Selasa, 18 Desember 2018 19:57:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 299
Total pengunjung : 451730
Hits hari ini : 1658
Total hits : 4159722
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Muslim Afrika Amerika Menolak Benturan Peradaban






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 27 Juni 2008 00:00:00
Muslim Afrika Amerika Menolak Benturan Peradaban
Southfield, Michigan Berperan sebagai sebuah titik

keberangkatan dari apa yang disebut "benturan peradaban", warga Muslim Afrika Amerika menolak anggapan bahwa permusuhan antara

orang Barat dan Muslim tidak dapat dihindari. Hampir tidak adanya hubungan bersejarah apapun dengan negara-negara bangsa modern

di luar, warga Muslim Afrika Amerika seluruhnya terbentuk oleh pengalaman Amerika; bahkan, "keamerikaan" mereka tidak dapat

diragukan. Namun mereka tetap sepenuhnya menjadi Muslim.



Warga Muslim Afrika Amerika telah berakar di Amerika selama

empat abad. Mereka memberikan masyarakat Muslim Amerika yang lebih besar sebuah hubungan khas dengan Barat yang umumnya tidak

dimiliki masyarakat Muslim Eropa. Hubungan ini memberikan sebuah cerita yang mendukung semua Muslim di Amerika, dan memberikan

masyarakat Afrika Amerika sebuah perah yang aktif dalam menjembatani kesenjangan antara dunia Barat dan

Muslim.



Tidak seperti Muslim yang telah bermigrasi ke Eropa, warga Muslim Amerika membentuk sebuah demografi

masyarakat asli yang besar. Populasi ini, yang sebagian besar merupakan warga Afrika Amerika , memiliki hubungan yang tidak

terbantahkan dengan Amerika. Ketika lembaga perbudakan berusaha menghapus berbagai praktik agama, bahasa, dan kebudayaan,

warisan warga Muslim Afrika Amerika telah dipelihara melalui sumbangan bersejarahnya bagi kemerdekaan, keadilan, dan

kesetaraan.



Peran yang telah dibentuk oleh warga Afrika Amerika bagi diri mereka sendiri telah memberi manfaat bagi

seluruh bangsa Amerika ― dan pada kenyataannya, bagi seluruh dunia. Perjuangan mereka, yang terutama jelas terlihat saat

gerakan Hak-hak Sipil, melancarkan jalan bagi praktik-praktik Islam di Amerika yang tidak ditemukan di bangsa-bangsa Barat

lain, bahkan di beberapa bangsa mayoritas Muslim. Misalnya, Bab VII dari Undang-Undang Hak-hak 1964 yang memberikan Muslim hak

untuk menjalankan ibadah shalat Jumat dan memberikan perempuan hak untuk mengenakan jilbab di tempat-tempat kerja dan sekolah

mereka.



Undang-Undang Hak-hak Sipil tidak memberikan hak kepada seorang majikan "untuk membatasi, memisahkan, atau

menggolongkan para karyawannya dengan cara yang akan merenggut atau cenderung merenggut kesempatan setiap orang atas pekerjaan

atau yang sangat mempengaruhi kedudukannya sebagai seorang karyawan, karena ras, warna kulit, agama, seks, atau asal-usul

kebangsaan orang tersebut." (Bagian 703.(a).(2))



Gerakan yang sama kemudian menantang bangsa Amerika untuk menjawab

penyakit-penyakin sosial supremasi kulit putih dan membuka pintu bagi Undang-Undang Imigrasi 1965, yang memiliki dampak

sampingan berupa tingginya peningkatan jumlah Muslim di Amerika yang berasal dari Asia Selatan.



Masyarakat Muslim

Amerika telah memetik manfaat dari mayoritas anggotanya yang berasal dari masyarakat Afrika Amerika , sebuah kelompok yang

merupakan perwujudan kesadaran Amerika tentang hak-hak sipil dan asasi manusia. Pengakuan yang semakin besar akan arti penting

dari demografi dalam masyarakat Muslim Amerika mungkin masih baru, tetapi nilainya telah lama mendahului

realisasinya.



Dari hakim Muslim Amerika pertama dan Wakil Walikota Muslim Detroit pertama, Adam Shakoor, hingga dua

anggota kongres Muslim Amerika pertama, Keith Ellison (D-MN) dan Andre Carson (D-IN), Muslim ― di dalam dan luar negeri

― telah diberdayakan oleh bangsa Afrika Amerika yang memeloporinya. Manfaat-manfaat nyata, seperti memperkenalkan

peraturan dalam negeri yang mengikutsertakan kepentingan-kepentingan Muslim dan menggunakan hak pilih dengan pemahaman yang

lebih besar tentang berbagai permasalahan yang menyangkut dunia Muslim daripada kebanyakan anggota kongres Amerika, merupakan

hal yang nyata.



Karena itu, penghargaan yang lebih besar bagi Muslim adalah harapan.



Jika warga Muslim

ini telah berhasil mengatasi pengalaman dimarginalisasi hingga meraih jabatan wakil rakyat di Amerika, maka mungkin seluruh

warga Muslim Amerika memiliki potensi yang sama. Warga Muslim di Afrika, Asia dan Eropa dapat berpegangan kuat pada gagasan

bahwa jika keturunan Muslim dari para budak Amerika dapat dihormati oleh masyarakat Amerika yang lebih luas, maka mungkin

Amerika dapat mengalami sebuah pembaruan yang sehat dalam kebijakan luar negeri dan menilai dunia Muslim dengan kaca mata yang

lebih seimbang.



Gagasan Jeffersonian bahwa "semua orang diciptakan sederajat diberkati oleh Pencipta mereka dengan

hak-hak yang tidak dapat dipisahkan, yang di antaranya adalah hak akan Kehidupan, Kemerdekaan, dan Mengejar Kebahagiaan",

memiliki pengikut yang sangat besar di kalangan Muslim Afrika Amerika . Dengan sejarah yang kaya ini dan legitimasi historis

sebagai bangsa Amerika, warga Muslim Afrika Amerika akan terus menjadi unsur yang sangat penting dalam menyuburkan kehidupan

yang lebih baik bagi Muslim di penjuru Amerika dan akan terus berperan sebagai sebuah hubungan spiritual antara bangsa Amerika

dan dunia Muslim.



###



* Dawud Walid adalah direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Michigan

(CAIR-MI) dan Asisten Imam pada Masjid Wali Muhammad di Detroit, Michigan. Artikel ini merupakan bagian dari seri tentang

Muslim Afrika Amerika yang ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di

www.commongroundnews.org.



Sumber: Kantor Berita Common Ground, 20 Juni 2008,

www.commongroundnews.org



Telah memperoleh hak cipta.

dilihat : 233 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution