Rabu, 17 Juli 2019 19:44:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 2141
Total hits : 4812556
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menanti






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 26 Juni 2008 00:00:00
Menanti
MENANTI dengan frustasi dan putus asa, aku berteriak. Perlahan, dengan sabar, dan

dengan kasih Tuhan menjawab. Aku mengerang dan menangis tersedu mencari jawaban, dan Tuhanku menjawab dengan lembut, "Anakku,

engkau harus menanti!" "Menanti dan menanti?", jawabku singkat. "Tuhan, aku butuh jawaban, aku ingin tahu menagapa! Apakah

tanganMu terlalu pendek? Atau apakah Engkau belum mendengar jeritan hatiku? Dengan IMAN aku bertanya padaMu, dan aku menggali

fimanMu.



Masa depanku dan semua yang aku dapat handalkan mengambang, dan Engkau menyuruhku untuk MENANTI? Aku butuh

jawaban "Iya", atau persetujuan dariMu, atau bahkan jawaban "Tidak" sehingga aku dapat berhenti dari apa yang sedang aku

lakukan. Dan Tuhan, Engkau sendiri berjanji, bila kami minta sesuatu dengan percaya, kami akan menerimanya. Dan Tuhan, aku

sudah berkali-kali bertanya, dan inilah tangisku: "Aku sudah capek untuk bertanya-tanya! Aku butuh

jawaban!!!"



Kemudian dengan perlahan, lembut, Tuhanku kembali menjawab, "Engkau harus menanti" Aku tersungkur,

mengalah dan protes kepada Tuhan, "Tuhan, untuk apakah aku menanti?" Kemudian Ia berlutut dan air mataNya berlinang, dan dengan

sangat lembut Ia berkata, "Aku dapat memberikan engkau tanda. Aku dapat menggoncangkan langit dan menggelapkan matahari. Aku

dapat membangkitkan orang mati, dan dapat membuat gunung bergerak. Semua yang engkau minta, aku dapat

berikan.



Engkau bisa memiliki semua yang engkau minta, TETAPI, engkau tidak akan mengenal siapa AKU." "Engkau tidak

akan mengenal betapa dalamnya kasihKu kepada setiap orang percaya; Engkau tidak akan merasakan kuasa yang aku berikan kepada

yang lemah; Engkau tidak akan belajar melihat ditengah awan kehancuran; Engkau tidak akan belajar percaya bahwa Aku selalu

besertamu; Engkau tidak akan merasakan sukacita, aman dan tenang dalam naungan sayapKu, ditengah kegelapan dan keheningan yang

mencekam; Engkau tidak akan merasakan dalamnya kasih dan damainya Rohku; Engkau tahu aku memberi dan menyelamatkan; Namun

engkau tidak akan Merasakan detak jantungKu.



Mendapatkan rasa aman dan tenang menjelang malam. Beriman ketika engkau

berjalan tanpa pengelihatan. Mengenal Tuhan yang tidak hanya memberi apa yang kamu minta, tetapi membuat apa yang kamu terima

kekal. "Engkau tidak akan pernah menyadari arti "Kasih karuniaMu cukup bagiku", bila rasa sakit itu berakhir dengan cepat. Ya,

impianmu dapat menjadi kenyataan dalam semalam saja, tetapi apakah artinya bisa Aku harus kehilangan apa sedang aku lakukan

didalam engkau!" "Oleh karena itu, anakKu, engkau akan melihat bahwa HADIAH YANG TERBESAR ADALAH MENGENAL

AKU.



Meskipun sepertinya jawabanKu terasa terlambat, tetapi jawabanKu yang paling bijak adalah:

"MENANTI"



Pengirim : Albert August Dewantoro.



Dikutip dari milis pustakalewi.

dilihat : 435 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution