Jum'at, 14 Desember 2018 22:16:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 249
Total pengunjung : 450515
Hits hari ini : 1904
Total hits : 4150637
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Belajar Mengenal Pribadi ALLAH






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 19 Juni 2008 00:00:00
Belajar Mengenal Pribadi ALLAH
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka

mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

(Yohanes 17 :

3)



Ayat Firman Tuhan dalam kitab Yohanes ini dengan jelas menyatakan, tujuan akhir kehidupan di dalam Kekristenan,

sangat lekat hubungannya dengan bagaimana dan seberapa baikkah pengenalan orang-orang percaya akan Pribadi Allah, serta

seberapa baik pemahaman mereka atas pengajaran yang telah disampaikan oleh Tuhan Yesus.



Munculnya sebuah pengakuan

adanya pengenalan pribadi, ditunjukkan dengan adanya perasaan kedekatan emosional serta pengetahuan yang terhadap ciri, sikap,

dan sifat dari Pribadi Allah, sampai pada adanya keinginan atau kerinduan untuk selalu dekat dengan Allah. Semuanya itu terjadi

seiring dengan perjalanan waktu.



Demikian pula halnya dengan suatu tanda pengakuan iman percaya kita kepada Allah.

Kedekatan kita kepada Allah, selayaknya menumbuhkan suatu keinginan besar untuk terus-menerus berupaya mengetahui, mengenal dan

mencintai (dengan cara-cara yang benar serta penuh kesungguhan), bagaimana dan siapakah Pribadi Roh yang kita imani sebagai

Allah itu.



Tidak ada kata puas untuk menemukan rahasia kebenaran Allah, dan tidak ada kata cukup, untuk mau

dibentuk menjadi pribadi dengan iman kepercayaan besar kepada Allah. Semua memang melalui proses waktu. Namun waktu pengenalan

akan Allah akan terasa lebih pendek, apabila ada kesungguhan didalam hati.



Banyak orang yang merasa sulit untuk

mengetahui, mengenal, serta mencintai adanya Allah, karena Allah merupakan Pribadi berwujud Roh yang menghadirkan berbagai

perbuatan nyata dalam kehidupan manusia. Oleh karena itulah, keberadaan besarnya pengakuan iman, memiliki arti yang teramat

penting untuk mengenal Pribadi Allah.



Proses pengenalan akan Pribadi Allah, dapat dimulai dengan menghadirkan

kerinduan yang besar untuk menghadirkan kuat kuasa hadirat Allah dalam kehidupan, yang bisa diperoleh dengan aktif mendengar,

memperhatikan, serta merenungkan seluruh bagian dari isi FirmanNya, bergairah untuk menerima pengajaranNya, dan selalu mengucap

syukur atas anugerah yang diberikan Allah di dalam alur kehidupan, karena percaya bahwa semuanya itu bisa terjadi atas kehendak

Allah.



Nilai sebuah pengenalan, tidak akan memiliki makna dan arti yang maksimal, apabila seseorang hanya

menempatkan upaya pengenalan itu, berdasarkan pandangan sekilas saja. Suatu waktu, sebuah keraguan akan muncul karena upaya

mengenal pribadi yang dilakukan, memang hanya dilakukan dengan setengah hati.



Cukup banyak orang-orang percaya yang

bersikap demikian. Kecenderungan yang ada, sikap itu terjadi karena mereka tidak mau belajar mengaktifkan serta mengandalkan

iman percaya mereka, untuk bisa membedakan mana perbuatan-perbuatan yang datangNya dari Allah, dan mana perbuatan manusia.





Iman kepercayaan terbentur oleh adanya suatu sikap diri yang enggan membuka lebar, segenap hati dan pikiran manusia

untuk menerima adanya perbuatan-perbuatan Roh, oleh karena manusia percaya kepadaNya.



Kondisi tersebut bukannya

membuat orang-orang percaya menghadirkan keinginan besar untuk terus-menerus ingin mengetahui kebesaran kuasa kasih Allah, akan

tetapi justru semakin menterjemahkannya berdasarkan kekuatan akal pikirannya sendiri.



Sikap ini pada hakekatnya

membuat manusia terjebak oleh “konsep keimanan” yang dilandasi oleh penafsiran diri, dan bukannya oleh karena sikap percaya

kepada Allah, yang empunya kuasa. Manusia justru menghadirkan kondisi yang memfaktualkan keadaan yang didasarkan pada kekuatan

pikirannya sendiri.



Manusia hanya memperhatikan sudut pandang yang didasarkan pada pola pemikiran, bahwa segenap

perbuatan mukjizat yang nyata didalam nama Tuhan Yesus, dianggap sebagai sesuatu kebetulan maupun fenomena yang berlaku biasa

saja, karena segala sesuatunya ditimbang berdasarkan kekuatan akal pikirannya sendiri.



Adanya kesadaran dan

keinginan kuat, merupakan upaya yang bisa menstimulasikan keadaan diri seperti itu. Manusia harus ingat kalau Allah itu adalah

Tuhan, Bapa Yang Maha Kuasa, yang dapat menciptakan keadaan-keadaan yang diluar jangkauan pikiran manusia, sesuatu yang

dianggap mustahil bagi manusia.



Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. (Lukas 1 : 37)



Sekarang, yang

menjadi pertanyaan, apakah yang harus dilakukan manusia agar dapat mengenal Allah sebagai Pribadi yang mengilhami kehidupan

orang-orang percaya?



Bisa dibilang, cara yang paling tepat serta sederhana yang bisa dilakukan orang-orang percaya,

adalah dengan menempatkan Firman Tuhan sebagai pedoman kehidupan.



Tuhan bilang :

Tetapi carilah dahulu

Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6 : 33)



Firman Tuhan adalah

sumber kehidupan. Didalamnya akan dapat kita temukan semua rencana serta ketetapan-ketetapan Allah, yang telah dinyatakan dan

dinubuatkan, yang telah terjadi serta yang akan digenapi.



Terangkumnya semua rencana dan ketetapan-ketetapan Allah

didalam Firman Tuhan, membuat kita dapat melihat dan merenungkan, begitu besar kuasa serta kasih Allah kepada kita, betapa

Allah telah merancang sebuah akhir alur kehidupan yang indah bagi setiap orang, yang menjaga iman kepercayaan mereka.





Setiap orang percaya mengetahui akan hal itu, namun entah kenapa, banyak yang melalaikan besar hadiratNya dengan

berusaha menarik pengertian sendiri tentang konsep beriman.



Apa yang dicatatkan didalam Firman Tuhan, adalah

sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi. Semua dinyatakan Allah agar manusia bisa mempelajarinya, kemudian

merenungkannya lalu mengimaninya.



Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri,

maka Aku tidak akan berkenan kepadanya. (Ibrani 10 : 38)



Apabila manusia belum juga memperoleh pengertian atas

isi Firman Tuhan, mintalah hikmat hadirat Tuhan dalam doa serta ucapan syukur, agar segenap tabir rahasia Allah atas kehidupan,

dapat kita temukan dalam pengertian yang sesuai dengan kehendak Allah, Bapa kita.



Marilah kita pusatkan hati serta

pikiran kita, untuk dapat mengenal Allah, dengan cara rajin membaca Firman Tuhan dan berkomunikasi melalui doa kepada Allah,

dalam setiap kesempatan yang kita miliki, sehingga kita dapat merasakan sukacita Allah dan bernyanyi riang :



Kumau

cinta Yesus, selamanya…

Kumau cinta Yesus, selamanya…

Meskipun badai, silih berganti, dalam hidupku…

Kumau cinta

Yesus selamanya…



Kesimpulan :



Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua

yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,

pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan

apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

(Filipi 4 : 8 -

9)



Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi…



Tuhan Yesus memberkati kita

semua.





.Sarlen Julfree Manurung

Penulis dan moderator milis www.pustakalewi.net

dilihat : 250 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution