Kamis, 18 Oktober 2018 14:54:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 205
Total pengunjung : 430516
Hits hari ini : 1206
Total hits : 3971601
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Selingkuh itu indah?






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 14 Juli 2008 00:00:00
Selingkuh itu indah?
“Jagalah dirimu

dan jangan berkhianat” (Mal 2:16)



Suatu hari aku bertemu teman lamaku di sebuah mall. Tidak lama kemudian kami

terlibat dalam perbincangan yang hangat, membicarakan pekerjaan dan juga keluarga masing-masing. Kami mulai bertukar

pembicaraan yang lebih mendalam mengenai pasangan hidup dan anak-anak. Kemudian keluarlah dari mulut sahabatku bahwa ia jenuh

dalam hidup pernikahannya dan hendak bertemu dengan selingkuhannya di mall tersebut. Ia mengatakan padaku, ”Selingkuh itu

indah.” Aku cukup terkejut, sebab sobatku ini adalah anak seorang pendeta dan besar di lingkungan gereja. Benarkah selingkuh

itu indah?



Tuhan mengajarkan pada kita untuk setia pada pasangan hidup, sebagaimana Tuhan itu setia adanya. Bila

kita mengakui diri sebagai anakNya maka gaya hidup kita pun akan merefleksikan sifat Tuhan yang kita sembah. Bila gaya hidup

kita berseberangan dengan sifat Tuhan yang kita akui sebagai Raja maka kita perlu mawas diri. Kita perlu menganalisa siapa yang

sebenarnya bertahta dalam hati kita. Tuhan Yesus atau “tuan kecil” alias diri kita?



Tuhan yang kita sembah adalah

Allah yang setia. Di kala kita jatuh, Ia tidak biarkan kita jatuh tergeletak namun tanganNya menopang atau memegang. Luar biasa

sekali, apa yang Ia kerjakan. Di saat kita tidak setia, Ia bahkan menanti dengan setia dan berharap kita sadar akan kesalahan

yang telah dilakukan. Ia mengharapkan kita kembali seperti anak yang terhilang pada bapaknya yang penuh

kasih.



Terlebih Alkitab mengajarkan agar melakukan apa yang kita kehendaki orang lain perbuat bagi diri kita

terlebih dahulu. Kita tidak dapat menuntut orang lain atau pasangan kita untuk setia, sebelum kita sendiri setia pada Tuhan dan

pasangan.



Biarlah pada hari ini kita belajar untuk setia pada pasangan, atau kekasih kita Juga dalam mengiring

Tuhan, kita belajar untuk taat dan setia pada FirmanNya yang telah kita dengar.



DOA: TUHAN, ajar kami untuk menjadi

setia pada pasangan kami terlebih padaMU.



FT: Maleakhi 2:14-16



Pengirim : Dave Broos

Penulis dan

Pekerja Sosial, Bandung.

dilihat : 282 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution