Senin, 14 Oktober 2019 20:52:03 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 1619
Total hits : 5022203
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Rev. Jerry Stot: Kunci-kunci Doa yang Dijawab






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 23 Juli 2008 00:00:00
Rev. Jerry Stot: Kunci-kunci Doa yang Dijawab
MATIUS 6:6



Banyak orang berdoa tetapi menjadi kecewa karena

melihat doa mereka tidak dijawab. Tapi banyak juga yang doanya dijawab secara “mudah”. Pertanyaannya adalah apa yang perlu kita

lakukan agar doa kita dijawab. Berikut ini adalah beberapa kunci doa yang dapat digunakan agar doa kita dijawab oleh

Tuhan.



Pertama, apa yang kita doakan?



Dijawab atau tidaknya doa kita bergantung pada apa yang kita

doakan. Yesus mengajarkan agar saat berdoa kita minta Kerajaan-Nya datang dan kehendak-Nya jadi di bumi seperti di sorga (Mat.

6:10). Ada 2 hal penting dalam pernyataan ini. Pertama, kita berdoa agar kerajaan-Nya datang. Artinya, kita berdoa agar

perkara-perkara sorga terjadi dalam hidup kita. Di sorga tidak ada problem keuangan, kesehatan, atau kesusahan apapun. Di sana

hanya ada sukacita. Dengan datangnya kerajaan sorga dalam hidup kita, maka tidak ada problem apapun yang menghalangi sukacita

kita. Kedua, kita meminta kehendak-Nya yang jadi.Yesus mengatakan bahwa seorang bapa duniawi tidak akan melakukan yang jahat

kepada anaknya bila ia meminta sesuatu (Luk. 11:11-13). Demikian juga dengan Bapa Surgawi kita. Ia tahu apa yang kita butuhkan

dan itulah yang mau Dia berikan. Pemberian-Nya adalah hal-hal yang sama sekali tidak akan mendatangkan celaka bagi kita di masa

yang akan datang sebab pemberiannya adalah hal-hal yang rohaniah adanya yaitu: damai dan sejahtera.



Kedua, berdoalah

didalam Roh



Firman Allah mengatakan bahwa Roh itu sendiri yang berdoa untuk kita sesuai dengan kehendak Allah. Jadi

yang berdoa bagi kita adalah Roh Kudus dan Roh Kudus itu adalah Allah sendiri. Bila Allah yang mendoakan segala berkat bagi

kita, maka tidak akan ada satu hal pun yang dapat menghalangi datangnya berkat dalam hidup kita. Segala kecukupan dan kepenuhan

akan ada bagi kita.



Ketiga, tinggal di dalam Dia dan Firman-Nya berdiam didalam kita.



Berdiam dalam

bahasa aslinya adalah Meno yang artinya berdiam untuk suatu jangka waktu yang lama, terus tinggal dalam suatu tempat. Bila kita

sudah ada dengan Dia dan Allah berdiam dalam kita dalam suatu jangka waktu yang lama, maka apa yang kita minta akan kita

dapatkan. Ini berbicara tentang hasil yang di dapat setelah melalui pengalaman tekun bersama dan di dalam Dia. Apapun hasilnya

biasanya akan tetap membuat kita bersukacita. Contohnya Ayub yang berkata bahwa dia mau selalu bersukacita baik dalam keadaan

susah maupun senang, dalam keadaan berkekurangan maupun berkelimpahan. Jadi, bila doa kita dijawab dan berkat Tuhan kemudian

melimpah di dalam kita, maka orang-orang lain yang melihat kita akan memuliakan Allah. Demikian juga kesetiaan di dalam masa

kekurangan akan membuat orang lain juga memuliakan Allah.



Keempat, lepaskan kepahitan dan berikan

pengampunan.



Dalam kehidupan ini kita tidak luput dari pengalaman hati disakiti oleh orang lain. Tapi karena kita

adalah orang-orang yang percaya pada Tuhan, maka harus kita ketahui bahwa hidup di dalam Dia adalah hidup yang berdasarkan

pengampunan. Jadi, jika ada ganjalan kepahitan karena sakit hati, berikan pengampunan agar tidak sakit hati yang menghalangi

dijawabnya doa kita.



Kelima, setia memberi dan berbuat baik kepada orang lain.



Meski Lornelius bukan

orang Yahudi yang mengenal Allah, tetapi perbuatan baiknya kepada orang banyak diperhatikan oleh Tuhan. Oleh karena itu Allah

berkenan menjawab doanya. Sebaliknya, orang-orang yang sudah mengenal Tuhan bertindak seperti ini: minta Tuhan jawab dulu doa

mereka baru kemudian mereka berjanji akan berbuat baik. Yang tepat adalah berikan dahulu yang baik bagi Allah barulah Allah

akan memberi kembali kepada kita. Contohnya Daud. Suatu ketika dia memerlukan sebuah tempat untuk mendirikan mezbah Tuhan (2

Sam. 24:18-25). Melihat kedatangan raja, maka pemilik tempat tersebut mengatakan bahwa dia bersedia memberikan tempat itu

secara gratis kepada Daud. Tapi Daud tidak bersedia menerimanya sebab dia tidak mau memberi kepada Tuhan tanpa membayar

apa-apa, dia tidak mau memberi kepada Tuhan dari sesuatu yang dia dapatkan secara gratis. Allah yang kita sembah adalah Allah

yang tidak kalah dalam memberi. Karena itu bayangkanlah bila kita telah memberikan semua bagi Tuhan dengan segenap hati kita,

bagaimana jadinya bila Tuhan memberikan kembali kepada kita dengan segenap hati-Nya segala sesuatu yang ada

pada-Nya?



Keenam, mengucap syukur kepada Allah.



Saat kita mengucap syukur kepada Allah sesuatu yang

luarbiasa terjadi dihadapan Bapa. Didepan Yesus ada lebih dari 5 ribu orang yang perlu makan sedangkan di tangan-Nya hanya ada

5 roti dan 2 ikan. Ketika melihat apa yang ada Yesus tidak berkata: “Hanya inikah yang ada?” Tetapi Dia menaikan apa yang ada

dan mengucap syukur atasnya, maka sesuatu yang luarbiasa terjadi: jumlah yang sedikit mampu mencukupkan kebutuhan yang sangat

banyak. Karena itu agar doa kita dijawab, maka pertama-tama berikanlah ucapan syukur kepada-Nya, maka kita akan melihat hal

yang luarbiasa akan terjadi.



Ketujuh, lakukanlah kebenaran



Didalam Bait Allah seharusnya ada hadirat

Allah. Tapi kenyataannya di dalam Bait Allah kegiatan niaga lebih diperhatikan daripada hadirat Allah. Maka dengan tak segan

Yesus membersihkan Bait Allah dari semua hal yang tak sepantasnya ada di sana (Mat. 21:12-14). Sebelum Yesus melakukannya maka

tak ada yang terjadi di Bait Allah. Tapi setelah Yesus membersihkan Bait Allah, maka kemudian datanglah orang-orang buta dan

timpang ke dalam Bait Allah. Lakukanlah kebenaran dan berdoalah dalam kebenaran, maka kita akan melihat bagaimana Tuhan

menjawab doa kita. Firman Allah mengatakan bahwa doa orang benar besar kuasanya (Yak. 5:16).



Dalam Yohanes 14:14-15

dikatakan bahwa barangsiapa percaya pada-Nya maka apapun yang dia minta dalam nama-Nya akan diberikan kepadanya. Selanjutnya

dikatakan bila kita mengasihi Dia, maka kita akan melakukan kehendak-Nya. Jadi, kita dapat meminta dan menerima jawaban doa

kita asalkan selalu disertai dengan sikap mengasihi Dia dan melakukan kehendak-Nya (WJ GPdI Kramat, No. 1359, Thn. XXVI,

20072008).



Sumber : http://www.gpdi.us/article.cfm?articleID=31257

dilihat : 450 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution