Senin, 14 Oktober 2019 20:27:13 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 1564
Total hits : 5022148
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Agamawan, Ilmuwan dan Sejarah Agama Dunia






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 11 April 2008 00:00:00
Agamawan, Ilmuwan dan Sejarah Agama Dunia
Agamawan, Ilmuwan dan Sejarah Agama Dunia





……Keberhasilan kaum Katolik roma menguasai Iberian peninsula dari tangan Muslim menjadi titik tolak kebangkitan bangsa eropa

dari Dark Ages.



Pada akhirnya bangsa eropa berkat “jasa” ilmuan Islam berhasil menjadi bangsa termaju





Renaisance (1450an) menandai kebebasan berpikir dari belenggu dogma agama (Kristen), yg ditandai oleh guttenberg

dg membuat mesin cetak, untuk nyetak alkitab. Renaisance memungkinkan terjadinya revolusi industri di inggris 1800, dan era

inforamasi.



Tetapi mengatakan ‘eropa merampas’ dan ‘jasa ilmuwan islam’, itu ngawur. Pendapat tsb didasarkan pada

khotbah agamawan, yg notabene ribuan tahun mengungkung kebebasan berpikir



Peradaban (agama) dunia pra-Kristen,

terbagi dalam 3 kelompok besar: Pagan (eropa dan sekitarnya termasuk Yunani), Zoroanism (mesir, asia arab dskt), dan Jahudi. Th

50-an Kristen berkembang di Yerusalem-jahudi, sangat pesat. Saat itu Kekuatan utama adalah Romawi, dg penguasanya mayoritas

menganut pagan.



Budaya arab yg beragama zoroanism (mis dewa baal mesir), sudah memilki teknogi yang unggul di banyak

bidang, algebra, astronomi, arsitek, kedokteran (lambang ular dr mesir) dll, krn memang diyakini peradaban awal manusia yg

ditandai dg tulisan muncul th 6000 di sumeria. Sedangkan Yunani merupakan acuan budaya dari barat.

Jahudi pun memiliki

budaya dan teknologi setara, tapi karena beberapa kali di genocide; oleh Persia, (hampir seluruh populasi dibawa ke babel),

oleh Mesir (budak bikin piramid - lihat kis nabi yusuf), dan terakhir oleh Romawi. Kerajaan israel tidak mampu bangkit

kembali



Jadi bisa dilihat jauh sebelum kristen apalagi islam, budaya timur tengah (termasuk jahudi) memang sudang

berkembang pesat.



Saat romawi menguasai seluruh dunia (dunia saat itu), di wilayahnya terdapat 3 agama utama; pagan,

zoroansim dan kristen (yg baru berkembang pesat menyebar dlm 300 th secara damai). Seorang bangsawan romawi Konstantin, yg

kekuasaan awalnya di propinsi asia, berhasil mangalahkan rivalnya yg menguasai romawi pusat (roma), pd th 320-an. Diduga demi

alasan politis, Konstantin yg pagan, menjadikan kristen sbg agama negara (adu power). Dg menjadi agama negara, kristen menyebar

keseluruh pelosok seiring kekuasaan romawi. Dia juga mendirikan ibukota Romawi Timur di Konstantinopel.



Dg menjadi

agama negara terjadilah kondisi natural, agama menunggangi kekuasaan dan kekuasaan menunggangi agama. Agenda penguasa beragama

kristen, tidak melihat pagan dan zoroansim sbg ancaman, dpt dimaklumi pd jaman kerajaan, yg namanya raja/kaisar, otomatis

diakui sebagai wakil Tuhan/Dewa. Tanpa dibujuk pun semua ‘ikut-ikutan menjadi kristen’ atau ‘asal kristen’ atau ‘lebih

kristen’.



Bingung nggak ada musuh, penguasa kristen melihat kok, pusat kekuasaan ada di Roma/konstantinopel

(Trinitarian), sedangkan pusat agama di Yerusalem/mesir (Arianism). Terjadilah upaya menggeser pusat agama tsb, tentunya dengan

perang dogma-SKISMA (ha..ha..ha.. mirip siah vs sunni). Terbantailah pusat agama di Yerusalem, krn yg dari Roma didukung

tentara. Dengan dimusnahkannya Pusat Kristen di Yerusalem/mesir oleh pasukan Romawi, terjadi kevakuman agama di

Timur-tengah.

Seiring menyurutnya kekuasaan romawi, Islam mulai berkembang mengisi kekosongan tsb.

Pada saat Islam

berkembang ke Spanyol yg (akhirnya jadi Cordoba) dan Konstantinopel (istambul sekarang), tentu saja menggunakan pedang, dan

berdarah-darah.



Cat: Kesedihan penguasa Konstantinopel melihat wilayahnya dijarah habis-habisan oleh tentara Muslim,

dikutip oleh Paus saat memberikan ceramah ilmiah di universitas jerman beberapa tahun lalu, memancing kemarahan umat muslim

.



Cerita awal drakula pun ada yg menduga muncul pd saat tsb, bangsawan di wilayah tsb yg berhasil menahan laju

serangan islam, tetapi dihianati gereja.



Jadi, yang namanya Ilmuwan Islam itu tidak ada. Yang ada Ilmuwan Arab atau

Timur Tengah, dimana memang peradaban manusia berkembang sejak 6000th SM sampai sekarang. Demikian juga tidak ada Ilmuwan

Kristen. Karena agama membelenggu kebebasan berpikir, dogma agama menghambat kemajuan teknologi/ilmu. Setiap ada

discovery/invention oleh ilmuwan yg ‘menyenangkan’, agamawan nggak ada malunya sertamerta melacurkan lidahnya mengakui bahwa

hal tsb temuan agama.



Kalau tidak percaya, lihat saja skor ilmuwan saat ini. Yang paling kredibel adalah hadiah

nobel di bidang science dan kedokteran. Lihat perbandingannya antara penerima nobel science/kedokteran yang Muslim dan

non-muslim. Dari sedikit (cuman 5) yg muslim itu pun sebagian di nista oleh agamawan krn dianggap sesat. Jangan dianggap yang

non-muslim itu kristen, bukan. Ilmuwan tsb umumnya mendasarkan keputusannya pada fakta ilmiah, bukan khotbah/wangsit/

ilham/wahyu/penerawangan dll. Itulah kebebasan berpikir.



Entri ini dituliskan pada 9 April, 2008 pada 5:02 am dan

disimpan dalam Artikel Agama. yang berkaitan: Agama, artikel, ilmuwan, sejarah agama. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas

artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu

sendiri





SUMBER : http://pangonjat.wordpress.com/2008/04/09

dilihat : 442 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution