Selasa, 17 Juli 2018 20:43:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 167
Total pengunjung : 406287
Hits hari ini : 1822
Total hits : 3703997
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -APAKAH SAYA BISA JADI EVANGELIS?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 01 Oktober 2008 00:00:00
APAKAH SAYA BISA JADI EVANGELIS?
Saudara-saudari yang terkasih dalam

Kristus:



Allah Bapa berkehendak untuk menggunakan anda masing-masing untuk menjamah orang-orang lain dengan

pesan-pesan penyelamatan dari Kabar Gembira. Entah mereka itu seorang eksekutif perusahaan, akuntan, tukang kayu, mekanik,

orang jalanan ataupun pelacur sekalipun. Bahwasanya hanya ada satu-satunya jalan menuju surga yaitu melalui Yesus

Kristus.



Sri Paus Yohanes Paulus II mengingatkan kita bahwa "jika kita kembali kepada awal mula Gereja, kita akan

menemukan konfirmasi bahwa Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat bagi semua orang, satu-satunya yang dapat menyatakan Allah

dan membawa kita kepada Allah."



Ketika menjawab pertanyaan para pemimpin-pemimpin Yahudi serta para ahli agama yang

mempertanyakan para rasul terhadap penyembuhan orang lumpuh, Petrus menjawab, "Dalam nama Yesus Kristus orang Nazaret, yang

telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati....Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun

juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan ke pada manusia yang olehnya kita

dapat diselamatkan." (Kisah 4:10,12). Pernyataan itu yang ditujukan kepada Sanhedrin, yaitu dewan agama Yahudi, memiliki nilai

yang universal, karena bagi semua orang, Yahudi ataupun bukan Yahudi, keselamatan hanya datang dari Yesus

Kristus.



Mari Nyatakan Sampai Ke Ujung Dunia....



Setiap orang perlu mendengarkan Kabar Gembira dan

didamaikan dengan Allah. Tidak mungkin bagi siapapun untuk mencapai Allah dengan kekuatannya sendiri (bandingkan Matius

19:25-26). Semua telah jatuh ke dalam dosa. Apakah orang yang berpakaian mewah dan bermobil Mercedez, atau pecandu alkohol yang

terbaring di jalanan, masing-masing punya problem yang sama: tanpa Yesus Kristus mereka tersesat dan hilang. Ketika mereka

mendengar dan menolak Kabar Gembira, mereka hanya punya satu perbedaan diantara mereka: orang kaya menjalani hidup yang nyaman

di dunia ini sebelum masuk ke dalam neraka abadi.



Tuhan Yesus berkata kepada kita bahwa "ada sukacita di surga

karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak

memerlukan pertobatan" (Lukas 15:7). Sukacita di surga sama besar bagi setiap pendosa yang bertobat. Setiap jiwa adalah sama

nilainya dimata Allah: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun

yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya." (Kisah 10:34-35). Tidak peduli apakah mereka tinggal

di gubuk-gubuk reyot di Afrika atau di rumah-istana di Beverly Hills. Tidak peduli apakah mereka adalah warga idola di

komunitas mereka atau penjahat yang paling ditakuti. Ada sukacita besar di surga bagi setiap mereka yang bertobat. Oleh karena

ini, kita jangan hanya memfokuskan usaha menyebarkan Kabar Gembira kepada mereka yang hidup berkekurangan. Tantangannya bagi

kita adalah untuk menembusi setiap lapisan masyarakat dengan pesan-pesan keselamatan dari Kabar Gembira.



Allah Bapa

punya rencana....



Mewartakan Injil seharusnya menjadi bagian yang alami dari hidup Kristen. Janganlah hal ini

dianggap suatu hal yang istimewa ataupun luar biasa. Sri Paus Paulus VI pernah berkata bahwa Allah Bapa berkehendak untuk

menggunakan setiap orang untuk mewartakan pesan-pesan Injil: "Akhirnya, orang yang dievangelisasi meneruskan untuk

mengevangelisasi orang-orang lainnya. Disinilah letak tes kebenaran, sokoguru evangelisasi: sungguh tidak terpikirkan bahwa

seseorang bisa menerima Firman dan memberikan dirinya sendiri kepada Kerajaan Allah tanpa menjadi seorang yang bersaksi bagi

Firman dan pada gilirannya menyatakannya (kepada orang-orang lain)." (tulisan Sri Paus Paulus VI dalam Mengenai Evangelisasi Di

Dunia Modern). Sri Paus Yohanes Paulus II menambahkan, "Tuhan Yesus selalu memanggil kita untuk keluar dari diri kita sendiri

dan berbagi dengan orang lain milik kita, mulai dengan karunia yang paling berharga diantara semua, yaitu iman kita. (Sri Paus

Yohanes Paulus II dalam Misi Sang Penebus).



Sesungguhnya, setiap umat Kristen harus bekerja membawa orang-orang lain

kepada Kristus. Banyak orang mungkin berkata, "Saya tidak yakin kalau saya bisa berevangelisasi. Saya bukan orang yang terbuka

dan saya tidak suka berbicara kepada publik." Atau kadang mereka berkata, "Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk

dapat berevangelisasi. Saya tidak mungkin bisa mendekati orang yang tidak saya kenal di jalanan." Tidak setiap orang memiliki

karunia atau panggilan untuk menginjil di jalan-jalan. Tetapi orang yang pintar menginjil kepada publik belum tentu bisa

berbicara dengan sahabat dan keluarga tentang Injil. Orang yang sifatnya tertutup mungkin bisa berbuat banyak melakukan

pelayanan kepada orang-orang sakit, misalnya dengan menjadi pelayan Ekaristi atau mengajar kelas studi Alkitab. Kalau kamu

bersedia untuk menjadi bagian dari rencana Allah Bapa untuk mewartakan Kabar Gembira, maka niscaya Allah Bapa pasti menggunakan

kamu. Kamu adalah instrumen yang bagus dan dipilih oleh Allah Bapa untuk menjamah orang-orang tertentu dengan Kabar Gembira.

Kamu adalah pilihan pertamaNya. Allah Bapa telah memberikan kamu karunia dan talenta-talenta tertentu. Dia ingin menggunakan

kamu untuk menjamah orang-orang lain.



Roh Kudus Memberimu Kekuatan...



Perutusan akbar dalam Injil Markus

menunjukkan bahwa kuasa Roh Kudus diberikan kepada kaum beriman untuk memenuhi tugas besar ini: "Tanda-tanda ini akan menyertai

orang-orang yang percaya...." Bahkan setiap tempat yang tercatat dalam Perjanjian Baru merekam bahwa "perutusan akbar" ini

meliputi janji menerima kuasa Roh Kudus untuk menolong kita menjalani tugas-tugas ini. Demi keberhasilan, kita harus

menyandarkan diri pada kuasa Allah yang bekerja melalui kita. Jika kamu merasa tidak mampu untuk menjadi seorang evangelis,

maka sesungguhnya kamu berada pada posisi yang bagus! Orang yang percaya diri dan menyandarkan pada kemampuan dan kepintaran

mereka sendiri akan jauh lebih tidak efektif daripada orang yang menggantungkan diri pada rahmat dan kuasa Allah

Bapa.



Boleh jadi kamu masih berpikir, "Siapa? Saya? Bagaimana saya akan bercerita tentang Yesus kepada orang lain?

Saya tidak tahu banyak tentang Alkitab maupun ajaran-ajaran Gereja. Siapa yang akan mau mendengarkan omongan saya?" Saya yakin

ini pasti menjadi alasan banyak orang. Kita menghindar dari bersaksi tentang Yesus kepada orang lain karena kita merasa bahwa

kita tidak tahu banyak. Harap ingatlah bahwa bukan pengetahuan yang kita miliki ataukah pemahaman kita yang membawa banyak

orang kepada Yesus, melainkan kuasa Yesus-lah yang akan membawa mereka kepada-Nya.



Apakah kamu bersedia untuk

bersaksi kepada orang lain tentang apa yang kamu ketahui tentang Yesus? Jika kamu bersedia berbicara kepada mereka, maka Allah

akan mengirim orang-orang yang perlu mendengarkan, kepadamu.



Jadi kamu lihat, bahwa banyak orang telah menemukan

cara-cara untuk menghindar dari iman Kristen. Mereka tidak mendengar firman Tuhan di gereja-gereja pada hari Minggu. Mereka

tidak mendengarkannya di radio ataupun di televisi. Tetapi ketika Allah Bapa mengirimmu kepada mereka, mereka tidak bisa

menghindar daripadamu. Mengapa? Karena mereka mengenalmu sebagai tetangga mereka. Mereka mengenalmu sebagai mekanik bengkel

mobil. Mereka mengenalmu sebagai sesama orang tua murid. Mereka mengenalmu sebagai teman kantor. Ketika kamu berteman dengan

mereka dan mengasihi mereka dengan kasih Allah, hati mereka tersentuh dan menjadi terbuka.



Umumnya orang-orang tidak

mencari ahli-ahli Alkitab, teolog, ataupun pembicara hebat di depan umum. Apa yang mereka butuhkan justru adalah orang-orang

seperti kamu. Seseorang yang bisa berbicara dengan jujur dari kedalaman hatinya tentang kebutuhan terbesar dalam hidup mereka -

betapa perlunya mereka menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan bersatu dengan Allah Bapa Sang

Pencipta.



Saatnya Mengambil Keputusan...



Untuk memenuhi janji baptis dan krisma, kamu harus mengambil

suatu keputusan penting. Apakah kamu akan membolehkan Allah Bapa untuk menggunakan hidupmu untuk mewartakan Injil? Allah Bapa

di surga tidak meminta kamu untuk harus menjadi imam, biarawati, atau bruder. Allah Bapa di surga tidak meminta kamu harus

menjadi misionaris di negeri-negeri asing, atau penginjil jalanan, atau evangelis dari rumah ke rumah. Allah Bapa cuma ingin

bertanya, apakah kamu mengijinkan Bapa untuk menggunakan kamu untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus Kristus? Jika kamu setuju,

Allah Bapa akan menggunakan kamu. Kemungkinan besar, sedikit sekali dari hal-hal hidup kamu yang akan berubah. Kamu rasanya

akan tetap tinggal di rumah yang sama, kerja/sekolah di tempat yang sama, tetap dengan keluarga yang sama. Akan tetapi akan ada

makna dan tujuan yang baru dari hidup kamu. Kamu akan memulai hidup Kristen dengan urapan yang besar dari Roh

Kudus.



Kalau kamu memberikan kesempatan bagi Allah Bapa untuk menggunakan kamu untuk membawa Kabar Gembira kepada

orang-orang lain, Dia akan menggunakan kamu untuk menuai panenan jiwa-jiwa pada masa kini. Akan ada orang-orang yang turut

memerintah di surga bersama Allah Bapa selamanya, dan bukannya penderitaan di neraka abadi. Ini semua bisa terjadi karena kamu

setuju terhadap permintaan Allah Bapa.



Harap perhatikan bahwa pertanyaannya semata-mata adalah: Apakah kamu

bersedia? Jika kamu bersedia, maka Allah Bapa siap untuk menggunakan kamu mulai sekarang juga. Kamu cukup mengiyakan, maka

Allah Bapa akan mengurus sisanya.



Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah

yang mau pergi untuk Aku?"

Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Kemudian firman-Nya: "Pergilah dan katakanlah kepada

bangsa ini." (Yesaya 6:8-9)



Diinspirasikan oleh tulisan Greg Trainor berjudul "Who me? An evangelist?"

San

Francisco Charismatics volume 6, nomor 11, tahun 1999.

Adaptasi dan tambahan oleh Jeffry Komala.



dilihat : 294 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution