin bisa anarkhi – untuk melawan keputusan KPU terhadap perolehan suara di

TPS-TPS kabupaten-kabupaten yang terindikasi hal itu. Bahkan sampai dengan berita-berita kemarin, tidak hanya di Jawa Timur

dengan temuan dari PDIP, di Sulawesi Selatan dan Barat PPP menemukan hal yang sama. Kalau ini tidak segera disikapi dengan arif

dan tegas oleh KPU – dalam hal ini yang berkompeten langsung bersama dengan Depdagri – kemungkinan Pemilu diundur atau chaos

akan semakin besar. Tentu partai politik akan mendesak pemerintah untuk bersikap adil dan membuktikan bahwa mereka tidak

memihak salah satu partai atau kontentan tertentu untuk dimenangkan.







Berkaitan dengan hal itu, saya

menyerukan untuk kita lebih berdoa lagi supaya pemerintah – khususnya KPU dan Depdagri serta Kapolri – lebih bersikap arif dan

bijaksana untuk menyikapi temuan-temuan di atas. Sampai dengan tanggal 7 April 2009 adalah masa-masa yang kritis supaya

pemerintah diberikan hikmat menemukan jalan keluar yang cepat dan tepat, sehingga pemilu tidak terganggu, bahkan dapat

terlaksana dengan baik dengan tingkat kepercayaan yang besar dari partai-partai politik yang

ada.







Sebenarnya yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kondisi ekonomi segera dapat dipulihkan,

karena di sinilah letak yang paling mendasar persoalan-persoalan di bangsa ini. Mengingat sampai dengan hari ini pemerintah

belum mampu mengendalikan harga dan memberikan kemampuan besar terhadap rumah tangga yang miskin sekali, bahkan cenderung

keluarga miskin semakin banyak, karena ketika mereka kehilangan pengharapan untuk hidup yang lebih baik terjadi secara masal di

rakyat, tentu kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya akan bermunculan menjadi keresahan sosial yang lebih berlanjut. Hal ini

disadari oleh pemerintah, tetapi kemampuan anggaran dan bagaimana pemerintah membuat suatu prioritas untuk keuar dari hal itu

belum ada, bahkan Presiden dan Wakil Presiden – dalam kapasitas mereka masing-masing sebagai petinggi partai politik – berupaya

keras untuk kembali menduduki kursi pemerintahan untuk “menyelesaikan” tugas mereka dengan baik. Tetapi kemampuan anggaran dan

penyerapan pelaksanaan anggaran dalam APBN belum-belum mencerminkan kemampuan pemerintah untuk berpihak kepada rakyat banyak.

Retorika para calon legislative masih seputar ingin membuat perubahan, tetapi bagaimana perubahan itu, mereka tidak memiliki

program-program yang jelas.







Untuk itu, mari kita berdoa supaya kita dapat hidup tenang dan tentram dalam

segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Bapa (1Timotius 2:2-3). Meski kecemasan dan kegundahan

untuk menyongsong hari yang lebih baik sangat sukar digapai pada perubahan di Pemilu 2009, harus ada upaya-upaya yang keras

dari gereja untuk terus berdoa, menopang dan meminta dengan Tuhan untuk mencurahkan kemurahan yang besar bahwa pemimpin yang

takut akan Tuhan dan memiliki program yang jeas dan tegas untuk kepentingan rakyat semata-mata, sehingga pemilu ini adalah

pemilu yang ajaib dan besar, karena Tuhan. Kemuliaan hanya bagi Dia.







Ini bisa dibuktikan dalam pemilu

tahun 2004 yang lalu, di mana dapat berjalan dengan aman dan berhasil dilaksanakan, sehingga semua orang tercengang karena

pemilu berjalan dengan aman – juah dari prediksi akan terjadinya kerusuhan-kerusuhan – untuk itu, sebagai pendoa harus terus

melihat bahwa ini tangan Tuhan yang mampu membawa bangsa ini berhasil untuk mencapai kemuliaannya. Karena Tuhan,

tentunya.







Pemilu kali ini harus berhasil, karena taruhannya semakin besar dan ekonomi kita tidak boleh

ditunda untuk mengalami perbaikan-perbaikan – dengan pemimpin-pemimpin yang memiliki kapabilitas yang dibutuhkan – kalau tidak,

kehancuran akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk ke depan. Untuk mengembalikan hal ini, sangat mungkin sulit sekali.

Untuk itu mari kita berdoa, berdoa dan berdoa. Tangan Tuhan harus hadir dalam kekuatan yang besar untuk membawa bangsa ini

kepada kemuliaan yang telah dinubuatkan. Tuhan memberkati.







Oleh : Agustinus Telaumbanua

dilihat : 279 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution