Jum'at, 19 April 2019 14:01:18 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 148
Total pengunjung : 493557
Hits hari ini : 929
Total hits : 4537912
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Apakah kamu mencintai-KU ?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 14 September 2008 00:00:00
Apakah kamu mencintai-KU ?
Suatu hari aku bangun pagi-pagi sekali untuk menyaksikan matahari terbit. Sungguh keindahan Tuhan tak dapat dilukiskan

dengan kata - kata. Sambil menyaksikan keindahan ciptaannya, saya memuji Tuhan atas karyaNya yang begitu indah. Saat itulah,

Tuhan datang kepada saya



Dia bertanya : Apakah kamu mencintaiKU ? Aku menjawab “Tentu saja Tuhan! Engkau adalah

Tuhanku dan Juru Selamatku !



Lalu Dia bertanya Jika kamu cacat fisik, apakah kamu masih tetap mencintaiKu? Aku

terpana. Lalu aku melihat tanganku, kakiku, anggota-anggota tubuhku lainnya dan berpikir mengenai banyak hal yang tak mungkin

kulakukan bila aku cacat fisik. Hal-hal yang kuanggap sesuatu yang sudah sewajarnya dapat aku lakukan. Lalu aku menjawab “Itu

akan menjadi hal yang sulit Tuhan, tetapi aku akan tetap mencintaiMU



Lalu Tuhan bertanya lagi Jika kamu buta, apakah

kamu akan tetap mencintai ciptaan-ciptaanKU? Bagaimana mungkin aku mencintai sesuatu tanpa mampu melihatnya? lalu aku berpikir

mengenai semua orang buta di dunia ini. Dan betapa banyak dari mereka yang masih mencintai Tuhan dan ciptaan-ciptaanNya. Lalu

aku menjawab Aku sulit membayangkannya Tuhan, tapi aku akan tetap mencintaiMu



Tuhan bertanya lagi, Jika kamu tuli

apakah kamu akan tetap mendengarkan perkataan-perkataan Ku? Bagaimana mungkin aku mendengarkan sesuatu jika aku tuli? Kemudian

aku mengerti Mendengarkan perkataan - perkataan Tuhan tidak hanya dengan menggunakan telinga kita , tetapi menggunakan hati

kita. Aku menjawab Itu akan menjadi hal yang sulit Tuhan, tetapi aku akan tetap mendengarkan perkataan -

perkataanMu.



Tuhan bertanya kembali Jika kamu bisu , apakah kamu tetap memuji namaKu ? Bagaimana mungkin aku memuji

tanpa suara? Lalu aku menyadari bahwa Tuhan mau kita memuji dari hati dan jiwa kita. Betapapun indahnya suara kita tidak pernah

menjadi masalah. Dengan memuji Tuhan tidak hanya dengan nyanyian > Melainkan saat kita mengalami cobaan, kita tetap memuji

Tuhan dan berterima kasih atas berkat-berkatNya. Jadi aku menjawab Meskipun aku tidak dapat menyanyi aku akan tetap memuji

namaMU



Lalu Tuhan bertanya Apakah kamu sungguh-sungguh mencintaiKu? Dengan penuh keberanian dan keyakinan aku

menjawab Ya Tuhan ! Saya mencintaiMu karena Engkau satu-satunya Tuhan yang benar ! Lalu mengapa engkau berbuat dosa? Aku

menjawab Karena aku hanyalah seorang manusia, aku tidak sempurna Lalu mengapa pada saat-saat damai, engkau menjauh? Mengapa

hanya pada saat menghadapi masalah engkau berdoa dengan sungguh-sungguh ? Tidak ada jawaban. Hanya ada air

mata.



Tuhan lalu melanjutkan Mengapa hanya bernyanyi pada saat persekutuan dan retret? mengapa mencariKu hanya pada

saat penyembahan? Mengapa meminta dengan egois? Mengapa meminta tanpa didasari iman? Air mata terus membasahi

pipiku



Mengapa kamu malu terhadapKu? Mengapa kamu tidak menyebarkan injil? Mengapa pada saat mengalami pencobaan,

kamu berpaling pada sesama ketika aku menawarkan diriKu sebagai tempat berpaling? mengapa membuat alasan-alasan saat Aku

memberimu kesempatan untuk melayaniKU? Aku mencoba menjawab, tetapi tidak ada jawaban yang dapat diberikan



Kamu

telah dianugrahkan hidup. Aku menciptakanmu bukan untuk menyia-nyiakan anugerah ini. Kamu telah dianugrahkan bakat-bakat untuk

melayaniKu, tetapi kamu terus berpaling dariKU. Aku telah menyampaikan perkataan - perkataanKU kepadamu, tetapi kamu tidak

mendapatkan pengajaran. Aku telah menunjukkan berkat-berkatKu kepadamu, tapi matamu tidak tertuju padaKu. Aku telah mendengar

doa-doamu dan Aku telah menjawab semua doamu. APAKAH KAMU BENAR-BENAR MENCINTAIKU? Aku tidak dapat menjwab. Bagaimana mungkin

aku dapat? Aku merasa amat malu. Aku tidak mempunyai alasan lagi. Apa yang dapat aku katakan tentang hal ini? Ketika hatiku

telah selesai menangis aku berkata Mohon ampuni saya Tuhan, Aku tidak layak untuk menjadi anakMU. Tuhan menjawab Itulah kasih

karuniaKu, anakKU.



Aku bertanya Lalu mengapa Engkau terus-menerus mengampuniku? Jawab Tuhan Karena engkau adalah

ciptaanKu. Kamu adalah anakkKu. Aku tidak pernah mengabaikanmu. Saat engkau menangis, Aku ikut sedih dan menangis bersamamu.

Saat engkau berteriak dalam kegembiraan , Aku ikut tertawa bersamamu. Saat engkau putus asa Aku akan menyemangatimu. Saat

engkau lelah Aku akan menopangmu. Aku akan bersamamu setiap saat dan Aku akan mencintaimu selamanya.



Belum pernah

aku menangis sekeras ini. Bagaimana mungkin aku telah berlaku sebegitu dingin padaNya? Bagaimana mungkin aku telah menyakiti

Tuhan sedemikian rupa? Aku bertanya kepada Tuhan Seberapa besar kasihMu padaku, Tuhan? Tuhan membentangkan kedua tanganNya. Dan

mataku terpaku di kayu salib.aku berlutut di kaki Tuhan, Juru Selamatku. Dan untuk pertama kalinya, aku benar-benar

berdoa.





Sumber : http://krenungan. org/21

dilihat : 428 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution