Kamis, 20 Juni 2019 08:19:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 112
Total pengunjung : 515100
Hits hari ini : 786
Total hits : 4728187
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -"Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan”






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 25 November 2008 00:00:00
(Why 14:14-20; Luk

21:5-11)



“Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu

yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang

harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan. " Dan

murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"

Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata:

Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan

pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan

datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi

gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang

mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” (Luk 21:5-11), demikian kutipan Warta Gembira hari

ini.



Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai

berikut:



Dalam berbagai kesempatan memberi masukan atau ceramah di hadapan para pengelola, pengurus sekolah katolik

maupun para guru-guru katolik, Romo JB Mangunwijaya Pr alm. sering memperoleh pertanyaan dari para peserta sebagai berikut:

“Bagaimana pendapat Romo perihal sekolah-sekolah katolik pada umumnya dan sekolah katolik yang dikelola oleh para bruder atau

suster khususnya?”. Menanggapi pertanyaan tersebut beliau memberi jawaban sbb.: ”Sekolah-sekolah katolik khususnya yang

dikelola oleh para bruder atau suster pada umumnya dikagumi dan dipuji oleh masyarakat, tetapi apakah dikasihi atau dicintai

oleh masyarakat tanda tanya besar”. “Dikasihi atau dicintai oleh masyarakat’ maksudnya adalah bahwa masyarakat pada umumnya

dapat mendekat, memasuki dan menikmati apa yang ada di sekolah tsb, atau sekolah sungguh terbuka bagi kepentingan masyarakat

pada umumnya. Maklum di sekolah-sekolah dimaksud sering terjadi ketegangan antar mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan

sekolah alias ‘iklim panas atau gerah’ yang menjengkelkan dan membuat orang tidak krasan berada di dalamnya. Dalam karya

pendidikan atau karya atau usaha lain hemat saya yang penting dan utama adalah manusia yang ada di dalamnya, bukan gedung

ataupun aneka sarana-prasarana yang ada di dalamnya. Warta Gembira hari ini juga mengingatkan saya akan reaksi seorang umat

ketika terjadi pembakaran gedung gereja dan sekolah katolik beberapa tahun lalu di Situbondo:”Gedung atau bangunan terbakar dan

hatikupun juga terbakar untuk mengasihi atau mencintai”. Cintakasih dan kebebasan Injili itulah yang hendaknya menjiwai aneka

macam karya, pelayanan dan usaha kita. Gedung dan sarana-prasarana dapat musnah, terbakat habis tak berbekas, tetapi cintakasih

sejati tak akan musnah oleh aneka bentuk ‘pembakaran atau permusuhan’, sebaliknya semakin tangguh dan handal dalam

mengasihi.



“Aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia

dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. Maka keluarlah seorang malaikat lain dari

Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah,

karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak” (Why 14:14-15). Kutipan di atas ini rasanya baik

menjadi permenungan atau refleksi kita semua sebagai orang beriman. Sejauh mana dalam menghayati iman kita semakin tumbuh

berkembang dalam iman serta menghasilkan buah-buah iman antara lain perbuatan-perbuatan baik bagi orang lain? Dengan kata lain

sejauh mana kita semakin dikasihi baik oleh Tuhan maupun sesama manusia? Secara konkret: jika kita seorang pelajar atau

mahasiswa berarti semakin terampil atau mahir dalam belajar, sebagai pekerja semakin terampil atau mahir dalam bekerja, sebagai

orang beriman semakin mahir atau terampil dalam beriman. Kita tidak hanya mahir atau terampil dalam hal wacana atau kata-kata

melainkan dalam dan lebih-lebih dalam perilaku atau tindakan. Keunggulan hidup beriman terletak dalam penghayatan atau

pelaksanaan bukan diskusi atau omongan. “Cinta harus lebih diwujudkan dalam perbuatan daripada diungkapkan dalam kata-kata”

(St. Ignatius Loyola, LR no 230). Masing-masing dari kita atau kita semua ‘diadakan dan dibesarkan’ dalam dan oleh cinta, maka

hendaknya juga semakin tumbuh berkembang dalam penghayatan cinta dalam hidup sehari-hari.



“Katakanlah di antara

bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." Biarlah

langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di

atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai



96:13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk

menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya “(Mzm

96:10-13)



Jakarta, 25 November 2008

dilihat : 430 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution