Selasa, 17 Juli 2018 05:17:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 175
Total pengunjung : 406111
Hits hari ini : 2312
Total hits : 3701982
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Makna Keberhasilan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 11 Juni 2008 00:00:00
Makna Keberhasilan
Ahli-ahli psikologi telah mengalami suatu sukses dalam mengobati sifat-sifat dan

kepribadian. Tetapi tidak ada seorangpun ahli psikologi pada masa kini yang dapat menjanjikan perubahan seperti yang ditawarkan

Allah kepada kita dalam Alkitab ! Kitab Suci tidak hanya menjanjikan perubahan tetapi juga memberitahukan kepada kita bahwa

kita dapat mengembangkan sifat-sifat yang sesungguhnya menandai pribadi Allah sendiri (lihat Galatia

5:22-23).



Efesus 4 sangat menolong dalam menjelaskan apa yang terdapat dibalik janji-janji Alkitab akan kuasa yang

dapat mengubah, yang tersedia bagi kita dalam pribadi Kristus. Konsep-konsep yang berhubungan dalam pasal ini menyatakan

sesuatu yang merupakan pandangan Kitab Suci terhadap tabiat manusia. Bandingkan ayat-ayat 17-24 sementara Anda membaca

terus.





Kehampaan (ayat 17)



Rasul Paulus menyatakan bahwa kehampaan akan menandai kehidupan semua

orang yang bukan Kristen. Ini tidak berarti bahwa semuanya akan menderita depresi yang dalam, melainkan bahwa mereka sekalian

kekurangan sifat-sifat yang kita kenal sebagai sifat yang ideal dan dapat diharapkan. Mereka sekalian akan merasa hampa dalam

hidupnya, merasa ada kekurangan walaupun mungkin keduniawiannya cukup.





Pengertian (ayat 18)



Salah

satu sebab kehampaan manusia ialah ketidaksanggupannya memahami kehidupan oleh karena ia terpisah dari Allah. Orang-orang

seperti itu menanggapi situasi-situasi dengan cara yang salah, dengan tidak mengerti arti situasi-situasi itu oleh karena

mereka tidak dapat melihat Allah di dalamnya. Karena pengaruh timbal-balik dengan lingkungan itu salah, mereka memperoleh

sifat-sifat yang salah.



Sikap (ayat 18)

Orang-orang yang belum diselamatkan menutup hati mereka terhadap

Allah; mereka ditandai oleh “kekerasan hati”. Mereka sama sekali enggan untuk menanggapi kehidupan menurut cara Allah; atau

untuk dibimbing oleh-Nya, sehingga keengganan ini menentukan arah perkembangan mereka yang makin terpisah dari sifat-sifat

serta kepribadian yang salah dan baik.





Motivasi-Motivasi (ayat 19)



Pola tingkah laku yang

ditetapkan bagi kehidupan juga ditandai oleh berkembangnya tujuan-tujuan dan keinginan-keinginan yang bertentangan dengan

kehendak Allah dan berbahaya bagi orang itu sendiri. Kepribadian seluruhnya, pikiran, hati dan keinginan

dipengaruhi.



Seseorang yang wataknya berkembang dengan cara seperti ini adakalanya menunjukkan cacat-cacat

kepribadian yang drastis (seperti misalnya depresi yang parah), adakalanya tidak. Namun kepribadiannya itu akan selalu

mengecewakan dia. Dan sampai batas-batas tertentu kehidupannya akan tampak hampa.





Belajarlah dari Kristus

(ayat 20-21)



Yesus Kristus muncul di dalam gambaran yang gelap ini sebagai suatu yang hidup bahwa kepribadian

manusia tidak perlu dirusak seperti itu. Di dalam Dia kita dapat melihat bagaimana kita seharusnya. Kristus menjadi ideal dan

kita ingin seperti Dia.





Tabiat yang Lama (ayat 22)



Dalam ayat ini Alkitab mendesak orang-orang yang

percaya kepada Kristus untuk membuang tabiat yang lama, pola sifat-sifat yang lama yang telah membentuk kepribadian kita yang

lama. Kita harus mengenakan tabiat yang baru (ayat 23). Kita harus menjadi manusia baru!



Ini merupakan janji yang

indah! Azas-azas kekristenan menyediakan pertolongan sepenuhnya bagi kita dalam menghadapi persoalan-persoalan yang

seolah-seolah membingungkan kita. Iman kita menyediakan janji akan perubahan yang sempurna!



Sama seperti psikologi

modern, pasal ini seolah-olah menekankan bahwa kita turut bertanggung jawab atas kepribadian kita. Orang Kristen telah diberi

suatu tabiat yang baru (ayat 23) suatu kesanggupan baru untuk mengetahui makna kehidupan (perhatikan “dibaharui di dalam roh

dan pikiranmu”), dan suatu kesanggupan baru untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.



Maukah orang Kristen membuka

hatinya bagi Allah dan memutuskan untuk mengikut Dia ? Atau apakah ia tetap akan “mengeraskan” hatinya?



Sungguh

menyenangkan menjadi orang Kristen, ditinjau dari fakta bahwa siapa sebenarnya kita ini, tidak ditentukan oleh keadaan-keadaan

kita ataupun oleh masa lampau kita. Kita telah diberi apa yang dalam Alkitab disebut tabiat yang baru, dan apa jadinya dengan

kepribadian kita tergantung pada tiga hal: apakah kita memiliki tabiat yang baru, keadaan-keadaan di mana kita ditempatkan

Allah, dan bagaimana tanggapan-tanggapan kita terhadap situasi-situasi ini.





Anda, Manusia yang

Baru



Jika Anda seorang Kristen, Anda mempunyai kesanggupan menjadi seorang yang baru dan berbeda. Bagaimana jadinya

kepribadian Anda itu, sebagian besar bergantung pada Anda sendiri!



Ahli-ahli psikologi mengatakan bahwa perkembangan

sifat-sifat itu bergantung pada pola respons seseorang sesuai dengan wataknya. Jadi, kita mengembangkan kepribadian kita yang

baru dengan memilih cara bagaimana kita ingin hidup—lalu kita hidup dengan cara itu.



Jika Anda membaca terus dalam

Efesus (4:25 dan 5:2), Anda akan menemukan beberapa cara untuk menanggapi orang-orang dan situasi- situasi yang akan membangun

kepribadian Anda yang baru (berhenti berdusta dan mulai mengatakan hal-hal yang benar akan menjadikan Anda orang yang jujur dan

patut dipercayai). Karena Anda telah memilih untuk hidup dengan cara-cara yang sesuai dengan tabiat baru yang telah diberikan

Allah, cara-cara ini akan menjadi sifat-sifat Anda, dan hal-hal itu akan menjadi satu dengan kepribadian Anda yang

baru.



Psikologi dapat memberi kita pengertian-pengertian baru. Tetapi hanya Allah-lah yang dapat memberikan

pembaharuan secara total kepada kita.





(Publikasi Elektronik Pely Konseling Kristen; Psikologi dan Alkitab,

Artikel: Keberhasilan; Larry Richards, Ph.D)



Pengirim : Tiny Ribka

dilihat : 290 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution