Sabtu, 21 Juli 2018 05:15:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 259
Total pengunjung : 407218
Hits hari ini : 2332
Total hits : 3712732
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kasih Seorang Ayah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 21 Mei 2008 00:00:00
Kasih Seorang Ayah
Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun

memasukan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano.



Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang

pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian, di kotanya tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena

ketenarannya, maka dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk

dirinya dan anaknya.



Pada hari pertunjukkan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah

duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak inipun tidak betah diam terlalu lama,

tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.



Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut

menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung

pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.



Di dorong oleh rasa ingin

tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana twinkle-twinkle

little star.



Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai

tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.



Melihat anak tersebut, sang

pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan

permainannya.



Sang pianis lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia

mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permaian yang sangat indah. Bahkan mereka

seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh, penonton menyambut dengan meriah,

karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.



Sang anak jadi GR(Gede Rasa), pikirnya, "Gila, baru belajar piano

sebulan saja sudah hebat!"



Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk disebelahnya,

mengisi kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.



Apa implikasinya dalam hidup kita? Kadang kita bangga

akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa

semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita, tanpaNYA semua yang kita lakukan akan sia-sia.



Tapi bila Allah

ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita

sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.



Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah di samping

kita.



Pengirim : Mawar Saron School

dilihat : 222 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution