Kamis, 15 November 2018 21:32:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 335
Total pengunjung : 440212
Hits hari ini : 2039
Total hits : 4063287
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Berelasi Dengan Tuhan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 24 Oktober 2008 00:00:00
Berelasi Dengan Tuhan
Itulah Iman, iman itu tidak statis tapi selalu dinamis. Iman

harus senantiasa bertumbuh terus sepanjang hidup kita sebagai anak-anak Allah, untuk itulah kita harus senantiasa berelasi

dengan Tuhan, hingga terjadi ikatan dan persekutuan dengan-Nya.



Tanpa berelasi dengan Tuhan, dipastikan iman akan

menjadi "KERDIL". Berelasi dengan Tuhan bukanlah berbicara dengan Tuhan hanya tentang hal-hal apa saja yg bisa kita dapatkan

dari Tuhan, tetapi juga apa yang bisa kita berikan kepada Tuhan. Tuhan mengharapkan kita untuk: "Sebab semua orang yang

dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia,

Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara" (Rom 8:29). Tuhan menghendaki kita bertumbuh terus kearah

keserupaan dgn Yesus Kristus.



Proses hubungan dengan Tuhan. Supaya Tuhan sungguh-sungguh hadir dalam diri kita,

semua itu memang membutuhkan waktu, tapi kita tetap harus teguh dan tekun memurnikan tubuh yang penuh dosa ini dengan

menyangkal diri, memanggul salib-Nya, berdoa, berpantang dan berpuasa. Pada detik-detik dimana Roh Kudus itu datang dan hadir

didalam diri kita, anda akan mendengar gemuruh angin yang luar biasa, Ia akan masuk, sehingga tubuh-jiwa kita ini akan

digetarkan dan dibakar habis-habisan, dimurnikan dan segala macam kekotoran batin serta roh-roh jahat, susuk-susuk, jimat-jimat

yg diisi yg ada dalam tubuh kita dibakar, dilenyapkan dan diusir keluar, sehingga tubuh menjadi ringan, batin pun menjadi

bahagia dan damai tentram, demikian juga kehangatan tubuh itu sungguh-sungguh sangat dirasakan serta nyala api itu benar-benar

membuat kita menggebu-gebu, tiada lagi ketakutan dan kemelekatan sebab semua itu secara otomatis kita "disadari", bahwa apa

yang ada didunia ini adalah milik-Nya dan kita adalah sebagai perantaraan titipan-Nya!



Dan kita pun akan merasakan

tidak pernah ada lagi ketakutan terutama didalam mewartakan kabar gembira itu kepada siapapun, karena perkataan Yesus selalu

mengiang-ngiang dilubuk hati kita yang dalam, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Mat 14:27). Itulah tanda2 bahwa "Iman kita"

sedang dan sudah tumbuh! Yesus katakan : "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" (Luk 7:50). Kuncinya :

"Berelasi lah senantiasa dengan Tuhan supaya Iman itu makin bertumbuh dan makin bertambah BESAR" (Bdk Lukas

7:1-50)





Oleh: Eddy TG

dilihat : 258 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution