Senin, 16 Juli 2018 23:12:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 153
Total pengunjung : 406089
Hits hari ini : 1722
Total hits : 3701392
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Allah Tidak Perlu Menulis Namanya Pada Bunga Mawar Karena Tidak Ada Seorang Pun Yang Menciptakan Bunga Itu






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 22 Juni 2008 00:00:00
Allah Tidak Perlu Menulis Namanya Pada Bunga Mawar Karena Tidak Ada Seorang Pun Yang Menciptakan Bunga Itu
(Mazmur 145:18)



Allah tidak perlu menulis namaNya pada bunga mawar, karena tidak ada seorang pun yang menciptakan

bunga itu. Ungkapan yang menggambarkan bahwa Allah mudah dikenal. Ia ada di alam ciptaanNya. Di awan yang berkejaran, pada

burung-burung yang beterbangan. Pada ikan-ikan di laut, pada pepohonan dan pada kuntum bunga yang mekar. Ialah yang menciptakan

segalanya dengan sepatah kata FirmanNya (Kej.1:1-31). Ia tidak perlu menulis namaNya pada apa yang Ia ciptakan, karena apa yang

Ia ciptakan memproklamirkan kebesaranNya (Mzm.19:2)



“Salah satu cara untuk melihat kebesaran Tuhan adalah dengan

mempelajari ciptaanNya”, demikian ungkapan Aribowo P. dan Irianti E. dalam buku mereka Enrich Your Life Everyday. Di samping

alam, Alkitab adalah buku yang paling lengkap dalam memperkenalkan Allah. Simak apa yang dikatakan Alkitab perihal

Allah.



1. Sifat Allah.



Sifat Allah yang pertama, Ia adalah Roh (Yoh.4:24). Allah itu esa (Ul.6:4). Allah

memiliki pribadi (Yoh.17:1-3). Allah itu Tritunggal. Walaupun Allah itu satu, Ia menyatakan diriNya dalam tiga persekutuan

(Kej.1:1-3, 26; Mat.3:16-17). Sebagai Bapa, Ia tak terbatas dalam kasih, kuasa dan hikmat. Ia adalah Pencipta yang memiliki

tujuan ilahi dalam apapun yang Ia kerjakan. Sebagai Anak, Ia menyatakan kepada dunia siapa itu Bapa. Sebagai Roh Kudus, Ia

menyatakan diriNya secara rohani kepada manusia.



Roh Kudus datang dalam diri orang-orang dalam Perjanjian Lama,

memampukan mereka untuk bernubuat dan melakukan perkara-perkara ajaib. Roh Kudus adalah wakil Tuhan Yesus di dunia. Hadir saat

Tuhan Yesus dibaptis dan dicobai di padang gurun. Ia memampukan orang percaya dan menyakinkan orang yang belum

percaya.





2. Sifat Allah yang mendasar.



Ia tak terbatas (1 Raj.8:27), mahakuasa dan tidak berdusta,

atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan peraturan yang Ia tetapkan, sifat dan tujuan agungNya. Ia mahahadir. Di setiap

waktu, dan segala tempat dalam alam ciptaanNya. Ia mahatahu. Ia mengetahui apa saja pada saat yang bersamaan, seketika dan

tanpa alasan. Ia tidak berubah (Yak.1:17). */ Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA –fy





3. Sifat Allah secara

rohani.



Ia menentang kejahatan dan segala sesuatu yang bertentangan dengan tujuan agungNya. Ia tidak memihak (1

Pet.1:17). Ia panjang sabar (Kel.34:6). Ia mahakasih (1 Yoh.4:8,16). Ia Allah yang dapat membalas dan menghukum (Ul.32:35;

Rm.12:19)





4. Peranan Allah



Ia Pencipta (Kej.1:1). Segala sesuatu adalah karyaNya. Ia adalah Hakim.

Ia mengadili kita melalui firmanNya, melalui RohNya dan melalui sifatNya yang suci dan sempurna. Ia adalah Gembala (Kej.49:24;

Mzm.23; Yoh.10:11, 14).







Menyadari sifat dan karakter Allah yang luar biasa ini, kita lalu sadar bahwa

Allah bukan manusia. Ia tidak perlu menulis namaNya pada bunga mawar sebagai bentuk dan cara memperkenalkan diriNya, karena

tidak ada seorang pun yang menciptakan bunga mawar itu. Ia ada dan mudah dikenal. Ia hanya sejauh doa

(Mzm.145:18)



Pengirim : Tiny Ribka.

dilihat : 254 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution