Rabu, 19 Desember 2018 03:46:37 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 115
Total pengunjung : 451884
Hits hari ini : 806
Total hits : 4161313
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kepiting Marah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 03 Juni 2008 00:00:00
Kepiting Marah
Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 1986, saya berkunjung

ke kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting.



Bagaimana cara memancing Kepiting

?



Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah

batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar.



Kami

mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting itu marah. Dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu

akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram. Capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat, sehingga kami

leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.



Kami tinggal mengayun

perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu

ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala. Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut.

Seketika Kepiting melepaskan gigitannya dan tubuhnya menjadi merah. Tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang

sangat lezat.



Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang

kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.



Kita sering sekali melihat banyak orang

jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena : MARAH

!



Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan

sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka

atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa

menghancurkan masa depan anda.



"Tinggalkan panas hati dan geram..."

(Mazmur 37: 8)

dilihat : 289 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution