Jum'at, 14 Desember 2018 22:44:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 253
Total pengunjung : 450519
Hits hari ini : 1961
Total hits : 4150694
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Buat Apa Kita Sombong?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 27 Juli 2008 00:00:00
Buat Apa Kita Sombong?
Hari-hari ini “Sombong atau Kesombongan” sudah menjadi pakaian banyak

orang bahkan kalau boleh dikatakan “sudah ngetrend”. Mengapa demikian?? Sebab memang oknum pencetus kesombongan yang dalam hal

ini adalah “Iblis” itu ada diantara kita. Dan kalau kita tidak memiliki kepekaan/kewaspadaan sebagai pengikut Kristus, Iblis

akan membangun rumahnya di dalam diri kita, pikiran, emosi/perasaan bahkan hati kita menjadi tempatnya

berdiam.



Dengan kata lain, si sombong itu akan menggantikan posisi Allah atas kita, bukan berarti Allah tidak

berkuasa melainkan disebabkan oleh karena kita tidak menghargai dan menjaga diri kita dari tipu daya iblis. Itu sebabnya

Alkitab secara lugas berkata: “SADARLAH DAN BERJAGA-JAGALAH ! LAWANMU, SI IBLIS BERJALAN KELILING SAMA SEPERTI SINGA YANG

MENGAUM-AUM DAN MENCARI ORANG YANG DAPAT DITELANNYA” (I Petrus 5:8).



Semua orang sudah terkontaminasi (tertular)

dengan sifat kesombongan. Merupakan sebuah fakta yang aktual (sungguh dapat dibuktikan) bagi setiap kita ketika jauh sebelumnya

benih itu pertama kali disemaikan oleh iblis yakni si “Bi ntang Timur Putra Fajar”. Sebuah julukan buat Worship Leader (WL) di

sorga kala itu, yang pada kenyataannya terpaksa dilemparkan Allah ke bumi karena kesombongannya; ingin menyamai Allah. Dan

sepanjang sejarah sampai sekarang akrab di telinga kita dengan sebutan “Iblis atau Setan Jahanam alias

Lucifer”.



Sehingga kita semua tahu bahwa seluruh dunia sudah dikuasai oleh si jahat (I Yohanes 5:19). Maka kita

tidak usah heran, benih itulah yang di tanamkan oleh Iblis dan tempatnya dipikiran, perasaan, dan hati setiap orang. Sehingga

boleh dikatakan tubuh, jiwa dan roh kita sudah menjadi tempatnya. Pada buku Panteteuk (Kitab Kejadian) pasal 1, dituliskan

“Bumi belum berbentuk dan kosong gelap gulita menutupi samudera raya…” Ayat ini dapat menunjuk kepada sebuah pertentangan atas

kehendak dan rencana Allah. Dimana “Kosong dan Gelap gulita” adalah pekerjaan iblis sedangkan “Terang” adalah karya Allah

(Kejadian 1:3-4) bandingakan dengan (Yohanes 8:12). Jadi kosong dan gelap gulita adalah kondisi iblis ber-acara. Dari

pernyataan tersebut dapat kita ketahui bahwa sebenarnya “Kesombongan/Sombong” merupakan karakter si iblis sekaligus menjadi

senjata untuk menyeret manusia bahkan anak-anak Tuhan agar menjadi pengikutnya.



Barangkali masih kental diingatan

kita sesudah peristiwa air bah, seorang si pemburu ulung gagah perkasa yang bernama Nimrod, (Kejadian 10:9) tidaklah jauh beda

dengan kita, karena baik Nimrod maupun kita sama-sama manusia. Namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa pada akhirnya

Nimrod tidak memiliki kepekaan siasat iblis atas dirinya sehingga pola berpikir dan hatinya dikuasai oleh kesombongan. Bak baju

terbalik, yang seharusnya Nimrod sebagai manusia ciptaan Allah haruslah meninggikan Tuhan Allah akan tetapi Nimrod dengan

Cs-nya berkata “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah

kita cari nama (Kejadian 11:4).



Terkadang sifat seperti itu pun sering kali menghinggapi kita, kita sadari atau

tidak!!



Baik sebagai jemaat, pelayan Tuhan, dengan jabatan, gelar, kedudukan, kekayaan/harta, talenta, karunia,

kecantikan, ketampanan atau kelebihan yang lain yang ada pada kita, sering mata kita seolah tertutup sehingga itu tidak kita

lihat sebagai sebuah Anugerah dari Allah. Dan itulah yang membuat kita menganggap orang lain tidak ada apa-apanya di mata kita.

Dengan kata lain, tidak ada nilai kepedulian dari kita lagi untuk orang lain. Dengan demikian diantara kita sebagai anak-anak

Tuhan, kasih menjadi tawar. Kalimat dari wacana diatas “Puncaknya sampai ke langit” pun dapat memberi gambaran untuk kita

sebagai manusia yang tidak manusiawi, maksudnya ialah “dalam keinginan, mengingini keinginan yang lebih dar keinginan manusia

yang sewajarnya di mata Allah.



Diibaratkan lomba estafet “Sombong atau kesombongan” selalu berkesinambungan karena

dari dulu sampai sekarang bahkan sampai waktu yang tak seorang pun manusia dapat menentukannya tetapi akan berakhir setelah si

sombong dan pengikutnya dihukum kelak sesuai dengan Kitab Wahyu 20, ketika Allah tampil sebagai hakim yang

adil.



Sebagai umat Allah perlu kita ketahui dan tidak hanya berhenti sebatas pengetahuan melainkan harus dipelajari,

direnungkan lalu dihayati apa kata Firman Tuhan tentang kesombongan serta konsekwensinya. Seperti Kitab Suci berkata “Allah

sangat membenci, tidak menyukai bahkan sangat jijik akan kesombongan dan orang sombong”.



Bisa saja orang lain

berkata …, atau mungkin kita berkata “Somse” (Sombong sedikit) tidaklah mengapa…!! Akan tetapi Allah sama sekali tidak akan

pernah bersikap toleran dengan sikap semacam itu. Karena Allah Maha Adil dan benar (Keluaran 20:5-6), (Yakobus 4:6). Sebagai

anak-anak Tuhan jika saja kita mau belajar dari orang-orang sombong maksud saya…, bukan supaya kita menjadi sombong akan tetapi

kita dapat membenci segala bentuk kesombongan, dan jijik dengan kesombongan itu. Maka dengan demikian kita akan mempunyai

kemauan serta kerja keras untuk menjauhi kesombongan sudah barang tentu melalui pertolongan Roh Kudus.



Sangat malang

nasib orang sombong; Raja Nebukadnezar yang menyombongkan diri pada akhirnya direndahkan Tuhan (Daniel 4), Raja Uzia ketika

sukses tampak dalam pemerintahannya sebagai raja Yehuda menjadi sombong, tinggi hati dan Alkitab berkata Uzia berubah setia

terhadap Allah Israel akibatnya malang tak dapat dielak untung tak dapat ditolak…Uzia menderita penyakit kusta (2 Tawarikh

26:16,19), si raksasa dari Filistin menyombongkan ototnya, perlengkapan perangnya serta kepiawaian (keahlian) berperangnya ala

hasil tumbang di tangan si “Kerdil” yang menurut akal dan pandangan manusia…, namun di mata Allah Daud besar, kuat,

perkasa…mengapa?



Karena Daud menghadirkan Allah Yang Maha Besar, Kuat, Dashyat dalam dirinya. Sehingga hanya dengan

mengumbankan batu kerikil kecil si raksasa Goliat tamat riwayatnya.



Jika kita sadar, apasih yang membuat kita

sombong serta mengapa kita sombong?? Bukankah Alkitab berkata kita diambil dari “DEBU” dari yang tidak berarti serta paling

efektif menimbulkan penyakit?



Akan tetapi syukur puji Tuhan..!! kita dijadikanNya sangat berarti segambar denganNya

malahan kita diberi RohNya. Ibarat mata uang terdapat dua sisi, begitupun kita; ada kelebihan dan ada kekurangan. Kelebihan itu

mari kita terima dengan baik dan yakin bahwa itu semata oleh anugrah-Nya untuk kita semakin mendedikasikan dan bertanggung

jawab atas yang Tuhan beri, sementara kekurangan itu harus kita terima dengan rasa syukur dan percaya bahwa Allah pasti

mempunyai rencana yang indah pada setiap kita karena Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang

mengasihiNya (Roma 8:28). Bagi saya kesombongan bagaikan Tubuh tanpa kepala berarti… mati. Jadi orang sombong sekalipun hidup

di mata manusia namun di mata Allah sama seperti mayat. Selanjutnya kesombongan sama seperti seseorang yang digerogoti penyakit

mematikan dan virus-virus menular beraksi dalam seluruh tubuhnya yang pada akhirnya nyawanya terenggut.



Di suasana

Natal Yesus seperti ini, sangat beralasan bagi kita bahwa sombong itu tidak ada gunanya. Yesus sebagai Raja di atas segala raja

tidak pernah sombong, walaupun banyak alasan dan kesempatan bagiNya untuk sombong. Coba kita bayangkan Seandainya Yesus

sombong, apa jadinya kita…!!



Sungguh malang hidup ini. Akan tetapi Yesus mau datang untuk saya dan saudara, lahir di

Betlehem tempat yang hina, ditolak banyak orang, rela mati disalib untuk kita. Untuk itu, mari buang kesombongan..!! jika kita

kaya, pintar, atau apa saja kelebihan yang dianugrahi Allah pada kita jangan sombong…!!



Sebab Allah tidak suka orang

seperti itu, akan tetapi Allah suka kepada orang yang rendah hati serta akan menjadikan mereka menjadi sahabat-sahabatNya. Jadi

dengan kita merayakan kelahiran Yesus Kristus kali ini, mari bertanya pada diri sembari kenali diri dan berkata “Apakah aka

masih sombong”?



Setelah itu ubah haluan dan berjalanlah dalam kerendahan hati untuk menjadi orang-orang yang

disenangi Tuhan agar namaNya dimuliakan. (Fridson Siburian S.TH)



Dikirim oleh : tiny ribka

dilihat : 1081 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution