Senin, 16 Juli 2018 02:10:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 182
Total pengunjung : 405925
Hits hari ini : 3109
Total hits : 3698933
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Renungan Motivasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 19 November 2008 00:00:00
Renungan Motivasi
Sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menarik

bagi anak-anak kecil, "dijual anak anjing". Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya "Berapa

harga anak anjing yang anda jual itu?"Pemilik toko itu menjawab, "Harganya berkisar antara 30 – 50 Dollar."



Anak

lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, "Aku hanya mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku

melihat-lihat anak anjing yang anda jual itu?" Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul memanggil anjing-anjingnya. Tak lama

dari kandang anjing munculah anjingnya yang bernama Lady yang diikuti oleh lima ekor anak anjing. Mereka berlari-larian di

sepanjang lorong toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang.



Si anak lelaki

itu menunjuk pada anak anjing yang paling terbelakang dan tampak cacat itu. Tanyanya, "Kenapa dengan anak anjing

itu?



Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan akan

menderita cacat seumur hidupnya. Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, "Aku beli anak anjing yang cacat

itu."



Pemilik toko itu menjawab, "Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat itu. Tapi jika kau ingin memilikinya,

aku akan berikan anak anjing itu padamu."



Anak lelaki itu jadi kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata,

"Aku tak mau kau memberikan anak anjing itu cuma-cuma padaku. Meski cacat anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama

sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 Dollar. Tetapi

setiap hari akan akan mengangsur 0,5 Dollar sampai lunas harga anak anjing itu."



Tetapi lelaki itu menolak, "Nak,

kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat. Dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaiman anak anjing

lainnya."



Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia melepas menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah

sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, “Tuan, aku pun tidak bisa berlari dengan cepat. Aku pun

tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu

membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya”.



Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes

dari sudut matanya. Ia tersenyum dan berkata, "Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik

engkau".



Bahkan mereka yang cacat pun mempunyai nilai yang sama dengan mereka yang normal?????





Sahabat,



Hanya orang yang pernah mengalami penderitaan yang bisa menolong dan menyelami penderitaan

orang lain. pandanglah sekitar anda, mungkin mereka tidak seberuntung kita dan mungkin anda belum pernah mengalami penderitaan

sedahsyat mereka. Hal tersebut yang kadang membuat mata

hati kita tumpul atau sebaliknya, ketika kita mengalami

penderitaan justru hal tersebut membuat kita bisa memahami penderitaan orang lain



Jadi JANGAN TUNGGU SAMPAI ANDA

MENDERITA DULU BARU ANDA BISA MEMAHAMI ORANG LAIN !!!





Oleh: Maria Siahaan



Pengirim: Elisember

Runesi

dilihat : 242 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution