Selasa, 25 September 2018 07:51:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 26
Total pengunjung : 423062
Hits hari ini : 146
Total hits : 3898456
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Seni Memberi-1: Bisa Dapat Lebih Banyak?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 22 November 2008 00:00:00
Seni Memberi-1: Bisa Dapat Lebih Banyak?
Memberi adalah sesuatu yang sulit sekali dilakukan

oleh manusia. Kalau ada yang bisa dengan gampang memberi, maka mungkin sudah melalui suatu proses sehingga bisa memberi, atau

sengaja memberikan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Ada yang memberi untuk membeli teman-temannya, ada juga yang memberi

karena ingin memanfaatkan orang yang diberi. bermacam-macam motivasi yang ada di dalam hati manusia.



Apalagi kalau

pemberian itu berhubungan dengan uang yang banyak. Kesulitan yang ada semakin besar. Begitu juga dengan motivasi di dalam

memberi. Bagaimana seharusnya kita memberi dengan benar? Apa yang menjadi motivasinya?



6 Camkanlah ini: Orang yang

menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing

memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi

dengan sukacita. 8Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam

segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan

kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan,

Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11kamu akan

diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12Sebab pelayanan kasih

yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur

kepada Allah (2 Kor. 9:6-120).



Menabur Banyak, Menuai Banyak



Hal ini biasanya menjadi motivasi ketika

seseorang memberi. Semacam investasi di bidang keuangan yang ditawarkan oleh dunia ini. Tetapi, investasi ini diserahkan kepada

Allah yang mengelolanya! Celakanya, ayat inipun sering kali dipakai oleh beberapa pendeta untuk memotivasi jemaat2nya memberi

persembahan. Lho, di mana salahnya memakai ayat ini? Bukankah Rasul Paulus justru mengatakan hal ini untuk memotivasi jemaat

Korintus dalam hal memberi kepada orang-orang kudus yang membutuhkan? ! Kita perlu dengan cermat membaca ayat ini dan

konteksnya.



Biasanya ayat ini ditafsirkan bahwa memberi uang banyak, akan menuai uang banyak, bahkan bisa

berkali-kali lipat. Tetapi, kita seharusnya memperhatikan lebih teliti apa saja yang akan dituai. Kalau kita perhatikan, maka

yang akan dituai adalah:



- dilimpahkan segala kasih karunia yang membuat berkecukupan di dalam segala sesuatu dan

berkelebihan di dalam segala kebajikan (ay. 8)

- disediakan benih, dilipatgandakan dan menumbuhkan buah-buah kebenaran;

diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan ucapan syukur (10-11)



Maka, kelimpahan yang

didapatkan ternyata bukan hanya berbicara tentang uang. Tapi, Allah akan memberikan kasih karunia yang membuat orang percaya

berkecukupan di dalam segala sesuatu. Ya, di dalam segala sesuatu. Aneh! Memberi uang, kenapa dapat segala sesuatu? Uang

biasanya menjadi segala sesuatu bagi manusia. Bahkan uang sering kali berada di dalam posisi di atas Allah. Itu sebabnya, waktu

kita sadar bahwa uang hanyalah anugerah dari Allah dan kita bisa mengontrol uang itu dan mendistribusikannya dengan benar bagi

kemuliaan Allah, maka Allah yang mengontrol segala sesuatu akan menganugerahkan kecukupan bagi kita. Seni memberi hanya

dimengerti oleh orang-orang yang bisa mencukupkan dirinya dalam segala keadaan. Ada yang dapat banyak, tetapi tidak pernah

cukup. Ada yang dapat sedikit, tetapi bisa berkelebihan dan bahkan bisa memberi.



Yang Allah berikan ternyata juga

adalah kelimpahan di dalam berbagai kebajikan. Memberi ternyata juga mengajarkan seseorang tentang kebajikan (lebih tepat

diterjemahkan: kebenaran-keadilan) . Suatu kualitas yang indah dari seorang percaya yang memiliki ketaatan, kebaikan dan hidup

untuk Allah. Yang kemudian dijelaskan di dalam ayat 9-11, bagaimana Allah memberikan benih untuk ditabur, melipatgandakan dan

memberikan buah-buah kebenaran, membuat ada kelimpahan kemurahan hati. Ternyata yang ditabur adalah benih kebenaran dan yang

dituai adalah buah-buah kebenaran.



Memberi di dalam kebenaran, Menuai Buah-buah Kebenaran



Memberi bukan

hanya sekedar memberi. Maka, kalau ada orang-orang yang memberi dengan motivasi keuntungan bagi dirinya, apalagi dengan

bersungut-sungut, apakah ada kebenaran di dalamnya? "Masih untung saya mau memberi!" Pernah dengar kalimat ini? Seseorang yang

merasa dirinya seharusnya tidak memberi, tetapi akhirnya dia memberi, seolah-olah dialah seorang dewa penolong. Di zaman

sekarang ini, apalagi di Indonesia dengan berbagai macam kesulitan ekonomi, membuat bisa memberi dan menolong sudah dianggap

luar biasa. Tapi, Paulus justru menekankan pada pemberian di dalam kebenaran dan memberi dengan sukacita. Serta menuai di dalam

kebenaran juga.



Seseorang yang memberipun ternyata perlu memeriksa motivasinya di dalam memberi. Apakah yang memberi

bersukacita karena bisa membuat orang yang diberi bersyukur memuliakan Allah? Apakah dia memberi karena mengerti kemurahan

Allah yang sudah memberikan kelimapahan dan kecukupan di dalam hidupnya? Ataukah ia memiliki motivasi yang lain untuk bisa

bertambah banyak lagi kepemilikannya dan memanfaatkan Allah serta orang yang akan diberi? Orang-orang yang mengerti seni

memberi adalah orang-orang yang memberi dengan sukacita, bukan karena mengharapkan kelimpahan yang lebih lagi, tetapi karena

sudah melihat kelimpahan di dalam benih-benih yang ditabur yang akan dilipatgandakan oleh Allah dan ditumbuhkan menjadi

buah-buah kebenaran yang akan memuliakan Allah. Sukacitanya adalah di dalam melihat kelimpahan ucapan syukur yang akan

diberikan kepada Allah.



Itu sebabnya orang-orang yang punya kerinduan yang besar untuk memuliakan Allah adalah

orang-orang yang memberi. Sebaliknya, orang-orang yang hanya hidup untuk dirinya akan sulit untuk memberi, kecuali dengan

motivasi untuk mendapatkan lebih lagi berkat-berkat bagi dirinya. Mungkin Allah akan memberikannya, tetapi orang-orang itu

tidak pernah mengalami kecukupan dalam segala sesuatu, kelimpahan kebenaran-keadilan dan kemurahan hati, serta sukacita di

dalam memberi.



Bagaimana dengan saudara? Bersukacitakah di dalam memberi?





Oleh: Ev. Ronald A. H.

Oroh, M.Div.



Sumber:

http://roielministr y.org/2007/ 07/seni-memberi- 1-bisa-dapat- lebih-banyak. Html





dilihat : 303 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution