Sabtu, 21 Juli 2018 05:30:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 261
Total pengunjung : 407220
Hits hari ini : 2420
Total hits : 3712820
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net - TIGA JERAT UTAMA KEPEMIMPINAN






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 17 September 2008 00:00:00
TIGA JERAT UTAMA KEPEMIMPINAN
Tiga bidang dosa yang merupakan akar dari kejatuhan pemimpin Kristen

adalah cinta

wanita (imoralitas dan zinah), cinta uang (keinginan

untuk menjadi kaya), dan cinta kedudukan/takhta

(sombong).



Diberi istilah apapun -- wanita, harta, dan takhta; perempuan,

permata, dan pemujaan/pemuliaan;

kaum hawa, kekayaan, dan kejuaraan

-- semuanya sama saja.



Pengalaman hanya meneguhkan kesaksian firman

Tuhan: "Janganlah kamu

mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang

mengasihi dunia, maka

kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan



keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,

melainkan dari dunia." (1 Yohanes

2:15-16)



Tidak seorang pun yang kebal terhadap dosa-dosa ini. Saya tidak

beranggapan bahwa diri saya

sendiri kebal terhadap dosa-dosa itu dan

saya juga belum pernah berjumpa dengan seorang pun yang kebal

terhadap

dosa tersebut. Justru ada banyak kegagalan di antara para

pemimpin Kristen disebabkan oleh hal-hal tadi.





Setiap pemimpin yang bijaksana tahu bahwa jika ia tidak berlatih

untuk menguasai dirinya, ia dapat jatuh ke dalam salah

satu jerat

itu, atau mungkin dua, bahkan ketiga-tiganya. Tak dapat diragukan

bahwa ketiga hal ini merupakan

beberapa dari dosa-dosa yang

disebutkan dalam Ibrani 12:1.



Menurut 1 Yohanes 2:15, kurangnya kasih kepada

Bapa memberi

kesempatan bagi kasih kepada dunia untuk berkembang. Hal ini membuat

Anda mudah diserang dalam

bidang-bidang tersebut jika Anda berada

dalam posisi kepemimpinan.



BAGAIMANA MENGATASINYA





Latihan dan persiapan yang benar dalam kepemimpinan mencakup hal

mengembangkan kepercayaan yang mutlak kepada Tuhan dan

firman-Nya.

Jika Anda hidup dalam iman, Anda tidak akan goyah. Anda akan mampu

menghindari jerat-jerat dosa seks,

ketamakan, dan kesombongan. Tiga

bidang dosa ini berasal dari rasa tidak aman (kurang iman dan

kepercayaan di

dalam Tuhan).



IMORALITAS



Imoralitas biasanya merupakan akibat perkawinan yang tidak kokoh



disebabkan oleh rendahnya penghargaan terhadap diri. Hal ini

menyebabkan Anda sadar diri, berpusat diri, dan

mementingkan diri.

Pasangan yang tidak berbahagia akan menyerang balik dan pemimpin

merasa tersingkir dari kasih

istrinya sehingga jatuh di tangan

seseorang yang nampaknya lebih mengerti dan mengasihi.



Pemimpin harus

mengusahakan waktu bersama-sama dengan istrinya dan

anak-anaknya. Ia harus aktif memerhatikan anggota-anggota



keluarganya. Banyaknya tekanan dan jadwal yang padat karena tanggung

jawab gereja dan masalah-masalah, akan melanggar

prioritas utama

ini.



NASIHAT UNTUK ISTRI



Istri juga harus memberikan perhatian, kepekaan, dan

dukungan kepada

suaminya. Pemimpin selalu digempur oleh tekanan-tekanan tugas yang

selalu bertambah. Ia boleh

jadi merasa tidak mampu untuk menangani

semuanya dan menjadi frustrasi serta takut, merasa terisolir, dan



kesepian.



Pada waktu-waktu seperti itu, perkataan yang baik dan sentuhan yang

lembut membuat suatu

perbedaan benar dalam dunia si pemimpin gereja

yang sudah begitu letih itu. Pengertian dan dukungan dari istri



dapat menyelamatkan dia dan pelayanannya.



GORESAN YANG TAK TERHAPUSKAN



Kegagalan secara moral sungguh

berbahaya. Salomo berkata mengenai

seseorang yang jatuh dalam perzinahan, "Siksa dan cemooh

diperolehnya,

malunya tidak terhapuskan" (Amsal 6:33). Hal itu akan

merintangi pelayanan Anda sepanjang sisa hidup

Anda.



Pengampunan dan anugerah pemulihan Allah selalu dapat diperoleh,

tetapi "siksa dan malu"

terus menjadi akibatnya. Melalui kegagalan

moral, Anda akan kehilangan semua yang telah Anda capai pada



tahun-tahun persiapan Anda untuk menjadi seorang pemimpin.



KETAMAKAN



Ketamakan (cinta uang) berasal

dari kurangnya keyakinan akan

penyediaan Allah. Sebagai seorang pemimpin rohani, Anda harus "...

mencari

dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya." Jika Anda

melakukan hal ini, Yesus berkata, "... semuanya itu akan

ditambahkan

kepadamu."



Ia akan menambahkan kepadamu makanan, pakaian, kesehatan, rumah,



kebutuhan transportasi yang Anda butuhkan jika Anda mempraktikkan

prinsip-prinsip kemakmuran yang terdapat dalam

Alkitab ini dengan

setia. Prinsip ini adalah sebagai berikut: "Berilah dan kamu akan

diberi." (Lukas

6:38)



Sampai Anda belajar secara tetap memberikan perpuluhan Anda kepada

Tuhan, Anda tidak akan pernah

mengalami penyediaan Allah bagi

kebutuhan-kebutuhan Anda. Anda akan mematahkan kutuk kemiskinan

dengan

memberikan perpuluhan dari berkat Allah yang Anda terima.

Berikan kepada misi penginjilan, menolong janda-janda,

anak-anak

yatim piatu, orang-orang miskin di sekitar Anda, dan Tuhan berjanji,

"Aku akan membukakan

tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat

kepadamu sampai berkelimpahan." (Maleakhi 3:7-11)





Sekali Anda mulai mempraktikkan hal ini, mulailah mengajarkan kepada

anggota-anggota jemaat Anda untuk melakukan hal

yang sama. Apabila

mereka belajar membawa perpuluhan mereka kepada gereja dan

membawanya setiap minggu, kutuk

kemiskinan akan dipatahkan dari

mereka juga.



Memberi bagi pekerjaan Tuhan mematahkan cengkeram dosa

"cinta akan

uang". Praktikkan hal itu secara tetap dan hal ini akan

menyelamatkan Anda dari banyak

kehancuran hati. Selamatkan diri Anda

dari kemiskinan. Selamatkan jemaat Anda dari kemiskinan dengan



mengajarkan pada mereka tentang hal memberi juga.



JERAT KESOMBONGAN



Kesombongan adalah akibat dari

kurangnya keyakinan tentang panggilan

Anda dan penghargaan terhadap diri. Kesombongan adalah kegagalan

yang

paling mudah dilihat oleh orang lain. Namun, merupakan hal yang

tersulit untuk dilihat oleh diri kita

sendiri.



Kesombongan tampak dalam sikap. Menyombongkan diri justru menyiarkan

rasa tidak aman itu.

Seseorang yang memunyai pelayanan yang berhasil

tidak perlu menyiarkan tentang hal itu. "Biarlah orang lain

memuji

engkau dan bukan mulutmu." (Amsal 27:2)



Jika seseorang merasa perlu mengiklankan bahwa ia

adalah seorang

rasul misalnya, hal itu berarti bahwa ia meragukan dirinya sendiri

dan meragukan orang lain akan

berpikir demikian, kecuali ia

mengatakan sesuatu tentang hal itu. Menyombongkan diri adalah suatu

bukti yang

nyata bahwa seseorang penuh dengan kesombongan dan rasa

tidak aman.



A-P-E



Seorang sahabat saya

menceritakan tentang seseorang yang menyatakan

diri punya tiga pelayanan yang besar. Ia memakai tanda kecil yang



disematkan di dadanya. Pada tanda itu, secara vertikal ditulis tiga

kata: Apostle (Rasul), Prophet (Nabi), dan

Evangelist (Penginjil).

Huruf pertama dari setiap kata itu ditulis dengan huruf cetak yang

besar dan

tebal.



Kalau membaca dari jauh, yang Anda lihat hanya APE. Seseorang secara

bergurau mengatakan,

"Kesombongannya menjadikan dia seperti seekor

monyet (APE)." Jadi satu kata "ape" (monyet) itu yang

mungkin lebih

cocok bagi orang tersebut daripada penyataannya tentang tiga

pelayanannya itu.





Kesombongan menunjukkan bahwa seseorang tidak mengerti arti

kepemimpinan yang benar. Sepanjang persiapan seorang

pemimpin,

penempaannya cukup berat sehingga seharusnya ia sudah belajar

tentang kerendahan hati. Rasa tidak

aman (yang menghasilkan

kesombongan) menjadikan seseorang tidak layak bagi fungsi

kepemimpinan rohani. Rasa

aman/keyakinan seorang pemimpin berasal

dari memercayai Tuhan yang memberinya hikmat dan bimbingan yang ia



butuhkan untuk melakukan apa yang benar.



Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku: Pembentukan

Seorang Pemimpin

Judul asli buku: The Making of a Leader

Judul bab: Kepemimpinan -- Harganya dan

Jerat-jeratnya

Judul artikel: Tiga Jerat Utama Kepemimpinan

Penulis: Ralph Mahoney

Penerjemah: Tidak

dicantumkan

Penerbit: World Missionary Assistance Plan, California

Halaman: 95

99.



Sumber:http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/034/

dilihat : 258 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution