Selasa, 25 September 2018 09:48:18 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 423091
Hits hari ini : 403
Total hits : 3898713
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gereja Orthodox Katolik dan Ajaran-ajarannya.






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 20 Oktober 2008 00:00:00
Gereja Orthodox Katolik dan Ajaran-ajarannya.
Gereja Kristus yang Satu dan untuk

Selama-lamanya





Di dunia masa kini begitu banyak aliran keagamaan yang menamakan dirinya Kristen atau Gereja.

Namun demikian sering kita jumpai bahwa dalam masalah ajaran, aliran-aliran yang satu amat berbeda dengan aliran yang lain.

Belum lagi bagi banyak orang hanya mengenal Kekristenan dalam dua bentuk saja yaitu: Katolik Roma dan denominasi-denominasi

Protestan. Dua bentuk inipun sementara masing-masing menyatakan dirinya sebagai ajaran Injil yang benar dan sejati atau sebagai

Gereja Kristus yang benar, dalam realitanya banyak praktek dan ajarannya itu saling bertentangan satu dengan yang lain.

Demikian pula dalam apa yang kita sebut dengan denominasi-denominasi Protestan, begitu banyak aliran yang satu sungguh-sungguh

berbeda akidah dan ajarannya dengan yang lain. Dan semuanya itu mengaku sebagai Gereja yang benar. Kita yang mencintai

kebenaran dan mencari kebenaran dijadikan bingung karenanya. Mungkinkah dengan Kitab Suci yang satu, Allah yang Satu, Yesus

yang satu, Roh Kudus yang Satu, terdapat Iman atau pengajaran dan Gereja yang bermacam-macam dan saling bertentangan dan

kontradiksi satu dengan lainnya itu?



Menurut Kitab Suci, jikalau yang dimaksudkan adalah Gereja Kristus dan ajaran

Injil Kristus yang sejati jelas tidak mungkin, karena Kitab Suci mengatakan :”…….satu tubuh…..” ( Efesus 4:4), “satu Tuhan,

satu Iman….” (Efesus 4:5). Surat Efesus yang sama ini menegaskan bahwa yang disebut Tubuh Kristus itu adalah Jemaat (Ekklesia,

Iglesia, Igreja, Gereja): ”Jemaat (Ekkelsia= Gereja) yang adalah TubuhNya….” ( Efesus 1:23). Jikalau hanya ada satu tubuh, dan

yang dimaksud dengan Tubuh itu adalah Gereja, jadi menurut Alkitab Gereja itu hanya satu saja. Gereja yang satu itu yang

bagaimana, yatu yang memiliki “satu Iman” karena memiliki “satu Tuhan”. Berarti jikalau imannya tidak satu, ajarannya tidak

satu, pemahamannya tentang Tuhan yang satu itu tidak satu, pastilah itu bukan bagian dari “satu Tubuh” atau Gereja yag dimaksud

itu. Demikianlah kesimpulan yang dapat kita ambil mengenai adanya macam-macam aliran ajaran yang semuanya mengaku Kristn dan

semuanya mengaku Gereja, tak mungkin semuanya itu benar dan tak mungkin semuanya itu Gereja Kristus. Sebab jikalau mereka itu

adalah bagian dari Gereja Kristus yang hanya satu pastilah ajarannya itu satu dan sama dimana-mana. Lalu mengapa ada

macam-macam aliran pengajaran seperti itu. Kitab Suci mengajarkan bahwa ada Yesus yang lain, Injil yang lain dan Roh yang lain

( II Korintus 11:4).



Dan Kitab Suci juga mengatakan tentang adanya Injil yang lain dan yang berbeda dari Injil yang

diberitakan oleh Rasul dan yang diterima oleh Gereja ( Galatia 1: 8-9), dan Kitab Suci juga mengajarkan tentang adanya

ajaran-ajaran bidat ( Titus 3:10-11). Itulah sebabnya terjadi munculnya ajaran-ajaran-ajaran yang bermacam-macam itu. Dan

menurut Kitab Suci ajaran yang bermacam-macam yang tak sesuai dengan ajaran Rasul dan Iman Gereja Kristus yang benar itu

membawa kutuk ( Galatia 1:8-9), mendatangkan dosa dan hukuman ( Titus 3:10-11). Padahal mengenai ajaran Imanl yang benar itu

Kitab Suci mengatakan demikian:”…….iman yang sudah sekali bagi sekalian (Yunani: “apax”)dikaruniakan kepada segala orang suci”

( Yudas 1:3, TL). Sayang terjemahan baru Alkitab bahasa Indonesia tak menterjemahkan kata penting “apax” ini dalam Alkitab

terjemahan sekarang. Padahal kata ini bermakna bahwa Iman Kristen yang benar itu adalah “sudah sekali” yaitu sekali pada jaman

rasul itu saja diberikan kepada segala orang suci (Gereja), dan iman yang sekali diberikan kepada Gereja itulah, iman “bagi

sekalian” orang dan bagi sekalian jaman. Berarti sampai kapanpun Gereja itu imannya hanya satu itu dan tak akan pernah

berubah.



Jadi jika ada ajaran yang selalu berubah-ubah dan berbeda dengan iman rasuliah sepanjang segala jaman

pastilah itu bukan Injil yang satu itu yang diajarkan. Dan kelompok yang mengaku dirinya Gereja dan mengikuti ajaran yang

beurbah-ubah dan saling kontradiksi itu pastilah bukan Gereja yang benar yaitu Tubuh Kristus yang hanya satu itu. Tidak ada

Wahyu yang bermacam-macam diluar Wahyu di dalam Yesus Kristus yang satuu itu, dan tak ada ajaran yangbeubah-ubah diluar ajaran

yang : sudah sekali bagi sekalian “ itu, serta tak Gereja yang bermacam-macam kecualiu Tubuh Kristus yang hanya satu sejak

jaman Rasul itu. Padahal mengikuti ajaran yang berbeda dengan ajaran rasul yaitu ajaran yang diterima dan dipelihara oleh

Gereja Kristus yang satu dari jaman purba tanpa perubahan itu menyebabkan orang tertimpa kutuk, dosa dan hukuman (Galatia

1:8,9, Titus 3:10-11).



Untuk mengetahui keberadaan Gereja Kristus yang berasal dari jaman para Rasul dan tetap

memelihara Iman Rasuliah tak berubah itu, kita perlu melakukan pelacakan Sejarah Umat Awal dari jaman permulaan sampai kini,

dan kita mengambil kesimpulan dari pelacakan ini. Banyak orang telah diberi informasi yang keliru mengenai keberadaan Gereja

Kristus yang Rasuliah dan satu itu dengan pemahaman bahwa Gereja Purba selalu dianggap berada dibawah ketundukan dengan Sri

Paus, dan hanya merupakan bagian dari Gereja Roma Katolik saja, sedangkan dari pihak denominasi-denominasi Protestan memiliki

anggapan yang serupa pula mengenai segala sesuatu sebelum munculnya Protestantisme dan sesudah zamannya para rasul, karena

latar-belakang sejarahnya yang memang merupakan protes terhadap Gereja Roma Katolik. Dan segala sesuatu sebelum munculnya

Reformasi Protestan dianggap masih termasuk dalam Zaman Kegelapan. Dalam cara pandang yang demikian ini tentulah orang hanya

melihat Kekristenan sebagai termasuk dalam Katolik Roma atau jika tidak pasti itu termasuk dalam salah satu

denominasi-denominasi Protestan. Itulah sebabnya banyak orang tak dapat meletakkan keberadaan Gereja Rasuliah Purba yang hanya

satu itu secara tepat dalam spektrum Roma Katolik atau Protestan ini.



Gereja Kristus yang Rasuliah dan hanya satu

itu bukan bagian dari sejarah Gerakan Reformasi, karena itu harus berasal dari jaman purba dari awal Kekristenan itu sendiri

Itulah sebabnya Gereja Rasuliah Purba itu bukan termasuk denominasi Protestan. Juga Gereja Purba yang Rasuliah itu tak pernah

merupakan bagian sejarah dan pemikiran yang mempengaruhi benua Eropa Barat yang sangat besar dipengaruhi oleh ajaran Santo

Agustinus, filsafat Skolastikisme sebagaimana yang dikembangkan oleh Thomas Aquinas dalam Gereja Roma Katolik, dan yang

kemudian juga dikembangkan oleh Martin Luther dan Calvin dalam sejarah Protestantisme. Yang juga dipengaruhi oleh pemusatan

lembaga kepausan, sejarah Rennaisance, Pencerahan, Reformasi Protestan dan Kontra-Reformasi Roma Katolik serta Revolusi

Perancis. Dan oleh pengaruh-pengaruh itu munculnya pemahaman-pemahaman Iman Gereja Barat baik yang berpusat di Roma maupun

dalam komunitas Protestan. Karena Kristus adealah orang Yahudi dan para RasulNya juga orang-orang Yahudi, mereka berasal dari

Timur Tengah, bukan dari Eropa. Maka Gereja yang Rasuliah pastilah berasal dari Timur Tengah ini juga.



Maka Gereja

Rasuliah ini tak turut ambil bagian dari sejarah Gereja Barat itu, sehingga bukan merupakan bagian dari Gereja Roma Katolik

ataupun komunitas Protestan modern. Jadi bukan termasuk kategori Gereja Barat. Apalagi secara geografis yang dimaksud Gereja

Barat adalah wilayah Gereja sekitar Eropa Barat, baik sekitar daerah Mediterania maupun daerah-daerah Skandinavia. Sedangkan

secara etnis yang termasuk dalam lingkup Gereja Barat adalah bangsa-bangsa Latin (Itali, Spanyol, Perancis) dan bangsa-bangsa

Anglo-Saxon (Jerman, Belanda, Inggris) serta bangsa-bangsa Skandinavia (Denmark, Swedia, Skandinavia). Dan jika kita masukkan

aliran-aliran Protestan, maka termasuk pula bangsa Amerika dan Kanada.



Padahal jika kita lihat dalam Perjanjian

Baru umat dalam Gereja Purba itu adalah bangsa Syria, Yahudi, Etiopia, dan Yunani, sehingga Gerejanya bukan termasuk Gereja

Barat baik secara geografis, etnis maupun historis dan aqidahnya. Gereja Rasuliah Purba inilah yang disebut Gereja Orthodox dan

berasal dari zaman awal munculnya Kekristenan itu sendiri. Gereja Orthodox adalah Gereja Purba yaitu Gereja Perjanjian Baru itu

sendiri yang masih hadir di dunia ini tanpa berubah baik dalam ajaran, ibadah, maupun ethos dan cara pemerintahan Gerejanya

sejak zaman para Rasul itu sendiri. Sejarah Gereja Orthodox lebih berlatar-belakangkan zaman Patristik Purba, Zaman

Konsili-Konsili Ekumenis dalam lingkup Kerajaan Byzantium, Munculnya Islam, Penyebaran ke Eropa Timur dan Rusia, Penjajahan

Turki, Penyerangan Bangsa Tartar, Penjajahan Komunis, Kemerdekaan negara-negara Balkan, dan sampai kepada zaman modern

ini.



Yang ikut ambil bagian dalam latar-belakang sejarah Gereja Orthodox di Timur ini adalah Gereja-Gereja Timur

lainnya yaitu Gereja-Gereja yang disebut Monofisit atau Oriental Orthodox atau Non-Kalsedon (Koptik, Syria-Yakobit: di

Indonesia ini dipromosikan dengan Nama Kanisah Orthodox Syria oleh “YAYASAN Study Orthodox Syria” pimpinan sdr. Bambang

Noorsena S.H. yang tadinya adalah mantan anggota Gereja Orthodox Indonesia; kemudian Armenia, Ethiopia, dan Thomas India) serta

Gereja yang disebut Nestorian (“Gereja Timur Assyria”, “Pre-Efesus”).



Istilah “Orthodox” bukanlah nama aliran

Gereja, karena sebenarnya Gereja Orthodox tak mempunyai nama. Orthodox berasal dua kata Yunani “orthos = lurus, benar” dan

“doxa = pengajaran, pendapat, kemuliaan.” Jadi “orthodoxa” artinya adalah “ajaran yang lurus.”



Untuk mengetahui

Gereja Orthodox ini secara baik kita harus melacak 2000 tahun sejarah Gereja itu sampai kini. Dengan demikian kita dapat

melokasikannya secara benar dalam spektrum Roma Katolik-Protestan itu.



Agar kita dapat mengetahui lebih jelas dan

mendalam tentang Gereja Kristus yang sejati ini, marilah kita membahas mengenai sejarah Gereja Orthodox selama 2000 tahun itu

dalam bagiannya yang pertama. Namun sebelumnya akan kita bicarakan latar-belakang sejarah keselamatan yang direncanakan Allah

sejak zaman Adam sampai dengan datangNya Yesus Kristus di dunia itu. Kemudian pembahasan sejarah itu akan kita bagi dalam lima

bagian. Bagian pertama adalah awal perkembangan Iman Kristen sebagai fondasi dari keberadaan Gereja Orthodox selanjutnya.

Bagian kedua akan membahas masa perumusan theologi Kristen yang Orthodox mengenai dua-kodrat dari Kristus yang satu dalam

Konsili-Konsili Ekumenis Gereja Purba. Bagian Ketiga akan membicarakan situasi Gereja Orthodox sesudah Konsili-Konsili

Ekumenis, sampai jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki. Bagian Keempat adalah Masa penjajahan Turki atas ummat Orthodox

sampai akhir masa penjajahan Turki itu. Dan Bagian kelima akan membahas situasi Gereja Orthodox di abad kedua puluh dan kedua

puluh satu ini serta munculnya Gereja Orthodox di Indonesia.



Disamping tentang sejarahnya, buku ini dalam bagiannya

yang kedua juga akan membahas tentang aqidah dan keyakinan Iman Gereja Orthodox berdasarkan Syahadat (Pengakuan Iman ) Nikea,

yang dirumuskan pada Konsili Ekumenis Pertama tahun 325 dan yang diratifikasikan pada Konsili Ekumenis Kedua tahun 381. Rumusan

yang mana mrupakan garis besar dari ajaran Rasuliah sebagaimana yang tercatat dalam Alkitab dan yang selalu dipercayai oleh

Gereja Universal yang Orthodox. Dalam bagian tentang aqidah atau pengajaran dan keyakinan iman itu pembahasan akan dibagi dalam

bagian-bagian mengenai : Allah, karya Allah, Ciptaan: Malaikat, Iblis dan roh-roh jahat, serta penciptaan manusia. Kemudian

dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Yesus Kristus dan karyaNya, makna keselamatan yang diakibatkan oleh karya Yesus Kristus,

serta Roh Kudus dan karyaNya, termasuk makna Gereja, sakramen-sakramen, kehidupan sesudah mati dan hari kiamat yang ditandai

dengan dengan kedatangan Yesus Kristus yang kedua untuk menegakkan Kerajaan yang kekal.



Bagian yang ketiga dari

pembahasan buku ini adakah mengenai kehidupan Ibadah dari Gereja Orthodox itu. Termasuk di dalamnya adalah mengenai simbolisme

Gedung gereja Orthodox, simbolisme kedudukan para rohaniwan Orthodox. Makna Sakramen-Sakramen Gereja Orthodox, Sholat harian

tujuh kali sehari, Puasa dalam Gereja Orthodox serta zakat persepuluhan. Dan tertib-tertib ibadah lainnya, termasuk yang

menyangkut kelahiran, kematian, pengudusan rumah, serta doa-doa yang menyangkut seluruh kebutuhan kehidupan.



Bagian

yang keempat atau yang terakhir dari buku ini akan membahas tentang kehidupan akhlak dan moral Orthodox sebagai akibat suatu

praktek kehidupan yang diakibatkan oleh iman kepada aqidah serta pelaksanaan ibadah dalam kehidupan.



Dengan demikian

buku ini akan menjadi timba yangmenolong orang dapat mengambil air kebenaran yang sulit dan dalam dari Sumur Kitab Suci, agar

orang menemukan kebenaran sejati, dengan demikian diselamatan.





Oleh : Arkhimandrit Rm. Bambang Dwi

Byantoro



dilihat : 416 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution