Senin, 19 Agustus 2019 23:05:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520078
Hits hari ini : 1842
Total hits : 4879847
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ketekunan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 28 Agustus 2008 00:00:00
Ketekunan
Bahan bacaan : IBRANI 10 : 19 - 23



Apabila kita

menginginkan sesuatu, bermimpilah... Tapi jangan biarkan hanya sebatas memimpikannya saja, akan tetapi, berusahalah agar mimpi

itu dapat terwujud melalui sebuah usaha yang dilakukan dengan penuh ketekunan, karena salah satu pondasi dari sebuah

keberhasilan adalah adanya ketekunan.



Sebuah maha karya dari seorang perancang dapat dibuat dengan detail yang

rumit, karena dikerjakan dengan penuh ketekunan. Ketekunan membuat maha karya seorang perancang dapat diselesaikan dengan hasil

yang sempurna.



Banyak orang yang mengkaitkan ketekunan pada kegiatan belajar serta kerja keras. Itu benar sekali.

Keberhasilan seseorang memang dapat diperoleh setelah seseorang itu melalui proses pembelajaran hidup dan kerja keras, yang

dilandasi oleh adanya ketekunan diri, karena ketekunan, akan menempa serta memacu diri seseorang untuk

berprestasi.



Dengan kata lain, ketekunan adalah sebuah prinsip yang harus dijalani manusia untuk mendapatkan hasil

yang terbaik.



Ketekunan memang merupakan sebuah proses. Dalam hal ini, seseorang memproses dirinya sendiri, dengan

jalan melatih serta menempa dirinya untuk mampu menjalani suatu rutinitas tertentu secara berkesinambungan, yang diyakini,

apabila dilakukan secara konsisten, akan dapat merubah jalan hidup.



Prinsip awalnya mungkin dibangun secara

imajinatif. Namun, ketekunan merupakan bagian dari proses kehidupan, yang dilandasi oleh adanya kesadaran dan kepercayaan dalam

diri seseorang. Harapannya, disipilin diri dalam bentuk ketekunan itu, akan bisa menghasilkan buah berupa kesuksesan bagi

dirinya sendiri.



Jadi, didalam sebuah ketekunan, ada suatu tujuan yang ingin dicapai. Sebuah tujuan yang dibangun

dari sebuah harapan tentunya.



Seseorang yang tekun, adalah seseorang yang tahu dan menyadari, kalau kekurangan yang

ada pada dirinya, tidak akan beranjak dari tempatnya, kalau dirinya sendiri tidak berusaha mengubahkan dengan sebuah

ketekunan.



Seseorang yang berusaha menggapai sesuatu dengan ketekunan, itu berarti seseorang itu tahu serta

menyadari, kalau keberhasilan hanya bisa dicapai melalui suatu proses pembelajaran dan sebuah usaha "ekstra" yang melibatkan

kemampuan berpikir serta tenaga untuk mencapainya.



Didalam ketekunan, ada sebuah tantangan hidup, ada kerja keras

yang harus dijalani, ada kesenangan serta kepuasan tersendiri pada saat melakukannya dan pada saat pencapaian, serta ada sebuah

kepercayaan diri bahwa kelak diri ini akan mendapat sebuah hasil oleh karenanya.



Hal yang tak kalah pentingnya

didalam pribadi seseorang yang tekun, secara sadar dirinya sedang membangun suatu harapan baru dan baik dari dalam diri kita

sendiri, untuk menggapai masa depan yang lebih baik.



Yaaa... Berbagai pekerjaan yang dijalankan dengan menghadirkan

ketekunan, niscaya akan membawa sebuah hasil yang baik. Sepertinya, tidak ada kata “kegagalan” kalau seseorang melakukan

sesuatu dengan penuh ketekunan.



Artinya, sesuatu yang dulunya dianggap mustahil untuk diraih, dapat diperoleh

setelah seseorang itu tekun mengerjakannya.



Dalam kehidupan yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan juga

berkehendak agar anak-anakNya dapat menghadirkan ketekunan diri dalam bersekutu, beribadah, dan berdoa

kepadaNya.



Tuhan juga menyatakan kalau IA berkehendak agar anak-anakNya membangun iman kepercayaan dengan bertekun

diri, sebab setiap anak-anak Tuhan yang memposisikan ketekunan untuk menjaga kualitas hubungannya dengan Allah, agar memperoleh

upah berupa kehidupan yang kekal.



“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah,

kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10 : 36)



Secara sederhana, dapatlah dikatakan kalau arti serta

maksud dari ayat Firman Tuhan tersebut adalah : ada berkat dan sukacita dibalik ketekunan sikap yang kita tunjukkan dalam

bersekutu dengan Allah.



Dalam hal ini, hukum tabur tuai, berlaku.



Ketekunan anak-anak Tuhan akan

memperkokoh iman, karena hidup yang bertekun dalam iman, akan membuat anak-anak Tuhan semakin tahu dan semakin memahami,

bagaimana kehendak Tuhan atas jalan kehidupan yang Tuhan inginkan agar dilakukan oleh setiap orang yang percaya

kepadaNya.



Iman yang benar dibangun dengan menghadirkan ketekunan, dimana setiap anak-anak Tuhan yang memiliki

kerinduan besar untuk semakin memperkokoh iman percayanya kepada Allah, membutuhkan adanya ketekunan diri, yaitu dengan

memahami segenap isi Firman Tuhan dan menjalankan segenap perintah-perintahNy a dalam kehidupan.



Tuhan Yesus sendiri

pernah mengajarkan tentang besarnya kekuatan yang dihasilkan dari sebuah ketekunan. Apabila hati kita tidak bimbang dan ragu,

namun percaya serta yakin kalau segala sesuatu yang kita kerjakan dengan tekun akan membawa hasil di kemudian hari, maka hal

itu akan terjadi.



Semakin kita bertekun didalam sikap percaya kita kepada Allah, maka kita akan mendapatkan berkat

dan sukacita oleh karena pengharapan yang kita bangun didalam diri, yaitu kepada Yesus Kristus, tidak akan berakhir dengan

kekecewaan sebab Allah sendiri adalah Pribadi yang setia dengan janjiNya.



Mari, bangun diri kita dalam ketekunan,

tidak hanya dalam menjalani kehidupan, akan tetapi juga dalam menjaga prinsip iman kita.



Tuhan Yesus memberkati kita

semua.





.Sarlen Julfree Manurung

dilihat : 443 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution