Selasa, 17 Juli 2018 05:23:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 176
Total pengunjung : 406112
Hits hari ini : 2340
Total hits : 3702010
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Teror Bukanlah Cara Islam






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 13 September 2008 00:00:00
Teror Bukanlah Cara Islam
Peshawar, Pakistan – Seorang pengemudi

Afghanistan dan tiga wanita pekerja pembebasan yang dipekerjakan oleh Komite Penyelamatan Internasional (IRC) tertembak dan

terbunuh di Provinsi Logar Afghanistan bulan lalu. IRC yang berkantor pusat di New York telah membantu Afghanistan sejak

1980-an. Seorang juru bicara Taliban yang menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan itu mengatakan, “Kami tidak menghargai

proyek-proyek bantuan mereka, dan kami pikir mereka tak bekerja untuk kemajuan negara kami.”



Di seberang perbatasan

di Pakistan, Taliban Pakistan secara rutin menganiaya dan membuang para pekerja pembebasan dan LSM. Dalam beberapa bulan

terakhir, mereka juga telah membom ratusan sekolah, hotel, jembatan, dan toko-toko video di area-area berbeda di barat laut

Pakistan. Menurut laporan media, lebih dari 61 sekolah wanita di Swat Valley saja telah dibakar.



Apakah para pekerja

bantuan, pelajar, dan wanita merupakan target baru Taliban dalam apa yang disebut “perang melawan teror”? Apa yang bisa

dikatakan teori dan praktik Islami dari tindakan seperti itu? Dan siapa yang berwenang mengeluarkan maklumat tentang masalah

tersebut—cendekiawan yang terdidik secara tradisional atau ekstremis?



Sejauh berkenaan dengan etika perang dalam

masa awal Islam, beberapa hadits melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak, seperti jelas dinyatakan dalam hadits yang

dikisahkan oleh Khalifah Umar (Bukhari, 4:258). Abu Bakar, khalifah pertama dan sahabat Nabi Muhammad, meringkas pesan Nabi,

mengatakan kepada para tentaranya, “Jangan membunuh wanita, anak-anak, atau orang tua. Jangan menebang pohon yang berbunga,

jangan menghancurkan bangunan, dan jangan membunuh domba atau unta, kecuali untuk tujuan memakannya. Jangan menenggelamkan atau

memotong pohon palem. Jangan berlebihan, dan jangan jadi pengecut.”



Hampir ada konsensus universal di antara Muslim

bahwa pembunuhan orang sipil tidak bisa diterima, bahkan dalam konflik. Namun, Taliban dan Al Qaeda tampaknya mendefinisikan

kembali anggapan ini untuk disesuaikan dengan ambisi mereka.



Ayman al-Zawahiri, orang nomor dua Al Qaeda,

mengumumkan tindakan semacam itu, termasuk pengeboman bunuh diri, seperti yang dibenarkan dalam masa perang. Namun dalam

tradisi Islam mengeluarkan pendapat hukum religius atau fatwa semacam itu adalah hak prerogatif para cendekiawan yang khusus

mempelajari tradisi hukum Islam, bukan para militan yang terlatih secara informal untuk membunuh atas nama

Islam.



Menyatakan bahwa membunuh orang-orang tak berdosa, membakar sekolah, menyakiti para pekerja bantuan dan

menentang proyek-proyek pembangunan bisa dibenarkan dalam Islam dikritik dengan tajam oleh para cendekiawan Islam tradisional,

kadang dengan mengorbankan nyawa mereka. Maulana Hasan Jan, cendekiawan Islam yang dihormati dari Pakistan dan imam Masjid

Darwish, masjid pusat di barat laut kota Peshawar Pakistan, mengkritik tindakan semacam itu dalam khotbah Jumatnya. Ia

menyatakan bahwa main hakim sendiri merupakan pelanggaran terang-terangan dari ajaran Islam. Segera sesudahnya, dia mulai

menerima ancaman mati, dan akhirnya ditembak oleh militan Taliban pada September 2007.



Maulana Hasan Jan tidak

sendiri dalam mengeluarkan keputusan semacam itu. Pusat Cendekiawan Islam, yang memiliki hak untuk mengeluarkan keputusan hukum

Islam di Karachi, Lahore, Multan, Gujranwala dan Peshawar, mengumumkan serangan terhadap korban tak berdosa asing dalam Islam.

Bahkan Maulana Sufi Mohammad, pemimpin garis keras Gerakan Implementasi Syariah yang ditangkap atas tuduhan menghasut pemuda di

wilayah kesukuan untuk berperang, menyatakan pengeboman bunuh diri dan pembunuhan massal sebagai tindakan tidak

Islami.



Taliban dan Al Qaeda tidak mampu menghimpun dukungan dari mayoritas cendekiawan Islam tradisional dan ahli

hukum yang menganggap taktik ekstrim mereka sebagai penyimpangan dari Islam yang benar dan hasil dari salah menginterpretasi

teks-teks religius.



Karenanya cendekiawan Muslim dan ahli hukum memiliki pengaruh untuk membalik pertumbuhan tren

menyerang pekerja bantuan dan organisasi pengembangan. Mereka memiliki potensi besar dalam bidang resolusi konflik dan

pencegahan. Malah, potensi ini disadari seiring dengan banyaknya universitas di negara-negara Muslim yang memulai disiplin baru

mengkaji pembangunan perdamaian dan resolusi konflik dalam Islam. Khususnya di Pakistan, Universitas Karachi dan National

Defense College di Islamabad mulai menawarkan kursus kajian perdamaian dan konflik.



Demikian juga, banyak

cendekiawan Islam di seluruh dunia secara aktif terlibat sebagai guru, periset dan aktivis yang menegaskan dan menjelaskan

pendekatan damai Islam kepada masyarakat sipil. Para cendekiawan ini dapat dan harus terus berbicara, menegaskan sikap

pro-pembangunan Islam, menurunkan kemampuan militan kejam dalam menggunakan Islam untuk membenarkan tindakan mereka dan membuat

Islam bagian dari solusi.



Oleh : Husnul Amin



###



*Husnul Amin adalah kolumnis koran Urdu,

Mashriq, dan kandidat Doktor dalam kajian pembangunan di Institute of Social Studies di The Hague, Belanda. Artikel ini ditulis

untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan bisa diakses di www.commongroundnews.org.



Sumber: Kantor Berita

Common Ground (CGNews), 9 September 2008, www.commongroundnews.org

Telah memperoleh hak cipta.

dilihat : 287 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution