Selasa, 18 Desember 2018 15:41:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 269
Total pengunjung : 451700
Hits hari ini : 1326
Total hits : 4159390
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tambahkanlah Iman Kami






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 05 Agustus 2008 00:00:00
Tambahkanlah Iman Kami
(Keb 1:1-7; Luk 17:1-6)



"Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak

mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu

kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang

lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah

dia.



Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan

berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab

Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah

engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." (Luk 17:1-6), demikian kutipan Warta Gembira hari

ini.



Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yosafat, Uskup dan Martir, hari ini saya sampaikan

catatan-catatan sederhana sebagai berikut:



• Jika kita berani mawas diri dengan jujur dan benar kiranya selama ini

melalui cara berkata atau cara bertndak kita telah sering menyakiti atau menyesatkan sesama dan saudara-saudari kita. Ketika

kita sedang menyakiti atau menyesatkan mungkin kita tidak merasa apa-apa, tetapi mereka yang kena atau menerima kata atau

tindakan kita jauh berbeda dengan perasaan kita; mereka merasa disakiti atau disesatkan, namun tidak menyalahkan atau

memperhitungkan kesalahan kita. Maka baiklah sesuai dengan pesan Yesus di atas "Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia,

dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari…kamu harus mengampuni

dia". Mengampuni saudara yang berdosa atau bersalah kiranya merupakan bentuk penghayatan iman atau kemartiran dalam hidup

sehari-hari masa kini, mengingat di sana-sini masih marak balas dendam, kebencian dan permusuhan yang muncul karena

kesalah-pahaman atau ketidak-tahuan. Dengan kata lain mereka yang nampak berbuat dosa atau bersalah belum tentu berdosa atau

bersalah, karena `mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat'.



Sebagai orang beriman marilah kita sikapi saudara

kita yang nampak berdosa atau bersalah dengan `iman', artinya kita cari dan akui seoptimal mungkin kehendak baik dan

kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri saudara kita tersebut; kami yakin mereka berkehendak baik tetapi kurang atau tidak tahu

bagaimana mewujudkan kehendaknya tersebut. Dengan iman dan kasih pengampunan kita sikapi saudara-saudari kita yang tidak tahu

tersebut, meskipun cara berkata atau cara bertindaknya menyakiti dan menyusahkan kita. Mari kita imani sabda Yesus :"Kalau

sekiranya kamu mempunyai iman sebesar bidi sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara: Terbantunlah engkau dan

tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu".



• "Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia, hendaklah

pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati! Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh

yang tidak mencobai-Nya, dan menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya." (Keb 1:1-2),

demikian nasehat penulis kitab Kebijaksanaan kepada kita semua. Kebenaran tentang manusia adalah `manusia diciptakan oleh Tuhan

sesuai dengan gambar atau citraNya', dengan demikian Tuhan hidup dan berkarya di dalam setiap diri manusia. Menaruh syak

wasangka atau curiga kepada sesama manusia berarti menaruh syak wasangka atau curiga kepada Tuhan alias tidak/kurang beriman.

Mencobai sesama manusia berarti mencobai Tuhan. Kita semua adalah ciptaan Tuhan dan beriman, maka marilah kita hayati atau

wujudkan kebenaran ini dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari, dalam pergaulan, kerja maupun aneka kesibukan dan

pelayanan.



Beriman antara lain berarti menyerahkan diri dengan gairah atau penuh harapan pada sesuatu yang tidak

jelas atau tidak kelihatan, serta mengahayati diri sebagai yang lemah dan berdosa namun dipanggil Tuhan untuk berpartisipasi

dalam karya penyelamatanNya. Maka hendaknya cara berkata atau cara bertindak kita senantiasa menyelamatkan atau membagiakan

sesama dan saudara-saudari kita. Secara khusus kami ingatkan pada `para penguasa dunia' seperti presiden dengan para

menterinya, gubernur, bupati, camat, lurah dst.. untuk "mengarahkan pikiran tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas', yang

secara konkret berarti mengarahkan perhatian, tenaga dan dana/harta benda kepada seluruh rakyat/warga yang `dikuasai', yang

harus dilayani. Hendaknya menghayati `kuasa' dengan semangat pelayanan, seperti pelayan dalam rumah tangga yang dengan rendah

hati, ceria, gembira dan bergairah berusaha membahagiakan seluruh anggota keluarga. Hayatilah `kepemimpinan partisipatif'

dengan rendah hati dan semangat melayani.



"TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku

duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.



Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,

segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.

Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan

itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya."(Mzm 139:1-6) Jakarta, 12 November 2007 */pttwr



Pengirim : Tiny

Ribka

dilihat : 265 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution