Sabtu, 01 November 2014 11:12:59 | Home | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
Selamat kepada Jokowi-JK sebagai presiden terpilih. Kita doakan agar pelantikan tanggal 20 Oktober berlangsung baik..--Ingin kegiatan pelayanan anda diliput? silahkan kabari kami di 082139048191, 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Perspektif

Strategi Kebudayaan
Bagi sebuah bangsa yang miskin atau tertinggal, kemakmuran atau kesejahteraan merupakan tujuan yang hendak dicapai.

Catatan Ringan

Kaum Injili dan Politik
Keberadaan kelompok-kelompok Kristen dengan dinamikannya di negara-negara dunia ketiga cukup menarik perhatian untuk dijadikan bahan studi.

Agenda

Sabtu, 18 Oktober 2014
KKR Sekota “ON THE WAY”
Selasa, 28 Oktober 2014
Konser Doa Anak Muda Malang
Selasa, 04 November 2014
Doa Pagi BAMAG Surabaya di GKJW Wiyung
Selasa, 11 November 2014
Sidang Raya PGI XVI Nias







14737
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ki Gendeng Pamungkas Menipu Jemaat Kristen
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 20 November 2006 00:00:00
Ki Gendeng Pamungkas Menipu Jemaat Kristen
SURABAYA- NIAT Isan Massardi, yang lebih dikenal dengan Ki Gendeng Pamungkas, untuk taubat nasuha (bertobat sungguh-sungguh, red) dan menjadi ustadz ternyata hanya lip service. Dia tidak pernah terlihat di mimbar-mimbar pengajian atau sejenisnya.



Yang terjadi, nama Ki Gendeng Pamungkas tenggelam sejak 1999. Dia jarang diliput media massa, apalagi saat itu suasana di tanah air sedang dilanda hiruk-pikuk politik. Namun, sebuah penerbit besar di Jakarta sempat meminta dukun santet ini menulis buku tentang kiat keluar dari krisis.



"Dukun santet kok disuruh nulis. Ya, saya tulis saja apa yang ada di otak saya," kata Ki Gendeng Pamungkas, enteng. Buku itu kurang laku di pasaran.Setelah menulis soal politik, Gendeng Pamungkas beberapa kali diundang bicara di seminar-seminar.



Saat itu dia terang-terangan menuduh warga keturunan Tionghoa sebagai biang kerok berbagai krisis di Indonesia. "Yang bikin rusak negara, ya, singkek-singkek itu," ujar Ki Gendeng Pamungkas di Semarang.



Gara-gara ucapan berbau SARA ini, Gendeng sempat dilaporkan ke polisi. Tapi, diam-diam, kasus ini tak berlanjut ke pengadilan. Setelah hampir dua tahun sepi dari pemberitaan media massa, Ki Gendeng Pamungkas bikin sensasi lagi.



Kalau sebelumnya mengaku menjadi ustadz, ceramah di pengajian-pengajian, eh, sejak 2002 pria asal Surabaya ini malah sering berceramah di gereja atau kebaktian umat kristiani. Ki Gendeng Pamungkas masuk Kristen? Sensasi apa lagi?



Itulah yang dibahas panjang lebar di beberapa media nasrani, khususnya Bahana (Grup Andi, Jogja) dan Gloria (Grup Jawa Pos, Surabaya). Bahana dan Gloria merupakan media kristiani beroplah paling besar di Indonesia. Media-media kecil pun ikut meramaikan kisah perjalanan iman Ki Gendeng Pamungkas.



"Di mana-mana orang cari media kami. Sampai-sampai fotokopian pun laris manis gara-gara berita Ki Gendeng Pamungkas," ujar Freddy, bekas wartawan sebuah media kristiani, yang kini bekerja di surat kabar terbitan Jakarta.



Minggu, 31 Maret 2002, di Gereja Isa Almasih, Semarang, Ki Gendeng Pamungkas bikin kejutan. Sekitar 3.000 jemaat terkaget-kaget ketika Pendeta Hans mengumumkan bahwa hari itu ada seorang dukun santet terkenal yang akan menyampaikan kesaksian alias bicara di mimbar. Hmm.. dengan agak malu-malu Gendeng Pamungkas pun naik ke mimbar. Tepuk tangan membahana.



Lalu, Gendeng Pamungkas menceritakan masa lalunya, belajar ilmu hitam, menyantet orang, serta berbagai cobaan hidup selama ini. Kepada para jemaat, Ki Gendeng bercerita bahwa dia sempat mengalami kelumpuhan total. Bicara saja sulit. Sejumlah paranormal berusaha membantu, tapi gagal. Dokter pun angkat tangan. Saat dia sedang di kursi roda, ditemani ibunya, Gendeng Pamungkas komat-kamit... mencoba berdoa secara kristiani.



"Puji Tuhan, saya akhirnya mendapat mukjizat kesembuhan," kata Gendeng Pamungkas. Sejak itu, seperti ditulis Bahana dan Gloria, Ki Gendeng Pamungkas mengubah namanya menjadi Paulus Isan Massardi.Sejak ceramah di Gereja Isa Almasih, Semarang, dan dimuat sejumlah media massa, Gendeng Pamungkas kerap 'ditanggap' kalangan gereja di kota-kota besar.



Di Surabaya, misalnya, jemaat berjubel hanya untuk mendengar cerita langsung dari si Paulus. "Aku penasaran banget. Aku sudah baca di majalah, tapi nggak percaya. Masa sih Ki Gendeng Pamungkas sudah bertobat. Ternyata beneran," ujar Vonny, warga Kenjeran, Surabaya.



Namun, Ki Gendeng tetaplah dukun santet yang sulit melepaskan ilmu santet. Penyakit lamanya kumat lagi. Nama 'Paulus' pun dibuang, dan ia kembali menekuni ilmu hitam, santet, dan sejenisnya. "Saya baru sadar kalau Ki Gendeng ini telah menipu sekian banyak orang. Bicara ngalor-ngidul, tapi ulahnya tetap saja," kata Vonny.



Kini, di saat ribuan orang ramai-ramai beraksi menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush, Ki Gendeng Pamungkas dengan cerdik memanfaatkannya untuk mencari sensasi.



Media massa pun ramai-ramai memberitakan si dukun santet kontroversial itu. Permadi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang juga paranormal, tertawa ngakak saat ditanya seputar sepak terjang Ki Gendeng. Menurut dia, aksi Ki Gendeng yang sempat nyantri jadi ustadz, ceramah di gereja, bikin aksi di Istana Bogor... hanyalah sensasi belaka. Tidak lebih.



"Ah, Gendeng Pamungkas itu kan sudah lama tenggelam. Dia cuma memanfaatkan situasi saja untuk mencari sensasi," kata Permadi. "Nggak ada apa-apanya dia itu. Saya kenal betul Gendeng Pamungkas," tambahnya. (*) Lambertus Hurek (sumber: http://hurek.blogspot.com/atom.xml, dipublikasi atas seijin penulis)


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by GIS IT Solution