Minggu, 08 Desember 2019 09:32:42 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520269
Hits hari ini : 519
Total hits : 5141689
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -DI MANAKAH TUHAN?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 18 November 2008 00:00:00
DI MANAKAH TUHAN?
Persis tanggal 13 Mei 2006 yang lalu, sebuah stasiun televisi

mengulas kembali kasus pelanggaran HAM berat yang sampai saat ini tidak pernah terungkap tuntas di Indonesia, khususnya di

Jakarta yang terjadi 8 tahun yang silam, tanggal 13 Mei 1998. Untuk beberapa orang, tanggal ini membekaskan luka teramat

dalam.... Penjarahan dan pembakaran toko-toko, rumah-rumah, serta pemerkosaan yang dilanjutkan dengan pembunuhan biadab

terhadap keturunan Tionghoa membuat banyak keluarga hancur, orang-orang yang sakit mental dan kehilangan masa

depan.



Sepasang suami istri setengah baya bercerita di hadapan saya, betapa mereka mengucap syukur masih luput dari

maut. Keluarga ini mempunyai 2 orang putri cantik-cantik, waktu itu mereka tinggal di sebuah perumahan dekat Kemayoran.

Datanglah penjarah-penjarah memporak-porandakan isi rumah mereka, dan mulailah teriakan-teriakan khas "nama Tuhan mereka"

dielu-elukan dengan brutal.



Beberapa pemuda menarik tubuh putri sulungnya, maka dengan amarah meluap, sang ayah

berteriak, "Silahkan ambil apa saja, tapi jangan sentuh keluarga saya!" Tambahlah beberapa pemuda mengamuk, tak kalah garang

sang ayah pun menyambar pisau panjang koleksinya dan melawan beberapa parang yang menyerang. Melihat kegigihan bapak setengah

baya ini, pemuda-pemuda bringas itu terdesak keluar. Mungkin ada rasa ngeri di dada brutal mereka, darah bapak tersebut sudah

bersimbah dari lengan yang terkena parang, tetapi kedua lengan tuanya tidak berhenti mengibas kesana-kemari. Puji Tuhan,

selamatlah keluarga ini, sekalipun hampir nyawa sang ayah melayang. Miris rasanya melihat bekas-bekas luka yang jadi keloid di

kedua lengan bapa ini.



Mereka tentu saja beruntung. Sebuah keluarga 'Kristen' kehilangan identitas, putri mereka

satu-satunya yang baru berangkat remaja diperkosa! Ayahnya sangat terpukul karena tidak punya kekuatan apa-apa menolong

putrinya yang digerayangi ramai-ramai di depan matanya sendiri. Ibunya hampir gila, tetapi hati nuraninya mengatakan bahwa ia

tetap harus hidup mendampingi trauma putrinya. Sang ayah marah terhadap Tuhan, mengapa tidak melindungi dan meluputkan mereka

dari bencana yang merusak hidup putri dan seluruh keluarganya?



Butuh lebih dari dua tahun untuk memulihkan semangat

hidup sang ayah, tetapi sampai saat ini ia memilih 'memusuhi' Tuhan... Seorang wanita muda baru saja merasakan sukacita yang

luar biasa selesai mengikuti sebuah KKR pada suatu malam, ia pulang dengan taxi. Ternyata gadis ini menjadi korban salah satu

dari sekian banyak cerita pencopetan dan pemerkosaan di taxi bersekongkol yang marak akhir-akhir ini. Di manakah Tuhan ?

Bukankah ia baru saja selesai beribadah ?



Sebuah gereja anak terbesar di Bronx, daerah kumuh maksiat orang kulit

hitam di Amerika memiliki banyak guru-guru sekolah minggu dengan komitmen dan integritas yang tidak perlu diragukan. Satu kali

seorang guru wanitanya diculik dan diperkosa, imannya goncang...! Di manakah Tuhan waktu itu ?



Sekarang lutut dan

kaki saya gemetar, seorang rekan sepelayanan yang saya kenal baik, istri seorang gembala sidang... memilih memeluk agama lain

karena merasa teraniaya oleh suaminya yang sering melakukan kekerasan(KDRT) . Hidupnya hancur karena ingin bercerai tapi tidak

bisa, akhirnya ia kabur dan jatuh ke pelukan laki-laki lain. Tentu saja suami mengamuk dan pertikaian menjadi besar. Sang istri

yang tidak bisa merasakan kasih Kristus dalam rumah tangganya mengatakan, "tidak ada hal yang indah dalam diri orang Kristen

selain kemunafikan, saya sudah bertahun-tahun ada di dalamnya." Ketika saya berkesempatan memberitahukan agar jangan

meninggalkan Tuhan, dengan enteng ia berkata, "Saya sampai tidak tahu apakah Tuhan benar-benar ada...."



Saya

terpekur dalam doa... Begitu banyak ayat-ayat Firman Tuhan bisa membangkitkan semangat hidup bahkan mendatangkan keselamatan

bagi jiwa yang terhilang. Tetapi semuanya terbentur tembok "KEKECEWAAN", tak pelak lagi hati yang 'kecewa' selalu dekat

dengan MENOLAK TUHAN (Yoh 16:1). Jika kita kecewa terhadap manusia, kita bisa mengambil waktu, mengkomunikasikan dan

menyelesaikannya. Kita bahkan bisa minta Roh Kudus melembutkan hati orang yang kecewa maupun dikecewakan, mengatakan kepada

mereka betapa Tuhan Yesus mengasihi mereka. Tetapi, jika seorang kecewa kepada TUHAN, bagaimana

menyelesaikannya?



Sudahpun dibacakan Mazmur 73, bahwa Asaf (seorang pemimpin pujian yang tekaun menjaga hati yang

bersih dan tangannya - ayat 13) pernah mengalami kepahitan hati terhadap TUHAN (ayat 21) tapi dengan lugas mereka mengatakan,

"Asaf tidak tahu rasanya diperkosa, masa depan yang dirampas dalam sekejab! Asaf tidak mengerti hidup dalam rumah tangga yang

dibalut kemunafikan, KDRT dari tangan seorang gembala sidang selama belasan tahun.... " Dan, saya hanya mampu bergumam, "Benar,

seorang yang sedang kecewa selalu menolak Tuhan dan Firman-Nya."



Saya teringat kisah seorang missionaris yang

memiliki putri bernama "Aina" kecewa karena merasa pelayanannya di benua Afrika sana tidak menghasilkan apa-apa. Sepanjang

hidupnya memusuhi Tuhan sampai masa pada tuanya, ia mabuk-mabukan dan hidup dalam kehancuran. Tetapi sayang sekali sebuah

perjalanan hidup yang dihabiskan sia-sia dalam 'amarah' hanya belajar sebuah kalimat bahwa, "di dalam persekutan dengan Tuhan

jerih payahmu tidak sia-sia" - benua Afrika telah melahirkan banyak jiwa-jiwa baru karena ada benih yang ditabur, harga yang

dibayar, dan darah yang tercurah oleh para missionaris.



Lihatlah hidup seorang David Livingstone, yang tubuhnya

dikubur di Inggris, tetapi hatinya ditanam di benua Afrika. Ia sama sekali bukan sosok yang jauh dari derita dan cobaan. Dalam

pekerjaan Tuhan di benua Afrika, tubuhnya 'tercabik-cabik' baik oleh binatang buas, keletihan dalam menyebarkan Kabar Baik,

bahkan oleh penyakit, namun tidak satu langkahpun menghentikan dia dan membuatnya kecewa terhadap Tuhan.



David

Livingstone punya "seribu" alasan yang lebih PANTAS ia lontarkan sebagai sakit hati kepada Tuhan. "Dimana Engkau Tuhan, ketika

seekor binatang buas merusak lenganku? Di mana Tuhan ketika istriku meninggal justru pada saat aku berkesempatan berjumpa

dengannya setelah bertahun-tahun memberitakan Injil ? Dimana Tuhan ketika penyakit menggerogoti tubuhku?" Tapi David

Livingstone tetap menyelesaikan tugasnya sampai garis akhir, ia telah mempersembahkan tubuhnya sebagai persembahan yang hidup,

yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan (Roma 12:1). Namanya terukir dalam sejarah kebangkitan rohani dibenua

Afrika.



Slide yang diputarkan di gereja tentang penjangkauan jiwa-jiwa di tengah lamunan saya menceritakan

perjalanan 4 orang missionaris yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan Kabar Baik ke sebuah suku Indian di pedalaman

Amerika, yang masih kanibal dan tidak sungkan-sungkan membunuh orang asing dari manapun. Hasilnya, baru beberapa waktu ke-4

orang tersebut mati terbunuh.... Secara manusia kita pasti akan kecewa.... "Di manakah Tuhan? Bukankah ini pekerjaan-Nya,

mengapa tidak ada perlindugan dan pembelaan?" Beberapa waktu kemudian, putri dari seorang missionaris yang mati terbunuh ini

malah kembali lagi ke tempat yang sama, balas dendamkah? Bukan, dengan kerinduan yang sama dengan ayahnya, ia ke sana untuk

berinteraksi dengan penduduk setempat, belajar bahasa mereka dan memberitakan Injil. Perlahan namun pasti, suku ini dimenangkan

- karena ada orang yang mau membayar harganya tanpa keraguan sedikitpun akan KASIH SETIA TUHAN.



Sungguh statement

bahwa, "bagiku hidup adalah KRISTUS dan mati adalah keuntungan" bukan perkara lip service, yang jadi latah diucapkan para

pengikut Kristus. Paulus menulis surat ini di PENJARA, ia sama sekali tidak berkata, "Di manakah Tuhan? Kenapa aku mengalami

penderitaan begitu banyak, bahkan di penjara, bukan karena perbuatan jahat yang aku lakukan?" Paulus malah bersukacita dalam

penderitaannya dengan menulis sebuah pesan yang DALAM : "Sebab kepada kamu DIKARUNIAKAN bukan saja untuk percaya kepada

Kristus, melainkan juga untuk MENDERITA untuk Dia." (Filipi 1:21 dan 29).



Di manakah TUHAN ?



"Janganlah

kiranya KASIH dan SETIA meninggalkan engkau! (Amsal 3:3a) - Percayalah kepada Yahweh dengan SEGENAP HATIMU, dan janganlah

bersandar kepada pengertianmu sendiri (ayat 5)". Komitmen kita untuk tetap setia merenungkan Firman Tuhan (INTIM dengan Tuhan)

membuahkan KEPERCAYAAN kepadaNya, dalam suatu tingkatan kepercayaan tersebut kita bisa meYAKINkan diri sendiri bahwa 'tidak

ada satu perkara yang buruk yang TUHAN ijinkan terjadi' - sekalipun secara manusiawi tampak seperti sebuah kejahatan, tetapi

TUHAN dapat merekakan menjadi suatu kebaikan pada akhirnya - Lihat perjalanan hidup Yusuf, baca hasilnya di Kejadian

45.



Apapun masalah hidup ini, di dalam ukuran kekekalan dibuat skala (air) SETETES berbanding (air) SELAUTAN. Jangan

biarkan kekecewaan memenuhi rongga hati dan pikiran kita, apalagi di dalam ukuran kasih kita ini adalah BIJI MATA TUHAN!

Kesulitan hidup, malapetaka, kebrutalan, bahkan maut akan makin kerap di hari-hari mendatang. Jika bumi digoncangkan saja sudah

membuat banyak orang kecewa dan menolak Tuhan, menjadi murtad“ bagaimana mungkin bisa bertahan sampai pada 'kesudahannya',

karena JANJI Tuhan adalah: langit akan digoncangkan, supaya tinggal tetap yang tidak tergoncangkan yaitu KERAJAAN yang akan

diwariskan pada kita semua yang SETIA, dan TIDAK MENOLAK TUHAN! (Ibrani 12:26-28)



"JAGALAH supaya kamu JANGAN

MENOLAK DIA yang berfirman. Sebab jikalau mereka (yang menolak Dia yang menyampaikan Firman Tuhan di bumi) tidak luput, apalagi

kita, JIKA BERPALING dari Dia yang berbicara dari sorga?" (Ibrani 12:25)





Oleh: Aina Kusumo



dilihat : 442 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution