Selasa, 17 Juli 2018 14:37:59 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 108
Total pengunjung : 406228
Hits hari ini : 902
Total hits : 3703077
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Peradaban Bertemu Secara Online






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 26 Juni 2008 00:00:00
Peradaban Bertemu Secara Online
London – Sementara berkampanye untuk masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS, Bill

Clinton membuat berita utama ketika dia muncul sebagai bintang tamu di MTV pada 1992 dalam upaya mendapatkan suara pemuda

Amerika.



Kemunculan tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah dalam hubungan antara politisi dan

media.



Dengan teknologi masa kini, Clinton kemungkinan juga akan punya blog sendiri, halaman Facebook dan saluran

YouTube. Penerapan y ang revolusioner semacam itu membuat Internet menjadi media demokrasi utama, memungkinkan para pengunjung

untuk secara langsung berkomunikasi dengan para pemimpin tanpa halangan geografis ataupun waktu.



Ratu Rania dari

Yordania, tamu kehormatan pada acara Google Zeitgeist Conference pada pertengahan Juni di London, meluncurkan saluran

YouTube-nya sendiri (www.youtube.com/queenrania) April lalu.



Upaya YouTube Ratu Rania merupakan usaha sadar untuk

meningkatkan dialog dan pemahaman antara dunia Arab dan Muslim dengan Barat.



“Arab dan Muslim berjuang setiap hari

dengan bagaimana cara dunia melihat kita: Realitas kita, sejarah, dan cara berpikir kita. Kita harus menghancurkan stereotip

ini dan berbicara untuk diri kita sendiri, sehingga setiap orang memahami siapa kita, dan nilai-nilai kita,” jelas Ratu

Rania.



“Dialog merupakan cara terbaik untuk mencapai ini, dan YouTube membantu perkembangan percakapan tentang

toleransi, rasa kasih sayang, dan pemahaman yang diperlukan. Apa yang saya lihat di YouTube saat ini merupakan bentuk ideal

dari dialog yang diinginkan itu, yang dapat menghilangkan kecurigaan lama dengan membentuk komunitas baru,”

tambahnya.



Sang Ratu akan menerima pertanyaan-pertanyaan dan komentar di salurannya, yang saat ini memiliki 5000

pelanggan, sampai Hari Pemuda Internasional pada 12 Agustus.



Beliau juga menekankan pentingnya berkonsentrasi pada

pemuda: “Generasi YouTUbe, Facebook dan Ikbis fasih dalam mengunggah, membuat tag, dan pesan instan, dan kita juga harus

begitu. Pemuda masa kini merupakan sumber utama energi dan inovasi di wilayah kita; tidak saja mereka akan menghilangkan

stereotip negatif, tapi mereka akan menciptakan perusahaan-perusahaan baru, pekerjaan baru, dan kesempatan baru bagi Yordania,

dan dunia Arab.”



Berbagai komentator di saluran YouTube sang Ratu telah mengungkapkan bahasa kasar terhadap Islam

dan simbol-simbolnya. Namun, yang lain telah berusaha untuk mengoreksi ketidaktepatan itu dan menjembatani, termasuk sang Ratu

sendiri, yang telah memasang sejumlah video.



Dalam video baru-baru ini, Ratu Ranis menjawab komentar seorang

pengguna, mengatakan bahwa meski dia tidak terlalu pintar dalam bidang matematika, tapi orang tidak memerlukan keterampilan

semacam itu untuk mengetahui bahwa persamaan “Arab = Muslim = Teror = Perang” , bahwa Arab adalah Muslim dan Muslim =

Kekerasan” (dikirim oleh seorang pengguna) tidaklah akurat.



Ratu Rania menyerukan untuk “mendapatkan fakta yang

benar” sebelum membuat asumsi, menjelaskan bahwa: “Dengan setiap baris tulisan dan video yang dikirimkan, kita berbagi

pengalaman dan pengetahuan yang membongkar halangan dan menyatukan kita.”



Yasmina Brihi, Manajer Marketing Google

(yang memiliki YouTube) untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, “Kami senang melihat keterlibatan online ini dan

sangat ingin mengantisipasi dialog langsung tentang politik serta isu-isu yang penting bagi orang-orang di

dunia.”



“Keterlibatan” ini telah terbukti dalam liputan pemilihan Presiden AS baru-baru ini. Debat kandidat

CNN/YouTube pertama akan dilangsungkan tahun ini dan menunjukkan potensi signifikan dalam pemanfaatan gabungan televisi dan

internet.



Perdebatan ini memungkinkan para pemilih potensial untuk mengirimkan pertanyaan mereka dan berkomentar

secara langsung kepada kandidat. Banyak pertanyaan yang ditayangkan dan dijawab langsung oleh para kandidat.



Wakil

direktur senior CNN dan kepala biro Washington, David Bohrman, mengatakan bahwa perdebatan itu “benar-benar berhasil,” dan,

“CNN akan melanjutkan bereksperimen dengan teknologi-teknologi baru untuk konvensi politik dan Malam Pemilihan 2008

mendatang.”



Brihi menjelaskan bahwa YouTube “membantu para pemilih menjadi bagian dari perdebatan politik dengan

cara-cara yang tidak mungkin sebelum munculnya video online. Orang dapat mengungkapkan pandangan mereka kepada orang-orang yang

berkuasa, melontarkan pertanyaan dan didengar, sementara mereka yang di kantor dapat menggunakan video instan untuk menyorot

prioritas mereka dan terhubung dengan orang-orang yang terkait dengan isu-isu yang paling penting bagi mereka.”



Oleh

; Faisal Abbas



* Faisal Abbas adalah editor media di Asharq al-Awsat. Artikel pendek ini didistribusikan oleh Common

Ground News Service (CGNews) dan bisa diakses di www.commongroundnews.org. Teks lengkapnya bisa didapatkan di

www.asharqalawsat.com.



Sumber : Asharq al-Awsat, 9 Juni 2008, www.asharqalawsat.com



Ijin penerbitan

kembali telah diberikan kepada Common Ground News Service. Untuk ijin penerbitan tambahan silakan hubungi penerbit aslinya.

dilihat : 230 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution