Minggu, 16 Desember 2018 01:48:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 450853
Hits hari ini : 93
Total hits : 4153278
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -KEMURTADAN PRIBADI






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 09 November 2008 00:00:00
KEMURTADAN PRIBADI
Nas : Ibrani

3:12



Ayat: "Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan

yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup."



Kemurtadan (Yun. apostasia) dipakai dua kali dalam

PB sebagai kata benda (Kis 21:21; 2 Tes 2:3) dan di dalam Ibr 3:12 dalam bentuk kata kerja (Yun. _aphistemi_; dalam versi lain

diterjemahkan sebagai "berbalik dari"). Istilah Yunani ini ditegaskan sebagai tindakan meninggalkan, berkhianat, memberontak,

mengundurkan diri atau berbalik meninggalkan sesuatu yang dahulu diikuti.



1) Menjadi murtad berarti memutuskan

hubungan keselamatan dengan Kristus atau mengundurkan diri dari persekutuan yang sangat penting dengan Dia dan iman yang sejati

kepada-Nya.



Dengan demikian kemurtadan pribadi hanya dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya sudah mengalami

keselamatan, kelahiran baru, dan pembaharuan melalui Roh Kudus (bd. Luk 8:13; Ibr 6:4-5); kemurtadan bukan sekedar tindakan

menyangkal doktrin PB oleh mereka yang belum diselamatkan di dalam jemaat. Kemurtadan mungkin meliputi dua aspek yang berbeda

namun berhubungan:

( a) kemurtadan teologis, yaitu: menolak semua atau sebagian dari ajaran asli Kristus dan para rasul (I

Tim 4:1; II Tim 4:3), dan



( b) kemurtadan moral, yaitu: seseorang yang sebelumnya percaya kini tidak lagi tinggal di

dalam Kristus dan sebagai gantinya memperbudak dirinya kepada dosa dan kebejatan lagi (Yes 29:13; Mat 23:25-28; Rom 6:15-23;

8:6-13).



2) Alkitab memberikan peringatan yang mendesak mengenai kemurtadan, dengan tujuan mengingatkan kita agar

waspada terhadap bahaya meninggalkan kesatuan kita dengan Kristus dan mendorong kita untuk bertekun di dalam iman dan ketaatan.

Maksud ilahi dari ayat-ayat peringatan ini jangan dilemahkan dengan pernyataan, "peringatan- peringatan ini bersifat

sungguh-sungguh, tetapi kemungkinan terjadi kemurtadan secara aktual tidak ada". Sebaliknya, kita harus memandang

peringatan-peringat an ini sebagai mengacu kepada realitas masa percobaan kita sehingga kita harus betul-betul memperhatikannya

jikalau kita ingin mencapai keselamatan pada akhirnya. Beberapa ayat PB yang berisi peringatan adalah: Mat 24:4-5,11-13; Yoh

15:1-6; Kis 11:21-23; 14:21-22; I Kor 15:1- 2; Kol 1:21-23; I Tim 4:1,16; I Tim 6:10-12; II Tim 4:2-5; Ibr 2:1-3; 3:6-

8,12-14; 6:4-6; Yak 5:19-20; II Pet 1:8- 11; I Yoh 2:23-25.



3) Contoh-contoh kemurtadan yang sesungguhnya terjadi

terdapat dalam. Kel 32:1-35; II Raj 17:7-23; Mazm 106:1-48; Yes 1:2-4; Yer 2:1-9; Kis 1:25; Gal 5:4; I Tim 1:18-20; II Pet

2:1,15,20-22; Yud 1:4,11-13; mengenai kemurtadan yang dinubuatkan akan terjadi di dalam gereja pada akhir zaman

ini.



4) Langkah-langkah yang menuju kepada kemurtadan adalah sebagai berikut:

(a) Orang-orang percaya, melalui

ketidakpercayaan, tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh kebenaran, nasihat, peringatan, janji, dan ajaran Firman Allah

(Mark 1:15; Luk 8:13; Yoh 5:44,47; Yoh 8:46).



(b) Ketika kenyataan-kenyataan dunia ini menjadi semakin nyata

dibandingkan dengan kenyataan-kenyataan Kerajaan Allah yang sorgawi, orang-orang percaya secara berangsur-angsur berhenti

menghampiri Allah melalui Kristus (Ibr 4:16; 7:19,25; 11:6).



(c) Melalui kelicikan dosa, orang percaya itu makin

toleran terhadap dosa dalam kehidupan mereka sendiri (I Kor 6:9-10; Ef 5:5; Ibr 3:13). Mereka tidak lagi mengasihi keadilan

atau membenci kefasikan (Ibr 1:9).



(d) Karena degil hati (Ibr 3:8,13) serta menolak jalan Allah (Ibr 3:10),

orang-orang percaya ini berkali-kali mengabaikan suara dan teguran Roh Kudus (Ef 4:30; I Tes 5:19-22).



(e) Roh Kudus

didukakan (Ef 4:30; bd. Ibr 3:7-8) dan api-Nya dipadamkan (I Tes 5:19), bait-Nya dirusak (I Kor 3:16). Karena itu akhirnya Ia

meninggalkan orang yang dahulu percaya (Hak 16:20; Mazm 51:13; Rom 8:13; I Kor 3:16-17; Ibr 3:14).



5) Jikalau

kemurtadan berjalan terus tanpa dikendalikan, orang-orang percaya itu mungkin akhirnya mencapai titik di mana mereka tidak

mendapat kesempatan lagi untuk kembali kepada Tuhan.



(a) Mereka yang pernah mengalami keselamatan namun kemudian

dengan sengaja dan terus-menerus mengeraskan hati terhadap suara Roh (Ibr 3:7-19), terus berbuat dosa dengan sengaja (Ibr

10:26), serta menolak untuk bertobat dan kembali kepada Allah mungkin akan mencapai titik di mana mereka tidak bisa berbalik

lagi sehingga tidak mungkin bertobat dan menerima keselamatan lagi (Ibr 6:4-6; Ul 29:18-21; I Sam 2:25; Ams

29:1).



Kesabaran Allah ada batasnya (liht. I Sam 3:11-14; Mat 12:31-32; II Tes 2:9-11; Ibr 10:26-29,31; I Yoh

5:16).



( b) Titik di mana orang tidak bisa bertobat lagi ini tidak dapat ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu,

satu-satunya pengaman untuk tidak terjerumus ke dalam kemurtadan akhir ditemukan dalam nasihat, "Pada hari ini jika kamu

mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu" (Ibr 3:7-8,15; 4:7)



6) Haruslah ditekankan bahwa sekalipun

kemurtadan merupakan bahaya bagi semua orang percaya yang mulai hanyut dari iman (Ibr 2:1-3) dan undur dari Allah (Ibr 6:6),

perbuatan itu tidak akan menjadi lengkap jikalau orang yang bersangkutan tidak dengan sengaja dan terus-menerus berbuat dosa

terhadap suara Roh Kudus



(Mat 12:31 mengenai dosa terhadap Roh Kudus).



7) Mereka yang menjauhkan diri

dari Allah karena hati yang tidak percaya (Ibr 3:12) mungkin berpikir bahwa diri mereka masih Kristen namun ketidakacuhan

mereka terhadap tuntutan-tuntutan Kristus dan Roh Kudus serta peringatan- peringatan Alkitab menunjukkan keadaan yang

sebaliknya. Karena kemungkinan penipuan diri ini ada, Paulus mendesak agar semua orang yang mengaku diri sudah diselamatkan

untuk "uji ... dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu" (II Kor 13:5).



8) Mereka yang

sungguh-sungguh mempunyai perhatian terhadap keadaan rohani dan hati mereka ingin berbalik kepada Allah dalam pertobatan

memiliki bukti yang pasti bahwa mereka tidak melakukan kemurtadan yang tidak bisa diampuni. Alkitab dengan jelas menandaskan

bahwa Allah tidak ingin seorang pun binasa (II Pet 3:9; bd. Yes 1:18-19; 55:6-7) dan menyatakan bahwa Allah akan menerima

kembali semua orang yang pernah mengalami kasih karunia yang menyelamatkan jikalau mereka bertobat dan kembali kepada-Nya (bd.

Gal 5:4 dengan Gal 4:19; 1Kor 5:1-5 dengan II Kor 2:5-11; juga liht. Luk 15:11-24; Rom 11:20-23; Yak 5:19-20; Wahy 3:14- 20;

perhatikan contoh Petrus, Mat 16:16; Mat 26:74-75; Yoh 21:15-22).





Oleh: Dede Wijaya



Sumber: (dari

cd SABDA 3.0).

www.dedewijaya.co.cc

dilihat : 367 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution