Sabtu, 23 November 2019 02:49:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520228
Hits hari ini : 305
Total hits : 5102078
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Berbicaralah Kepada Mereka dari pada Tentang Mereka






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 15 September 2008 00:00:00
Berbicaralah Kepada Mereka dari pada Tentang Mereka
mengatkah Anda dalam Lukas

18:9 ketika Lukas menceritakan perumpamaan dari orang Farisi dan pemungut cukai seperti ini: "Dan kepada beberapa orang yang

menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain..." Mungkin agak samar pada awalnya, tapi perhatikan bahwa Yesus

mengatakan perumpamaan ini kepada mereka yang percaya bahwa diri mereka benar. Tidak disebutkan bahwa Dia membicarakan

perumpamaan tentang mereka.



Meskipun hal ini terlihat sepele, tapi mengandung pelajaran untuk kesehatan gereja kita,

agar kita tidak berbicara kepada orang lain tentang kesalahan seseorang, tapi berbicara langsung kepada orang yang bersangkutan

tentang kesalahannya. Memang jauh lebih mudah dan terasa nikmat bagi lidah kita yang rentan berdosa untuk membicarakan tentang

orang lain. Tapi lebih sulit, dan sering terasa lebih pahit, untuk berbicara langsung kepada orang yang bersangkutan. Saat Anda

membicarakan tentang mereka, mereka tidak bisa mengkoreksi Anda dan memutarbalikkan keadaan untuk menjadikan Anda sumber

masalahnya. Tapi jika Anda berbicara langsung kepada mereka tentang suatu masalah, itu mungkin dapat terasa menyakitkan. Jadi

terasa lebih aman untuk membicarakan tentang orang lain dibanding berbicara langsung kepada mereka.



Tapi Yesus tidak

memanggil kita untuk membuat pilihan yang aman. Dia memanggil kita untuk membuat pilihan yang benar dan penuh kasih. Dalam

jangka pendek, kasih kadang lebih menyakitkan dibanding menghindari konflik dan melindungi diri. Tapi dalam jangka panjang,

kesadaran kita akan menghakimi kita karena pilihan praktis ini dan kita hanya melakukan sangat sedikit kebaikan untuk orang

lain.



Jadi, marilah kita lebih menjadi seperti Yesus dalam hal ini dan tidak membicarakan tentang orang lain, tapi

berbicara langsung kepada mereka, dengan kata-kata dorongan juga (karena bukti-bukti kasih karunia yang kita lihat dalam hidup

mereka), dan juga dengan teguran atau koreksi. Paulus mendorong kita untuk menggunakan perkataan sesuai dengan kebutuhan: "Kami

juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah

mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang." (1 Tes 5:14).



Saya tidak bermaksud mengatakan Anda tidak bisa

mengkritik presiden tanpa mnelponnya langsung atau bahwa Anda tidak bisa mendiskusikan kotbah pendeta Anda (baik secara negatif

atau positif), tanpa datang menemui saya secara langsung. Tokoh-tokoh masyarakat memang meletakkan diri mereka di depan banyak

orang dan memahami bahwa setiap orang akan mempunyai pendapat masing-masing tentang apa yang mereka katakan. Itu tidak apa-apa.

Yang saya maksudkan adalah saat Anda mengetahui ada teman atau kenalan yang telah melakukan suatu dosa atau perbuatan yang

memalukan, ambillah balok kayu itu dari mata Anda, lalu temuilah mereka dan cobalah membantu mereka dengan konseling yang

rendah hati.



Mungkin Anda bisa menceritakan sebuah perumpamaan kepada mereka. Itu yang Yesus lakukan dalam Lukas

18:9-14. Dan itu juga yang dilakukan Nabi Natan terhadap Daud, setelah Daud berdosa dengan Batsyeba dan Uria (2Samuel 12:1-4).

Tapi Anda juga tidak harus se-kreatif itu. Perhatian Anda yang tulus lebih berarti bagi orang yang bersangkutan daripada

kreativitas Anda.



Saya sangat menginginkan gereja kita bebas dari gosip. Mengapa kita tidak berusaha untuk bersikap

jujur, berani dan rendah hati? Yesus juga terkadang bersikap blak-blakan. Kasih terkadang memang terdengar seperti itu. Dia

dapat dengan mudah dinilai sebagai seseorang yang tidak mempunyai kasih. Tapi kita tahu bahwa Dialah yang paling mempunyai

kasih di antara semua orang yang pernah hidup. Dia mati untuk kita agar semua dosa kita diampuni. Kenyataan itu seharusnya

memberi kita keberanian dan sekaligus kasih dalam berurusan dengan orang lain. Terutama saat kita menyadari bahwa kesalahan

saudara-saudara kita juga telah diampuni oleh Yesus. Bersyukurlah karena kasihNya dengan mempercayai dan mengikuti teladan

Yesus.





Pengirim: Lydia



Sumber: Jawaban.com

dilihat : 444 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution