Sabtu, 24 Agustus 2019 03:57:10 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520083
Hits hari ini : 420
Total hits : 4896530
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Give, Be and Do Your Best !






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 16 Juli 2008 00:00:00
Give, Be and Do Your Best !


- Roma 12:1-8.



Tidak setiap orang bisa

menjadi yang terbaik, tetapi setiap orang bisa melakukan yang terbaik. Seorang pegawai mungkin belum bisa menjadi yang terbaik

di perusahaannya, tetapi ia bisa melakukan yang terbaik dalam tugas yang dipercayakan kepadanya.



Seorang siswa

mungkin belum bisa menjadi siswa yang terbaik di kelasnya, tetapi ia bisa melakukan yang terbaik yang dapat diperbuatnya dan

meraih yang terbaik yang bisa dicapainya



Menjadi yang terbaik (be the best) diidamkan banyak orang, tetapi tidak

semua yang mengidamkannya bisa mencapainya. Pada saat semua orang mau menjadi yang terbaik, maka kemungkinan untuk gagal dan

kecewa sangatlah besar. Mengapa demikian? Sebab menjadi terbaik itu bukan milik semua orang. Di dalam arena satu kelompok dan

satu kategori hanya ada satu orang/tim yang menjadi terbaik.



Bagaimana dengan orang-orang lainnya? Ya, mereka

gagal menjadi yang terbaik. Kalau menjadi yang terbaik adalah fokus dan tujuan hidup mereka, sudah tentu mereka akan sangat

kecewa, dan akhirnya putus asa.



Jika Saudara bisa menjadi terbaik, maka bersyukurlah kepada Allah. Janganlah

bertepuk dada, karena segala sesuatu ada masanya. Ada waktu untuk menang, ada waktu untuk kalah. Ada waktu menjadi yang

terbaik, ada waktu untuk tidak menjadi yang terbaik. Kadang-kadang Anda harus mengelus dada, agar tidak menuntut semua orang

menjadi sama seperti Anda.



Tiada gunanya menuntut semua orang lain, anak-anak atau orang-orang di sekitar, untuk

menjadi yang terbaik seperti Anda, karena setiap orang itu berbeda. Belajarlah berlapang dada untuk mengarahkan mereka

berkembang sesuai dengan karunianya dan bertumbuh sesuai dengan potensinya.



Rasul Paulus mengatakan, ”Berdasarkan

kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal

yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri

menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing” (Roma. 12:3).



Allah sudah memberi anugerah

kepada kita, karena itu janganlah kita merasa diri lebih tinggi dari yang sebenarnya. Hendaknya kita menilai keadaan diri

dengan rendah hati, yaitu masing-masing menilai dirinya menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya oleh karena ia percaya

kepada Tuhan Yesus.



Roma 12:1-8 bukan mengajarkan untuk menjadi yang terbaik, tetapi mempersembahkan yang terbaik

dari dirimu, mentransformasi diri menjadi yang terbaik yang mungkin engkau capai, dan melakukan yang terbaik sesuai dengan

talentamu.



Pertama, mempersembahkan yang terbaik dari dirimu (give your best). Paulus menasihatkan: ”Karena itu,

saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang

hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Rm. 12:1).



Sudah tentu kata

“tubuh” dalam Roma 12:1 bukan hanya menunjuk kepada raga jasmani semata, tetapi juga mengacu kepada diri yang seutuhnya.

Hendaklah kita mempersembahkan diri yang terbaik secara utuh kepada Allah. Bukan diri yang mati dan cemar, tetapi yang hidup,

kudus dan berkenan kepada Allah.



Mempersembahkan yang terbaik pasti Saudara bisa, karena sudah beroleh kasih

karunia-Nya. Allah telah menebus diri kita dengan harga yang mahal, yaitu darah Kristus, maka sudah selayaknya kita

mempersembahkan diri yang seutuhnya kepada-Nya. Mempersembahkan diri mencakup segala sesuatu yang kita miliki, yaitu tubuh,

hati, pikiran, kekuatan, waktu, dan harta. Persembahkanlah yang terbaik dari dirimu untuk kemuliaan Allah dan kebaikan

sesama.



Kedua, mentransformasi diri menjadi yang terbaik yang mungkin engkau capai (be your best). Paulus

mengingatkan, ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat

membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rm. 12:2). Biarkan Allah

mentransformasi dirimu menjadi baru, sehingga Saudara sanggup mengetahui kehendak Allah, yaitu apa yang baik, yang berkenan

kepada-Nya dan yang sempurna.



Jangan menjadi seperti bunglon yang warnanya berubah-ubah menurut lingkungannya.

Jangan berusaha menyesuaikan akal budi dan sistim penilaianmu menurut kebiasaan dan standart dunia yang telah dicemari dosa.

Tetapi hendaklah hidupmu berpusat kepada Kristus dan biarlah dirimu terus-menerus ditransformasi di dalam Dia. Dengan

pertolongan Tuhan berusahalah untuk menjadi lebih baik, semakin baik, dan terbaik yang mungkin engkau capai.



Ketiga,

melakukan yang terbaik sesuai dengan talentamu (do your best). Rom 12:3-8 mengajarkan bahwa Roh Kudus mengaruniakan talenta

yang berbeda-beda kepada setiap orang percaya. Kenali, pergunakan dan kembangkanlah talentamu untuk melakukan yang terbaik

dalam melayani Allah dan menjadi berkat bagi sesama.



Melakukan yang terbaik sesuai talenta itu terbuka untuk

semua orang percaya. Bila ada niat dan kemauan maka semua orang bisa mencapainya. Memang ada orang yang cepat puas diri dan

tidak bergairah untuk terus maju. Tetapi hal itu tidak akan terjadi bila ia punya niat dan kemauan untuk melakukan yang

terbaik. Lebih dari itu, orang yang selalu mau melakukan yang terbaik bisa menjadi yang terbaik, sebab sejarah membuktikan

bahwa orang-orang yang terbaik adalah mereka yang selalu mau melakukan yang terbaik.



Alkitab bukan mengajarkan

Saudara untuk menjadi yang terbaik, melainkan mempersembahkan yang terbaik dari dirimu, mentransformasi diri menjadi yang

terbaik yang mungkin engkau capai, dan melakukan yang terbaik sesuai dengan talentamu.



Dengan melakukannya Saudara

juga bisa menjadi yang terbaik. Bedanya adalah bahwa be the best bukan menjadi tujuan hidup, melainkan akibat dari tujuan

hidup yang lebih mulia. Yang menjadi tujuan hidup adalah memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama dengan give your best,

be your best and do your best.



Oleh Pdt. Andreas Loanka, M.Div.



Sumber :

http://www.gki.or.id/content/doc.php?doctype=A&id=149

dilihat : 434 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution