Kamis, 17 Oktober 2019 01:27:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520145
Hits hari ini : 121
Total hits : 5025749
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Olympic Bible






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 12 Agustus 2008 00:00:00
Olympic Bible

"Dan

Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba

kesudahannya. " (Matius 24:14)



"Tidak ada Juruselamat dunia, tidak ada Tuhan!" demikian secuplik lyric lagu The

Internationale, yaitu lagu wajib kaum komunis yang menolak keberadaan penguasaan Ilahi. Agaknya mustahil apabila ada pemerintah

dengan sistem komunis memprakarsai mencetak sebuah Kitab-Suci sebuah "agama" yang mengakui keberadaan Tuhan dan Sang

Juruselamat. Namun, yang mustahil itulah yang kini sedang terjadi dan beritanya masih hangat disiarkan di berbagai berita di

jaringan TV Nasional CCTV dan beberapa TV asing beberapa hari ini.



Terhadap penyelenggaraan Olimpiade di Beijing,

pemerintah setempat mendapat banyak pergunjingan dari berbagai pihak, terutama pihak barat, hal-hal yang berkaitan dengan isu

HAM termasuk kebebasan beragama, baik dari kaum sekuler maupun kaum religius Kristiani. Ada beberapa website Kristen yang

menulis adanya larangan para atlit dan pengunjung asing membawa Alkitab masuk ke China, dan rumor bahwa Alkitab di China hanya

dapat diperoleh dengan menyelundup/ rahasia, dan juga rumor bahwa sampai sekarang hanya ada gereja bawah tanah disana. Untuk

menanggapi rumor tersebut, Pemerintah China tidak memakai cara-cara kekerasan atau dengan cara diplomasi verbal menolak rumor

tersebut, sebaliknya mereka memakai cara diplomasi yang elegan untuk menggapinya yaitu dengan tindakan membagikan-bagikan

Alkitab edisi Olimpiade Beijing secara gratis yang disebar di gereja-gereja di Beijing untuk para pengunjung dan di kawasan

'Olympic Village' bagi para Atlit yang memerlukannya. Plus mereka menjamin tidak ada larangan gereja harus tutup, semua orang

boleh ke gereja kapan saja. Mereka berusaha menjadi tuan-rumah yang baik, sebagai penyelenggara yang baik, mereka bahkan

mengharuskan semua tempat dugem/ nite-club/ karaoke tutup total selama Olimpiade, ini lebih-lebih dari masa Ramadhan disini.

Suatu langkah yang 'pintar' untuk membungkam rumor.



Alkitab gratis edisi Olimpiade ini walaupun hanya berisi 4

Injil (Matius Markus - Lukas - Yohanes), namun ini merupakan suatu pemilihan yang tepat, karena bagi umat Kristiani, di

sinilah sentral dari Alkitab kita yang berisi tentang berita keselamatan dan pengajaran Kristus sendiri. Ke-4 Injil ini sudah

merupakan simbol dan pernyataan yang tegas bahwa Alkitab kita tidak dilarang beredar di negeri dengan sistem Komunis itu. Tak

perlu kita berfikir jauh-jauh bahwa pemerintah China "sudah bertobat" atau bahkan "sudah convert menjadi Kristen". Kita tahu

betapa kuat mengakarnya komunisme sebagai ideologi negara itu. Barangkali ada diantara kita memandang langkah mereka dengan

sinis : kemungkinan pencetakan Alkitab edisi Olimpiade hanyalah cara "marketing, public relation, propaganda" mereka demi

suksesnya penyelenggaraan Olimpiade. Apapun alasannya, mari kita lihat kepada dimensi yang lain, bahwa hal ini juga bukan

kehebatannya Hu Jintao sebagai pemimpin negara. Namun, ada campur tangan kuasa yang lebih tinggi yaitu Allah kita, dimana

didalam penyelenggaraan Olimpiade ini nama Tuhan kita Yesus Kristus dimuliakan. Barangkali Allah sedang menunjukkan

kehendak-Nya, bahwa ini saat yang tepat, dan Diapun dapat bekerja melalui orang-orang yang belum percaya kepada-Nya

sekalipun.



Alkitab edisi Olimpiade ini dinyatakan sebagai yang pertama kalinya sebuah Kitab-Suci diproduksi secara

khusus untuk event olah-raga dunia dengan logo Olimpiade tercetak di covernya. tak pelak hal ini membuat saya sebagai seorang

yang percaya Kristus memandangnya sebagai hal yang luar biasa. Dan mengapa hanya 4 Injil yang dipilih? Inipun saya yakin

pemerintah setempat telah mempelajarinya dan menimbangnya dengan seksama, mendengar penasehat-penasehat yang mengerti tentang

Kristianitas atau bahkan mungkin mereka menempatkan kalangan rohaniawan Kristiani yang khusus in-charge dalam proyek

ini.



Betapa banyak kita mendengar berita bahwa begitu susahnya kekristenan dapat hidup dan berkembang disana, bahwa

sampai sekarang konon "katanya" hanya ada gereja-gereja "bawah tanah". Kita juga tahu bahwa pemerintah setempat melarang adanya

penginjil asing datang menginjili orang lokal, dan regulasi ini belum dicabut. Namun sebaliknya, kalau kita melihat

perkembangan agama lain selain Kristen/Katolik disana, Agama-agama yang lain misalnya agama Islam dan Budha lebih leluasa

berkembang. Bahkan ada propinsi dengan fasilitas otonomi khusus yaitu Xinjiang dengan populasi 16-jutaan penduduk yang

mayoritas beragama Islam dan mereka bebas beribadah dan berbudaya secara Islami disana, dan daerah itu merupakan daerah

penghasil minyak yang besar.



Kalau Islam dan agama-agama lainnya lebih mudah berkembang disana, mengapa Kristianitas

tidak?. Perlu kita telaah apa sebab pemerintah China begitu "sensitif" terhadap keberadaan penginjil-penginjil asing? Mari kita

tulus menengok kebelakang, dan bukan hanya mengecam. Karena larangan ini tidak berdiri sendiri, tentu saja ada latar

belakangnya, ada sejarahnya. Bahwa memang penginjil-penginjil asing yang pernah dikirim kesana itu tidak semuanya tulus

menginjil, ada diantara mereka adalah "penginjil-gadungan ", agen rahasia atau penginjil yang sebenarnya tidak menginjil

sebaliknya mengajarkan faham-faham "demokrasi" untuk melawan pemerintah. Kita perlu tahu bahwa ketegangan ini sudah lama sekali

dihadapi partai Komunis mulai dari perang saudara dengan partai Nasionalis Kuomintang yang menjalin hubungan baik dengan pihak

asing-barat. Dan kemudian Revolusi Kebudayaan tahun 1965 yang membabat semua kalangan intelektual dan budayawan yang disinyalir

mempunyai hubungan dengan paham/ kebudayaan barat. Kekristenan disana tidak hanya dipandang sebagai agama namun juga dianggap

sebagai bawaan budaya barat. Meski Kekristenan tidak lahir dari negeri barat, namun dalam perkembangannya kalangan penginjil

barat yang paling giat mengabarkan "agama Kristen sistem barat".



Dewasa ini dengan perkembangan tekhnologi

komunikasi yang luar biasa, kebijakan pelarangan terhadap laju perkembangan agama sudah kadaluarsa, karena walaupun penginjil

asing dilarang datang, warganya yang berminat terhadap Kekristenan toh dapat mengakses informasi apasaja melalui internet, dll.

Tidak ada lagi tembok pemisah, tidak ada lagi perbatasan negara yang dapat menghalau perkembangan sebuah keyakinan seseorang

terhadap suatu agama. Pemerintah China sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda untuk membuka pintu kepada Kristianitas, ketika

negara itu diguncang dengan hadirnya sekte Falun-Gong. Pemerintah China mulai menimbang suatu kebijakan baru. Presiden Jiang

Zemin mengunjungi Israel pada tahun 2000, dia mengunjungi tempat dimana Kristus lahir di Betlehem, Presiden Jiang kala itu

berpendapat bahwa semua agama ada root-nya ada asal-usulnya : Kristen, Budha, Hindu, bahkan Islam ada root-nya, sebaliknya "

Falun-Gong " tidak ada asal-usulnya. Mereka pun masuk dalam suatu pengertian, bukan atheisme yang dapat menghalau fanatisme

sekte Falun-Gong, namun agama yang benar itulah yang dapat mereduksinya. Tentu saja, semua regulasi yang menyangkut kebijakan

pemerintah perlu proses dan moment yang tepat. Puji Tuhan sekarang inilah moment yang tepat. Event olah-raga Olimpiade ini

menjadi suatu titik awal lembaran baru, Kekristenan diterima secara terbuka di negeri yang berpaham komunis yang ditandai

dengan "hadiah buku iman" tentang Kabar-Baik yaitu Injil Tuhan Yesus Kristus dalam The Four Gospels, Olympic

edition.



Haleluyah!



Oleh : Bagus Pramono

dilihat : 450 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution