Kamis, 19 September 2019 23:37:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 2034
Total hits : 4963138
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tuhan Selalu Ada Untuk Orang Yang Hatinya Hancur






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 18 Oktober 2008 00:00:00
Tuhan Selalu Ada Untuk Orang Yang Hatinya Hancur
Sebagai seorang anak yang sudah tidak berbapa sejak umur 4 tahun, aku seringkali mendapati kenyataan

dihidupku bahwa begitu banyak keterbatasan yang melingkari hidupku, hingga satu hari kemudian TUHAN mengajar aku mengenai

ketidak terbatas-Nya DIA.



Aku begitu menginginkan dapat melanjutkan pendidikanku, tapi krisis moneter waktu itu

menghapuskan segala impianku. Pekerjaanku hilang, modal untuk melanjutkan kuliahpun hilang. Melamar kesana kemari tak kunjung

dapat.



Hingga satu hari, didalam bus kota saat pulang, hatiku begitu sesak karena harus menerima kenyataan bahwa

mustahil aku dapat mengejar impianku. Ditambah lagi dengan begitu banyak cibiran, sindiran dan cemooh yang mematahkan harapan,

semuanya terakumulasi sementara waktu pendaftaran tinggal 1 hari lagi.



Bagaimana mungkin aku bisa melanjutkan

kuliahku, uang tak ada, pekerjaan tak ada dan tabunganpun tak ada. Entah mengapa pada titik itu hatiku berbisik kepada Tuhan

dikeramaian penumpang bus.. "TUHAN.. anak-MU ini seringkali tidak mendapatkan apa yang di impikannya, tapi jika kali inipun aku

tidak mendapatkannya lagi.. satu hal TUHAN hibur hatiku agar aku mampu menata hatiku yang hancur ini... amin. "



Aku

turun dari bus kota, sambil berjalan menuju rumah air mataku berlinang karena meratapi nasibku.



Dipertengahan jalan,

aku melewati gerejaku. langkahku terhenti, aku memandang gedung gereja tertegun karena ada suara dalam hati, “masuklah...

curahkanlah isi hatimu di rumah-KU”. Aku menuruti. Pendeta mempersilahkan aku untuk berdoa didalam, akupun berdoa sambil

mencurahkan isi hatiku seorang diri, bak anak kecil yang malang karena tidak bisa berbuat apa-apa, hatinya hancur, harapannya

yang sederhana pun hilang, dia tidak minta apa-apa hanya minta dihibur oleh Bapanya.



Setelah selesai, aku berterima

kasih pada Pendeta dan pamit untuk pulang, beliau menyuruhku duduk, dia dan istrinya mengatakan padaku bahwa ia mendengarkan

doaku di dalam tadi, dan berkata. "BAPA mu disorga mendengarkan doamu, Dia menggerakan kami untuk membantumu, ambilah uangnya

besok pagi. Dan ingat DIA adalah BAPAmu yang selalu ada untuk orang yang hancur hatinya."

Thats the sweetest and amazing

miracle that happened in my live. Taste HIS LOVE





Oleh: Josua Marpaung







dilihat : 450 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution