Selasa, 18 Desember 2018 15:48:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 269
Total pengunjung : 451700
Hits hari ini : 1336
Total hits : 4159400
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -The Purpose Driven(r) Marriage






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 10 Agustus 2008 00:00:00
The Purpose Driven(r) Marriage
Gunakanlah lima tujuan alkitabiah untuk menjaga keseimbangan pernikahan

Anda.



Saya pikir Anda pasti mengharapkan seorang pria yang telah menikah selama 30 tahun dengan seorang wanita

cantik yang terpelajar akan bisa berbagi dengan Anda mengenai rahasia sukses keintiman untuk bisa memiliki pernikahan yang

sempurna.



Tetapi saya akan mengecewakan Anda!



Hal ini disebabkan karena saya dan istri saya tidak

memiliki pernikahan yang sempurna. Kay tidak dapat diragukan lagi adalah sahabat terbaik saya dan saya pikir kami memiliki

hubungan yang luar biasa-tetapi tidak bisa dikatakan sebagai pernikahan yang sempurna. Apa yang Kay dan saya miliki adalah

pernikahan yang berpusat kepada Kristus dan secara spesifik berfokus untuk memuliakan Tuhan. Kami tetap berkomitmen satu sama

lain karena kami tetap berkomitmen kepada Kristus dan karyaNya di dalam kami.



Setelah 3 dekade melayani, saya

memperhatikan bahwa sudah biasa bagi pasangan untuk melalui satu atau dua tahun pertama pernikahan mereka di dalam kebahagiaan

cinta. Tetapi, anehnya, hal itu tidak terjadi pada Kay dan saya. Dua tahun pertama kami adalah tahun-tahun tersulit. Bahkan,

kami hampir bercerai. Jika kami berdua tidak telah berkomitmen kepada Yesus Kristus dan kami berdua tidak bersepakat bahwa

perceraian bukanlah pilihan, kami tidak akan ada bersama-sama sampai saat ini. Hal itu terlalu sulit. Kay bahkan berkata bahwa

di dalam dua tahun pertama pernikahan, ia sering berharap agar salah satu dari dua hal akan terjadi; entah dia menjanda, atau

Tuhan mengubah pendirianNya dan berkata bahwa perceraian sudah diperbolehkan sekarang! Sejak saat itu, kami bertemu dengan

banyak pasangan yang meyakini bahwa pergumulan dan masalah pernikahan mereka artinya tidak ada harapan untuk kesembuhan. Kami

bisa berkata dari pengalaman kami bahwa hal itu tidak benar; selalu ada harapan!



Bagian kesulitannya bagi Kay dan

saya adalah kami sesungguhnya adalah orang asing satu sama lain ketika kami menikah, tetapi kami mulai saling menemukan hal-hal

baru-seperti fakta bahwa di luar cinta kami kepada Tuhan, kami adalah dua orang yang sangat berlawanan. Kami melihat kehidupan

dari dua sudut yang berbeda dan saling berdebat tentang hampir segalanya. Saya ingat ayah Kay pernah duduk di tengah kami pada

malam sebelum pernikahan kami dan berkata,"Ada lima area di mana pernikahan biasanya mengalami konflik: uang, seks, aturan,

anak-anak dan komunikasi".



Ia membuktikan nubuatannya; Kay dan saya mengalami kelimanya dari semua yang disebutkan!

Kami bertengkar untuk masing-masing akar konflik itu.



Bukan hanya kami tidak saling setuju, bahkan kami tidak akur

dalam cara menunjukkan bagaimana kami tidak setuju! Kay adalah orang yang kuat yang butuh untuk berbicara. Dan caraku dalam

menangani masalah adalah dengan berjalan pergi begitu saja. Hal ini adalah kombinasi yang sangat tidak cocok. Satu-satunya

faktor yang tetap mepersatukan kami di dalam pernikahan tahun-tahun itu adalah kami telah bersepakat di dalam satu hal,

perceraian tidak akan pernah jadi pilihan bagi kami. Anda tidak bisa meninggalkan 'pintu' terbuka sedikit pun atau salah satu

dari Anda akan mencoba untuk lari keluar. Karena kami tahu kami akan berada di dalamnya cukup lama, kami dipaksa untuk menerima

perbedaan itu satu sama lain. Apa lagi yang bisa kami lakukan?



Secara perlahan, Tuhan menolong kami tidak hanya

untuk menerima perbedaan kami, tetapi untuk menghargainya. Melalui proses, kami belajar bahwa pernikahan yang sukses dibangun

di atas kebenaran alkitabiah bahwa Tuhan telah menciptakan masing-masing kami dengan lima tujuan di dalam pikiran kami:

penyembahan, persekutuan, pemuridan, pelayanan dan misi.



Dengan kata lain, jika Anda tidak menyadari bahwa Anda

berada di sini untuk Tujuan Allah, maka hidup dan pernikahan Anda akan sulit, rumit, dan pernikahan Anda tidak akan ada

artinya. Dan sekali sekali-Anda berdua mengerti hal ini yaitu jika Anda hidup di dalam hidup yang bertujuan-tebak apa yang

terjadi? Pernikahan Anda menjadi pernikahan yang bertujuan!





Di bawah ini adalah lima tujuan alkitabiah yang

harus Anda jaga keseimbangannya di dalam pernikahan Anda:



1. Tuhan telah memiliki rencana untuk Anda dan pasangan

Anda sesuai dengan kehendakNya.



Bagaimana kehidupan pernikahan Anda akan berubah segera setelah Anda mengerti

sungguh-sungguh bahwa pasangan Anda diciptakan untuk kehendak Allah? Atau jika pasangan Anda mengerti bahwa Anda diciptakan

untuk kehendak Allah?



Seorang pria bertanya kepada Yesus,"Hukum makakah yang paling terutama?" Yesus

menjawab:”Kasihilah Tuhan dan kasihilah sesamamu”. Hal ini juga berlaku untuk pasangan Anda. Hidup adalah tentang hubungan,

bukan prestasi. Pertama dan paling penting adalah untuk mengembangkan hubungan dengan Tuhan yang akan berlangsung

selamanya-kita sebut itu penyembahan. Anda juga menyembah Tuhan ketika Anda mengasihi pasangan Anda. Kapanpun Anda menyenangkan

hati Tuhan, Anda sedang menyembah Dia dan Alkitab mengajarkan bahwa mengasihi pasangan hidup yang telah Tuhan berikan –

menyenangkan hatiNya.





2. Anda dan pasangan dibentuk untuk keluarga Allah



Tuhan telah menjanjikan

hal yang luar biasa mengenai perkumpulan hanya dari dua orang percaya:” Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam

Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.". (Matius 18:20).



Jadi jika Anda dan pasangan Anda adalah orang

percaya, Tuhan sudah ada di dalam pernikahan Anda untuk mengubah Anda dan pasangan ke dalam suatu unit keluarga yang bertujuan!

Bukankah ini adalah berita ini luar biasa? Tetapi Yesus ingin kita mengasihi orang-orang yang sesungguhnya, bukan orang yang

ideal dan pernikahan Anda adalah tempat untuk belajar bagaimana untuk mengasihi seperti Yesus

mengasihi.



Kedengarannya lucu sekarang, tetapi salah satu konflik terbesar antara Kay dan saya di dalam pernikahan

adalah mengenai masalah kecil tentang sabun. Bagi saya, mandi dengan shower beruap panas adalah pengalaman yang sebanding

dengan makan gulungan cinnamon segar. Tapi saya juga orang yang sangat cepat bosan, jadi saya suka variasi. Saya tidak ingin

menggunakan sabun yang sama setiap waktu.



Suatu hari saya berkata pada Kay bahwa saya ingin sabun yang berbeda.

Tetapi cara saya mengatakannya membuatnya terdengar seolah-olah pernikahan kami gagal karena kami menggunakan sabun yang sama

setiap waktu. Tiga atau empat bulan berikutnya pada saat Natal, untuk “mendapatkan saya kembali”, ia membungkus dan menempatkan

27 batang sabun yang berbeda di bawah pohon natal!



Maksud saya adalah, di dalam pernikahan Tuhan telah menciptakan

kesempatan bagi kita untuk mengembangkan keintiman dan keaslian yang sesungguhnya bersama manusia lain. Tuhan menginginkan Anda

dan pasangan Anda untuk melampaui lebih dari sekedar hubungan obrolan dangkal, yang sayangnya begitu umum di dalam banyak

pernikahan.



Untuk sampai ke kedalaman ini membutuhkan keaslian dan keberanian untuk sharing dari hati ke hati di

mana Anda dan pasangan Anda bisa jujur tentang siapa diri Anda yang sebenarnya dan apa yang terjadi di dalam hidup Anda. Hal

ini terjadi ketika Anda berdua terbuka satu sama lain dan berbagi rasa sakit, menyingkapkan perasaan Anda, mengakui kegagalan

Anda dan membongkar keraguan Anda, mengakui rasa takut Anda dan mengenali kelemahan Anda, serta meminta tolong satu sama lain

untuk bantuan dan doa.





3. Anda dan pasangan Anda diciptakan untuk menjadi serupa dengan

Kristus



Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, pernikahan adalah tempat untuk mengembangkan cinta Tuhan di

dalam Anda. Ia akan menggunakan pasangan Anda untuk membangun nilai-nilai, sikap, moral dan karakterNya di dalam Anda. Sekali

Anda mengerti hal ini, banyak hal yang terjadi di dalam pernikahan Anda akan mulai masuk akal. Ketika Anda mulai untuk

bertanya,”mengapa hal ini terjadi padaku?” Jawabannya adalah untuk membuat Anda semakin serupa dengan Yesus!



Bahkan,

Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan membangun kualitas tertentu di dalam hidup kita dengan menempatkan kita di dalam situasi yang

sulit untuk menunjukkan kualitas ini. Dengan kata lain, untuk mengajarkan Anda kasih yang sejati, Ia menempatkan Anda di

tengah-tengah orang yang tidak menyenangkan. Untuk mengajarkan Anda tentang sukacita yang sejati, ia mengizinkan Anda untuk

melalui waktu yang sukar. Untuk belajar kedamaian hati dan kesabaran, Ia akan mengizinkan badai kesulitan dan situasi yang

menimbulkan stress di dalam hidupmu untuk menguji kesabaran Anda dan mengajarkan Anda untuk percaya kepadaNya.



Di

dalam bukunya, Pernikahan yang Kudus, sahabat kami Gary Thomas mengatakan bahwa pernikahan bukanlah untuk membuat Anda bahagia,

melainkan untuk menguduskan Anda. Ini adalah sesuatu yang membuka mata Kay dan saya. Hal ini masuk akal. Jika tujuan Allah di

dalam hidup kami adalah untuk membuat kami semakin serupa Yesus, alat apalagi yang lebih baik yang bisa digunakanNya selain

hubungan pernikahan?



Siapa lagi yang lebih baik digunakan Tuhan untuk membentuk Anda selain dari orang yang Anda

lihat tujuh hari seminggu? Ketika saat yang sulit datang, Anda harus menyadari bahwa Anda sedang dibentuk. Tuhan menggunakan

masing-masing Anda untuk membentuk satu sama lain semakin serupa dengan image Kristus.





4. Anda dan pasangan

Anda dibentuk untuk melayani Tuhan



Alkitab berkata: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus

untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus

2:10).



Kita melayani Tuhan dengan melayani sesama dan kita melayani Tuhan dengan melayani pasangan kita. Tuhan

membentuk kita untuk pelayanan melalui beberapa cara, termasuk karunia rohani, kerinduan, kemampuan, kepribadian dan pengalaman

kita. Bahkan Tuhan akan menggunakan kesulitan di dalam pernikahan Anda untuk membentuk Anda menjadi pelayan yang efektif bagi

sesama Anda. Siapa yang lebih baik untuk menolong orang tua yang memiliki anak yang terserang syndrom Down selain orang tua

yang juga memiliki anak yang terserang syndrom Down? Siapa yang lebih baik menolong orang untuk sembuh daripada ketergantungan

obat-obatan, kegagalan bisnis, atau anak yang boros selain pasangan yang telah melalui semua itu dan bangun dengan pengertian

ilahi?



Mungkinkah bagian dari pernikahan Anda yang Anda sesali yang ingin Anda sembunyikan dan lupakan adalah yang

paling diinginkan Tuhan untuk Anda pakai di dalam pelayanan untuk menolong dan menguatkan orang lain yang sedang mengalami

pergumulan yang sama? Tuahn tidak saja menggunakan kekuatan kita, Ia juga menggunakan kelemahan dan bahkan kegagalan

kita!





5. Anda dan pasangan dibuat untuk sebuah misi.



Pernikahan Anda tidak saja melibatkan

pelayanan, tetapi juga misi. Pelayanan Anda adalah untuk orang-orang percaya dan misi Anda adalah bagi orang yang tidak

percaya—membiarkan Allah menggunakan pernikahan Anda sebagai alat untuk memberitakan kasihNya kepada orang lain.



Hal

ini bisa berbentuk apa saja, mulai dari menjadi saksi bagi tetangga Anda, mengajaknya ikut mission trip bersama. Faktanya, jika

Anda ingin berkat Tuhan atas pernikahan Anda, Anda harus peduli akan apa yang paling dipedulikan Tuhan. Apa itu? Ia ingin

anak-anakNya yang terhilang kembali! Ia ingin semua orang mengenalNya dan tujuanNya bagi hidup mereka.



Jika Anda

ingin melihat betapa Tuhan peduli akan orang-orang di sekitar Anda, maka pandanglah Salib. Dengan tangan yang terentang, Yesus

berkata, “Aku mengasihi mereka sebesar ini!”



Pernikahan adalah proses panjang yang dirancang untuk membentuk Anda

untuk melihat kebutuhan orang lain sepenting kebutuhan Anda sendiri. Transisi ini sulit karena hal ini tidak biasa. Tidak alami

bagi saya untuk melihat hidup dari sudut pandang Kay dan tidak alami baginya untuk melihat hidup dari sudut pandang saya. Untuk

berpikir seperti ini dibutuhkan peralihan yang hanya bisa dilakukan melalui kuasa Tuhan di dalam hidup Anda. Sementara Anda dan

pasangan melakukan peralihan itu, pernikahan Anda akan semakin dan semakin dikendalikan tujuan, berfokus kepada kebutuhan orang

lain dan keseimbangan dalam penyembahan, persekutuan, pemuridan, pelayanan dan misi.



Upahnya jauh lebih besar

daripada apa yang bisa Anda bayangkan. Saya telah sering berpikir apa yang akan terjadi atau yang tidak akan terjadi seandainya

Kay dan saya bercerai bertahun-tahun yang lalu. Tidak akan ada gereja Saddleback, tidak ada pelayanan yang dikendalikan tujuan

dan tidak ada “Purpose Driven Life”!



Rencana Tuhan atas Anda dan pasangan Anda untuk pernikahan Anda lebih besar dan

lebih dalam dari apa yang bisa Anda bayangkan. Semoga Allah Bapa kita menolong Anda untuk menangkap visi ini sementara Anda

mengejarnya menuju masa depan Anda.



Oleh : Rick Warren



Pengirim : Tiny Ribka

dilihat : 250 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution