Jum'at, 20 September 2019 00:09:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520103
Hits hari ini : 32
Total hits : 4963251
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kerjakanlah hal yang bermanfaat, jadilah teladan!






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 21 Mei 2008 00:00:00
Kerjakanlah hal yang bermanfaat, jadilah teladan!
Menjelang Paskah tahun 2007

lalu, ada SMS berantai yang beredar di kalangan umat kristiani isinya kurang lebih seperti ini, “Harap nonton Sinetron Sebuah

Penantian di RCTI pada hari… jam… karena banyak orang yang bertobat!”



Pada saat itu juga saya bertanya, darimana

mereka (kalian) tahu ada penonton di rumah yang bertobat, padahal sinetron itu belum ditayangkan?



Pertobatan adalah

persoalan pribadi yang jelas tidak serta merta diketahui oleh pihak lain. Pertobatan memerlukan suatu proses dan akan terlihat

pada adanya perubahan tingkah laku. Tutur katanya bukan hanya sebatas pengakuannya semata, karena arti pertobatan adalah tidak

mau lagi melakukan suatu perbuatan dosa, karena telah timbul kesadaran menyesali akan perbuatan dosa atau hal yang tidak baik

yang pernah dilakukannya.



Cukup banyak sinetron umum yang baik dan mendidik yang sudah kita tonton tapi kita tidak

pernah mendengar berita pertobatan yang sedemikian hebohnya seperti yang dikampanyekan dalam sinetron diatas. Apakah suatu

pertobatan itu hanya bisa dimulai/dipicu oleh sesuatu yang berbau kekristenan belaka? apakah peristiwa peristiwa yang umum

diluar kekristenan tidak bisa membuat kita umat kristiani bertobat?



Pada saat itu saya melihat begitu banyak aliran

Pulsa keluar karena saya saja telah menerima kurang lebih 10 SMS yang sama dari orang yang berbeda, belum istri saya dan belum

lagi pulsa yang terpaksa saya keluarkan untuk membalasnya.



Bagaimana dengan umat kristiani di Indonesia? gerakan

promosi itu begitu hebatnya sampai-sampai pendeta di gereja saya berani berkata dari atas mimbar bahwa Sinetron itu WAJIB

ditonton!



Saya langsung lemas dan mulas karena begitu tercengang akan sikap kita yang gampang dipengaruhi oleh

hal-hal yang seperti itu, siapa yang menjadi pencetusnya? siapa yang meraup keuntungan? apakah pihak produsen Sinetron itu kah?

apakah oknum Pemainnya? Atau operator pulsa?



Realitanya, ternyata cerita sinetronnya pun biasa-biasa saja. Banyak

orang kecewa berat. Bahkan seorang rekan yang mengirimkan SMS kepada saya menjadi malu karena dirinya baru terkena kasus

perselingkuhan...



Kembali saya tercenung berapa besar nilai pulsa yang sudah terbuang “percuma”? jika kita

memperkirakan 1 juta orang mengirimkan SMS kepada 10 rekan/keluarga lainnya dan si penerima SMS membalas dan meneruskan SMS

tersebut, maka berapa puluh milyard rupiah yang terbuang?



Seandainya uang pulsa itu dikumpulkan untuk melakukan aksi

sosial, berapa jiwa yang menjadi pulih karena penderitaannya, kesusahannya menjadi berkurang? atau mungkin lebih baik

mengirimkan kata-kata pengingat agar kita selalu hidup dalam kebaikan.



Sekarang Indonesia heboh karena ada santet

yang bekerja lewat SMS, dan yang diwaspadai atau yang dituduh adalah nomor GSM dari operator yang baru launching yaitu yang

bernomor 0866.. apalagi jika nomornya jadi 08666… karena nomor 666 adalah nomornya Setan Iblis sesuai dengan Kitab Wahyu pasal

13 ayat 18.



Saya kembali tercenung ada apa dengan umat kita? apa sedangkal itukah pengetahuan Alkitab dan logikanya?

apa Iblis bekerja harus memakai kode rahasia alias nomor PIN? bukankah Yesus sendiri mengatakan, “Akan banyak nabi-nabi palsu

dimana mereka berkata-kata dan membuat mujizat atas nama-KU, tapi aku tidak mengenal mereka!”, artinya di zaman ini banyak

iblis yang bekerja, berkarya memakai jubah-jubah pendeta dan pelayanan bukan memakai kode PIN 666, sehingga Tuhan mengatakan

“Lihatlah buah buah rohnya...”



Kenapa kita takut dengan kuasa gelap seperti Santet? Ketahuilah, alam kita dengan

kuasa gelap itu berbeda, sehingga mereka tidak dapat mempengaruhi dan mengganggu kita.



Misalkan, kita mengetahui

bahwa buaya itu sangat berbahaya, tapi jika kita tidak terjun ke kolam buaya, maka jelas buaya tidak dapat menggigit/membunuh

kita. Atau perumpamaan lainnya, sebuah station radio A melakukan propaganda menghujat, tapi kita tidak terpengaruh karena radio

kita pada frekuensi stasiun radio B.



Saya setuju dengan pernyataan dari pendeta Gilbert Lumaindong yang menyatakan,

jika kita berserah mutlak kepada Yesus maka secara total kita harus memasukkan tubuh dan jiwa kita pada wilayah kekuasaan /

perlindungan Yesus, tapi jika kita hanya berserah hanya separuh-separuh, maka ibaratnya sebagian tubuh dan jiwa kita masih

berada di wilayah yang tidak aman sehingga Iblis masih bisa menusuk dan menarik kita.



Jadi jika kita yakin akan

keimanan kita maka segala ketakutan dan kekuatiran itu akan lenyap, ingat kekuatiran dan ketakutan adalah hantu hantu yang

harus kita tinggalkan.



Siapa yang salah dalam gambar keimanan kita yang begitu rapuh itu? jelas saya berani menuding

adalah kesalahan dari para pendeta-pendeta kita yang tidak becus bekerja, yang motivasinya bukan melayani dan menggembalakan

tapi mengejar uang dan uang..., sehingga kebutuhan jiwa umatnya tidak diperhatikan, mereka lebih memperhatikan akan berapa

banyak uang jemaat yang dapat diraup!



Semoga kita bisa menjadi mawas diri agar tidak menjadi alat untuk menjelekkan

atau menjatuhkan operator GSM lain, tidak menjadi alat mempropagandakan kehebatan para dukun santet! tapi hendaknya kita bisa

mempromosikan diri sebagai Anak Anak Terang yang tidak takut akan kuasa santet akan kuasa kegelapan.



Hendaknya kita

menjadi lebih arif dan bijak dalam menyikapi berbagai keadaan dan ahirnya…. jadilah teladan!



Labih Basar

Peraih

MURI, Penulis terbanyak - Surat Pembaca.



Sumber :

http://pustakalewi.info/detail.asp?section=kenabiandetail&kenabianid=6

dilihat : 441 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution